MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 01 Januari 2018 00:04
Sebar POPM Hingga Pelosok
BERI OBAT: Petugas kesehatan Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah saat memberikan obat pencegahan kaki gajah di salah satu rumah warga.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM)  penyakit kaki gajah terus dilakukan Pemkab Berau. Seperti dilakukan petugas Puskesmas Kampung Long Ayap, Segah, yang membagikannya dengan mengantarnya ke rumah-rumah warga.

Salah seorang Petugas Kesehatan Puskesmas Ita Purnama Sari, menjelaskan, pembagian sengaja dilakukan dengan langsung datang ke rumah warga untuk memastikan seluruh masyarakat telah mengonsumsinya.

"Kebanyakan yang bekerja terkadang lupa untuk mengambil obat yang sudah diberi, makanya kita turun langsung," ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (31/12).

Sementara itu Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto, menerangkan, penyakit kaki gajah sejatinya terjadi di daerah yang bersanitasi kurang baik. Seperti halnya di kawasan kumuh, dan pasar.

Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah, bisa disembuhkan dengan pengobatan jangka panjang. Namun, jika sudah membesar, harus dilakukan tindakan operasi. Dirinya memastikan, hingga saat ini, pembagian obat telah merata kepada seluruh puskesmas agar bisa didistribusikan kepada ketua RT setempat.

“Kalau untuk tahun ini sudah semua kami bagikan melalui puskesmas setempat. Karena mereka kan lebih memiliki data lengkap jumlah penduduk,” ujarnya.

Pada tahun 2016 disebutkanya di Kabupaten Berau ditemukan satu kasus kaki gajah, yakni di Kampung Sambarata. Berdasarkan penelitian, lanjut dia, lebih dari satu persen telah positif terkena filariasis, sehingga hal ini masuk dalam syarat bagi daerah harus melakukan pengobatan massal.

Untuk pencegahannya dilakukan dengan pemberian obat kepada penduduk yang rentan terjangkit kaki gajah. Kecuali ibu hamil, pengidap sakit ginjal dan hati, epilepsi dengan sakit berat, dan anak kurang gizi.

“Penyakit ini dapat menular dengan sembarang nyamuk. Misalnya, nyamuk ini menggigit pasien positif kemudian menggigit kita, langsung bisa menular,” tuturnya. (*/sin/sam)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:09

Kampung Transmigrasi Belum Terlayani Jaringan Telekomunikasi

TALISAYAN - Tiga kampung yang berada di wilayah Talisayan, hingga kini masih miskin sinyal. Kampung…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:08

Kebutuhan Damkar Mendesak

TALISAYAN – Kebakaran yang terjadi di wilayah RT 6 Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, menghanguskan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:07

Berantas Judi dan Miras

TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan berkomitmen memberantas perjudian dan peredaran minuman…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:06

Maluang Layak Jadi Contoh bagi Desa Se-Kaltim

TANJUNG REDEB - Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, menjadi perwakilan Kaltim yang tampil di Temu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:05

Wartawan Profesi Mulia

TANJUNG REDEB - Pelatihan jurnalistik yang digelar di Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur berakhir,…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:04

Kasus Perusakan Bus Segera Naik Tahap I

TANJUNG REDEB – Kasus perusakan bus karyawan di Kampung Sambakungan, Gunung Tabur yang dilakukan…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:31

Intens Lakukan Pengawasan

TANJUNG REDEB – Jelang Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Polres Berau,…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:30

Tersambar Petir, Rumah Terbakar

TALISAYAN - Satu unit rumah hangus terbakar karna sambaran petir di dusun Pelatai RT 06, Kampung Bumi…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:29

Penampakan Puting Beliung Bikin Heboh

TALISAYAN - Salah satu fenomena alam yakni puting beliung nampak di Talisayan, Kamis (18/10) pagi. Belum…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:27

Hoaks Harus Diperangi

TANJUNG REDEB - Salah satu upaya menepis adanya informasi atau berita hoaks, Pemerintah Kampung Labanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .