MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 30 Desember 2017 14:36
Petani Berharap Harga Lada Membaik
URUNG NAIK: Harga lada di pasaran masih belum membaik. Petani berharap tahun depan harganya bisa kembali meningkat.

PROKAL.CO, BATU PUTIH – Mendekati pengujung 2017, harga lada di kalangan petani di wilayh pesisir selatan Berau, khususnya  di Kecamatan Batu Putih masih terpuruk. Pasalnya, harga salah satu bumbu dapur tersebut bertahan di harga Rp 50-55 ribu.

Kondisi tersebut menjadi polemik petani lada. Sebab, sejak anjlok 2016 lalu, belum ada solusi yang diberikan pemerintah terkait persoalan ini.

“Pembeli (tengkulak-red) beraninya hanya Rp 50 ribu per satu kilogram. Kita mau menyimpan terlalu lama, khawatir kualitasnya akan rusak. Ya, mau tak mau terpaksa dijual," ungkap Kurdiah, petani dari Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih kepada Berau Post, Jumat (29/12).

Ia mengaku, kurang bersemangat mengembangkan perkebunan miliknya di situasi anjloknya harga lada kini. Pasalnya, harga Rp 50 ribu per kilogeram (kg) membuat biaya operasional membengkak. “Memang tak sebanding. Cuma mau bagaimana lagi. Apalagi, perawatan lada ini juga cukup cerewet, dan rentan diserang hama,” jelasnya. 

Petani lada lainnya, Nur Sian juga mengatakan hal senada. Dirinya pun mengaku pasrah dengan kondisi harga tersebut. Kendati demikian, ia tetap berharap harga lada dapat kembali normal. “Kalau sudah harganya begitu, mau bagaimana lagi. Semoga saja, bisa normal lagi,” ujarnya. 

Sementara itu, Aziz salah seorang pengepul membenarkan masih terpuruknya harga tersebut. Dirinya pun tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga lada. “Tidak tahu juga. Cuma yang pasti harganya memang sangat jatuh. Tak hanya di wilayah Berau. Di daerah lain juga sama,” bebernya. 

Tak hanya itu, harga pasaran lada di Kota Samarinda juga diakuinya tak jauh berbeda dengan harga lada di Berau. Ia menyebutkan, hanya berselisih Rp 5 ribu, yakni sekitar Rp 55 ribu per kg. Rendahnya harga laga diprediksi masih terjadi pada 2018.

“Sepertinya sampai tahun depan. Karena, sampai saat ini, harga lada dipasaran masih tetap rendah. Kalaupun naik, itu pun harganya tak jauh,” tandasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…

Selasa, 10 April 2018 00:09

Penyaluran Elpiji Dinilai Tak Tepat Sasaran

TALISAYAN – Pengambilan elpiji tiga kilogram (3 kg) menggunakan Kartu Berau Sejahtera (KBS) atau…

Minggu, 08 April 2018 00:36

BANTU Modal UMKM

TANJUNG REDEB – Mengatasi persoalan kebutuhan modal usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM), pemerintah…

Minggu, 08 April 2018 00:35

JELANG Ramadan, Waspada Kenaikan

TANJUNG REDEB – Untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan yang kerap terjadi saat bulan Ramadan,…

Jumat, 06 April 2018 10:11

Kejar Target Kedaulatan Pangan

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan mencapai kedaulatan pangan, sejak 2015…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .