MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 02 Januari 2018 00:25
LGBT Pemusnah Peradaban
Oleh: Siti Aminah, S.Pd.I

PROKAL.CO, align="left">LGBT menjadi isu hangat nasional. Hampir di setiap sosial media menulis status tentang polemik LGBT. Dunia pertelevisian pun tidak luput dari pemberitaan LGBT. Pro dan kontra terjadi atas pelegalan Undang-Undang LGBT di tanah air.

Setelah beberapa waktu gaungnya meredam, akhir-akhir ini kembali memanas dan menggaung kencang agar pemerintah melegitimasi keberadaan dan eksistensi mereka. Lalu, sebenarnya apa sih LGBT itu?

LGBT kepanjangan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Semuanya adalah penyimpangan seksual yang dilakukan seseorang kepada sesama jenisnya. Lesbian adalah penyimpangan seksual yang dilakukan perempuan yang memiliki kecenderungan, ketertarikan, mencintai, menyukai sesama perempuan. Gay adalah suatu penyimpangan seksual yang dilakukan seorang laki-laki yang memiliki kecenderungan ketertarikan, mencintai, menyukai sesama jenisnya, yaitu laki-laki. Biseksual adalah penyimpangan seksual pada laki-laki dan perempuan yang cenderung tertarik, baik kepada laki-laki juga kepada perempuan. Sedangkan Transgender adalah seseorang yang memiliki identitas gender yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Mengamati dari penjelasan dari pengertian LGBT, sangat memprihatinkan sekali khususnya di negeri ini yang mayoritas beragama dan mengikuti adat ketimuran. Apa jadinya bila negeri ini melegalkan undang-undang LGBT?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa faktor penyebab seseorang terjebak pada penyimpangan seksual. Yakni faktor internal dan eksternal.

Faktor internal dari hubungan keluarga. Keluarga yang terpisah, yang ditandai dengan pertengkaran hingga kekerasan dalam rumah tangga. Anak yang melihat akan terguncang kejiwaannya hingga menjadi trauma di masa depan. Saat tumbuh remaja dan dewasa terus membenci orangtuanya, baik sang ayah maupun ibu.

Penyimpangan seksual ini juga bisa terjadi dari orangtua si LGBT yang dari sebelum lahir, sangat menginginkan gender anak tertentu. Apakah laki-laki maupun perempuan. Sehingga ketika yang lahir bukan gender yang diinginkan, orangtuanya, malah memperlakukannya layaknya gender yang diinginkannya.

Contohnya, orangtua yang menginginkan anak perempuan, sedangkan pada kenyataannya yang lahir adalah anak laki-laki. Sikap orangtua akibat keinginan yang tidak tercapai, memberikan anaknya dengan hal-hal yang berhubungan dengan perempuan, sehingga kelak anak akan termotivasi menjadi salah arah, menjadi lebih feminim, atau menjadi LGBT. Begitu pula sebaliknya.

Pengaruh dari eksternal dapat ditelisik dari lingkungan si anak. Lingkungan yang tidak sehat, yang pada lingkungan tersebut banyak anak-anak yang terjerumus dalam penyimpangan seksual. Seperti pernah di sodomi tetangga atau teman sepermainan, sehingga menjadi trauma yang membekas dan mendorong anak menjadi pelaku LGBT juga.

Penyimpangan ini dapat terjadi dari trauma mantan pacar atau kekasih yang berlaku kasar, hingga kekerasan yang dilakukannya kepada pacarnya menyimpan bekas atau trauma bersama lawan gendernya. Akhirnya timbul rasa benci dan memutuskan untuk mencintai sesama jenisnya yang lebih penyayang dan mengerti hidupnya seutuhnya.

Lalu, apakah LGBT dapat disembuhkan? Tentu setiap penyakit pasti ada obatnya. Setiap masalah pasti ada solusinya.

Pertama, LGBT dapat disembuhkan melalui sentuhan dan jamahan dari Tuhan dengan mendekatkannya pada agama, dan menyadarkannya bahwa perilaku yang dilakukannya tidak sesuai dengan fitrah Tuhan. Kedua, melalui bantuan psikiater. Bagaimana cara menangani seorang anak LGBT, tentunya ia tahu apa yang harus dilakukannya kepada pasien LGBT yang kurang perhatian dan minim kasih sayang.

Berbahayakah LGBT? Tentu, LGBT sangat berbahaya bagi kehidupan umat manusia. Bagaimana mungkin penyimpangan seksual ini dibiarkan bertebaran, bahkan dilegalkan di negara kita. Hanya pasangan laki-laki dan perempuan yang telah menikah yang akan melanjutkan generasi manusia. Tidak ada ceritanya sesama jenis bisa menghasilkan generasi manusia. Mau jadi apa bangsa ini, bila LGBT dilegalkan, akankah masih ada manusia di muka bumi. Tentu manusia akan punah seperti Dinosaurus di zaman purbakala.

Manusia? Mau seperti Dinosaurus. Punah ditelan peradaban.

Kemajuan teknologi sudah menjawab permasalahan kaum LGBT dengan kecanggihan bayi tabung, sewa rahim dan donor sperma. Lalu, bila kecanggihan teknologi dapat menjawab permasalahan LGBT, apakah LGBT baik bagi kelangsungan hidup manusia? Tentu tidak, secanggih apapun teknologi, tidak akan mampu menggantikan peranan seorang ayah dan ibu. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak bisa tergantikan. Sobekan dan jeritan antara hidup dan mati, seorang ibu ketika melahirkan tidak mampu terbayarkan dengan harta apapun. Jual beli Sperma adalah salah satu kerusakan moral, apakah semurah itu bibit kehidupan dari Tuhan diperjualbelikan. Rahim bukan kos-kosan yang seenaknya di sewa-sewakan. Realitanya ada di negara luar yang melegalkan LGBT hingga pernikahan sejenis dan memiliki keturunan melalui sewa rahim dan donor sperma.

Pertanyaannya, apakah mereka bahagia? Iya, barangkali di luar terlihat bahagia, nuraninya siapa yang tahu? Anak-anak mereka apakah ada kasih sayang? Status mereka bagaimana? Begitu banyak setumpuk pertanyaan terkait penyimpangan LGBT.

Semua agama di dunia mengecam adanya LGBT, bahkan di negara Rusia memenjarakan pelaku LGBT bila ketahuan.

Terlebih dalam Islam, LGBT dianggap suat aib dan perbuatan keji. Dalam pandangan Islam, LGBT sudah ada sejak zaman Nabi Luth AS. Penyimpangan yang dilakukan oleh kaum Luth yakni melakukan perbuatan keji, homoseks dan lesbian. Hal ini diterangkan dalam Alquran.

“Dan kami telah mengutus Luth kepada kaumnya. Ingatlah, tatkala mereka bertanya kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di dunia ini sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu kepada mereka. Bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” QS. Al-A’raf:80-81.

Jadi, LGBT bukan hal yang baru, tetapi sudah ada bibitnya sejak zaman dahulu. Hukuman Islam terhadap pelaku LGBT adalah sebagaimana yang terjadi pada kaum Luth AS. Yang melakukan penyimpangan dikenakan azab yang sangat besar dan dahsyat, membalikkan tanah tempat tinggal mereka dan menghujani kota mereka dengan hujan batu yang membumihanguskan kota tempat tinggal mereka. Azab yang besar terhadap pelaku LGBT di zaman nabi dijelaskan sebagai berikut:

“Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras” QS. Al-Hijr ayat 74.

Jelas diterangkan pada ayat di atas, azab ketika membiarkan penyimpangan LGBT. Sangat mengerikan azab dari Tuhan bagi suatu kota atau negara bila melegalkan perbuatan keji tersebut. Semoga kota dan negara kita dijaga dari azab yang maha dahsyat tersebut.

Dalam ilmu kesehatan, pelaku LGBT dapat menyebabkan berbagai macam penyakit menular. Bagaimana tidak berpenyakit, anus yang fitrahnya sebagai lubang untuk membuang kotoran, digunakan untuk seksual mereka. Sehingga rentan sekali terjangkit virus-virus penyakit menular. Pelaku yang bergonta-ganti dapat menularkan ke orang lain dengan praktik LGBT. Terlebih dalam agama, LGBT menyalahi fitrahnya sebagai manusia, yang mana tujuan diciptakannya laki-laki dan perempuan adalah untuk melanjutkan generasi manusia di masa mendatang.

Berangkat dari itu, maka sebagai manusia yang beragama dan berakal, menolak dengan segala alasan, baik dengan alasan hak asasi manusia, saling menyayangi dan mengasihi, pelegalan LGBT di negeri ini. Aneh, atas nama hak asasi manusia penyimpangan ingin dibenarkan, kesalahan dicari alasan untuk pembenaran.

Semoga bapak dan ibu selalu menjaga anak-anak kita dari penyimpangan seksual LGBT dengan penanaman nilai-nilai agama sejak dini, mempelajari bagaimana perempuan yang baik dan lelaki yang baik, bagaimana memilih pasangan yang baik sesuai agama, selalu mengawasi dan menjaga pergaulan anak-anak di lingkungan tempat tinggal, dan bermain kepada siapa anak-anak kita.

Akhirnya semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. (*/udi)

Penulis seorang guru di SD Muhammadiyah, Alumni STIT Muhammadiyah dan aktivis di IMM, Ketua Bidang Kader PC IMM Berau Kab. Berau 2017-2018

 


BACA JUGA

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

Beredarnya video penganiayaan seorang ibu kepada anak kandungnya di media sosial, membuat geram semua…

Senin, 21 Mei 2018 13:50

Ibu Senang, Bayi Girang

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan. Semua umat Islam bersuka cita atas kehadiran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .