MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 30 Desember 2017 14:32
Dinkes Petakan Kawasan Rawan DBD
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menyebut beberapa kawasan di Bumi Batiwakkal, jadi titik rawan penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto, setidaknya ada enam kawasan di Tanjung Redeb yang menjadi titik rawan. Yakni, kawasan Jalan Durian I, Durian II dan Durian III. Selanjutnya di Jalan Manggis, kawasan Gunung Panjang dan permukiman di Jalan Pulau Panjang. Penyebaran kawasan rawan, lanjut dia, juga sangat memungkinkan hingga ke Kelurahan Gunung Tabur dan Kelurahan Rinding.

“Kasus DBD juga sudah muncul di Kecamatan Segah, Talisayan hingga Bidukbiduk,” ujar Totoh kepada Berau Post kemarin (29/12).

Dijelaskan, musim hujan seperti saat ini, memang menjadi masa krusial pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus DBD. Untuk itu, pihaknya tetap menggencarkan kegiatan pengasapan atau fogging di kawasan rawan, untuk meredam penyebaran DBD semakin meluas.

"Setiap hari kita lakukan fogging. Lokasi-lokasi yang dianggap rawan, kita fogging karena lebih baik mencegah daripada mengobati," ungkapnya.

"Sekarang memang cukup sulit diatasi karena masuk musim hujan dan pertumbuhan jentik-jentik menjadi nyamuk itu fasenya hanya beberapa minggu untuk menetas," sambungnya.

Namun ujar Totoh, pengasapan hanya efektif untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti saja, sementara jentik-jentik nyamuk tak akan mati dengan pengasapan. "Jadi tidak cukup hanya dengan fogging, harus dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan penaburan bubuk abate ke tempat-tempat penampungan air," ujarnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. “Upaya yang kami lakukan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat. Harus ada kesadaran dari masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama mengurangi titik-titik genangan-genangan air,” pungkasnya. (*/sin/udi)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 13:41

63 Warga Palu Mengungsi ke Bidukbiduk.

BIDUKBIDUK - Pasca gempa dan tsunami puluhan warga korban gempa dari Palu berbondong-bondong mengungsi…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:40

Minimalisir Terjadinya Konflik Sosial

TANJUNG REDEB –Antisipasi terhadap konflik sosial dilakukan Dinas Sosial Berau, lewat pertemuan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:39

Sinyal Telepon Hilang, Diduga BTS Rusak

BATU PUTIH - Jaringan telekomunikasi di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih kerap terganggu. Bahkan,…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:38
0

Musim Hujan, Karhutla Nihil

TABALAR – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini sudah tidak terlihat lagi. Penyebabnya…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:29

Segera Urus Izin Mendirikan Bangunan

TANJUNG REDEB - Upaya memaksimalkan kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh masyarakat terus…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:28

Urus Pindah Domisili Cukup Lampirkan KK

TANJUNG REDEB - Menindaklanjuti surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang kepengurusan pindah…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:27

Satu Jam Kendaraan Mengular di Tabalar

TABALAR- Kelancaran aktivitas lalu lintas di jalur provinsi yang berada di poros jalan Kecamatan Tabalar…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:26

Galakkan Kebersihan, Cegah DBD

TALISAYAN - Camat Talisayan David Pamudji, meminta kepada masyarakat yang berada di wilayah administrasinya,…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:24

Pantau Tempat-Tempat Rawan untuk Mesum

TANJUNG REDEB – Beredarnya foto oknum warga yang diduga melakukan tindakan asusila di tepian teratai…

Senin, 15 Oktober 2018 13:45

Ada Isu Tsunami, Wisatawan Cuek, Biduk-Biduk Ramai

BIDUKBIDUK – Beredarnya isu tsunami di Bidukbiduk, tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .