MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 02 Januari 2018 00:12
Kuncinya Bersyukur, Lanjutkan Karya Pendahulu

Pengalaman Makmur HAPK Mengatasi Krisis Listrik di Bumi Batiwakkal

Makmur HAPK

PROKAL.CO, PEMADAMAN listrik bergilir yang kerap terjadi di penghujung tahun 2017,  mengingatkan Makmur HAPK akan kondisi Berau ketika masih mengalami krisis listrik. Dimulai sejak tahun 1997 silam hingga dirinya menjabat wakil bupati Berau periode 2000-2005. Saat itu, ujar Makmur, pemadaman bergilir selalu terjadi tiap pekan, bahkan dalam sepekan hanya dua atau tiga hari saja masyarakat bisa menikmati listrik dari PLN.

“Tetapi saya juga menikmati, tidak ada itu namanya saya pakai genset selama di rumah dinas. Kalau mati, ya mati,” katanya saat dijumpai Berau Post di kediamannya, Jalan Mawar, Tanjung Redeb, kemarin (1/1).

Makmur bercerita, salah satu upaya untuk mengatasi krisis listrik di Berau saat itu, dengan membangun pembangkit baru. Di melihat peluang ketika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), lembaga pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek), berulang tahun. Makmur yang membawa nama Pemkab Berau, berupaya meyakinkan BPPT untuk merestui usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati yang dikelola PT Indo Pusaka Berau (IPB), perusahaan konsorsium yang sebagian sahamnya dikuasai Pemkab Berau.

Upaya meminta restu BPPT bukan tanpa dasar. Sebelumnya, Makmur dan Masdjuni yang menjabat Bupati Berau, sudah memegang komitmen PT Berau Coal agar bersedia menyuplai batu bara sebagai bahan bakar utama jika pembangunan PLTU Lati benar-benar terealisasi.

“Saya yang diminta almarhum (Masdjuni) untuk mengurusi. Saya yang ikut menandatangani MoU di Jakarta, disaksikan Kepala BPPT dan Pak Hatta Rajasa selaku Menristek saat itu,” ujarnya.

Setelah MoU diteken, Makmur dan jajarannya berangkat ke Tiongkok untuk menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan di negara yang saat itu masih disebut Negara Cina.

“Saya ingat betul, saat itu juga Pak Dahlan (Iskan) sedang membangun pembangkit di Samarinda. Jadi beliau (Dahlan Iskan) juga sempat melihat pembangunan pembangkit kita di Lati,” kenang Makmur.

Hingga tahun 2004 atau di satu tahun terakhir Makmur mengabdikan diri sebagai wakil bupati, pembangunan PLTU Lati berkapasitas 2x7 megawatt dituntaskan. Kala itu, dia dan jajarannya memprediksikan pembangunan PLTU Lati bisa mengatasi persoalan listrik di Berau hingga 2010 lalu.

Saat itu pun, Berau juga jadi satu-satunya daerah di Kaltim yang berhasil keluar dari krisis listrik yang terjadi di hampir seluruh wilayah Kaltim.

Tapi, baru sekitar setahun beroperasi, atau di tahun 2005, ancaman krisis listrik kembali muncul. Pasalnya, sejak operasional PLTU Lati, pertumbuhan industri dan permukiman sangat pesat.

“Bayangkan dalam setahun ada sekitar 440 home industri berdiri di kota ini. Itu belum permukiman dan sebagainya. Makanya prediksi kita yang bisa sampai tahun 2010 meleset,” ungkapnya.

Pembangunan PLTU Lati jadi salah satu megaproyek yang berhasil diselesaikannya selama mengemban amanah sebagai wakil bupati mendampingi almarhum Masdjuni. Keberhasilan Makmur mengatasi krisis listrik di Berau saat itu, mendapat pengakuan dari beberapa kepala daerah di Kaltim, termasuk Gubernur Kaltim yang saat itu masih dijabat Suwarna Abdul Fatah.

Kebijakan-kebijakan soal kelistrikan terus berlanjut hingga periode kedua kepemimpinannya. Di samping mengandalkan PLTU Lati untuk terus menyuplai listrik ke PLN, beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di kecamatan, juga diminta bekerja sama dengan PLN membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa. Termasuk menambah kapasitas PLTU Lati dengan pembangunan pembangkit unit 3.

“Tapi semuanya kita tidak ikut serta atau masuk dalam sistem pembangunannya. Karena kita pikir, ada Indonesia Power (anak perusahaan PLN yang tergabung dalam konsorsium PT IPB, red) mau ‘main-main’ dalam pembangunan pembangkitnya,” jelasnya.

“Sebenarnya kuncinya, bagaimana kita bisa bersyukur untuk melanjutkan karya pendahulu kita. Karena pemimpin terdahulu kita yang punya jasa meletakkan dasar-dasarnya, kita tinggal melanjutkan yang baik, perbaiki yang masuk kurang,” pungkas Makmur. (sam/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 19:52

Pupuk Kepedulian Menjaga Urat Nadi Perekonomian

Persoalan sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan sejak dulu.…

Senin, 12 November 2018 19:49

AJ dan SN Hanya Wajib Lapor

TANJUNG REDEB – Berkas perkara perusakan bus karyawan di Kampung…

Senin, 12 November 2018 19:44

Siapkan Genset 80 kVA, Antisipasi Pemadaman Listrik Mendadak saat SKD CPNS

TANJUNG REDEB – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri…

Senin, 12 November 2018 18:39

Bakal Lepas dari Krisis Anggaran

TANJUNG REDEB - Tahun depan, Kabupaten Berau diperkirakan bakal lepas…

Minggu, 11 November 2018 17:57

UMK 2019 Disepakati Rp 3.120.996

TANJUNG REDEB -  Dewan Pengupahan Kabupaten Berau telah menetapkan besaran…

Minggu, 11 November 2018 17:53

Sebut Sikap KPU Sudah Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Berau,…

Minggu, 11 November 2018 17:46

Jangan Pernah Hukum Anak

TANJUNG REDEB – Mendisiplinkan anak-anak tak perlu dengan kekerasan, banyak…

Sabtu, 10 November 2018 13:41

Kini Berwenang Menyelesaikan Sengketa Pemilu

Sekitar lima bulan lagi, masyarakat akan memilih wakil mereka di…

Sabtu, 10 November 2018 13:37

Bulan Ini, Beasiswa Berau Gemilang Cair

TANJUNG REDEB – Sebanyak 845 mahasiswa dan 756 pelajar SMA…

Sabtu, 10 November 2018 13:09

Tegaskan PTT Harus Netral

TANJUNG REDEB – Persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang turut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .