MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 03 Januari 2018 00:12
ASN Dapat “Hadiah” Tahun Baru

Terlambat Kerja, Potong Insentif Rp 100 Ribu

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Menjadi pembina apel pertama di tahun 2018, Bupati Berau Muharram mengumumkan akan memberikan “hadiah” kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) nakal. Hadiah yang dimaksud ialah pemotongan insentif pegawai yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran.

Aturan itu ditegaskan Muharram, sudah akan diterapkan pada pencairan insentif pegawai sejak Januari ini. Hal itu dijelaskannya, telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) yang dalam waktu dekat bakal diterbitkan.

“Bukan hanya yang tidak hadir, yang terlambat pun akan dipotong insentifnya,” tegasnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (2/1).

Muharram menegaskan, setiap ASN yang bolos kerja atau sekadar terlambat sampai ke kantor, akan diganjar pemotongan insentif sebesar Rp 100 ribu. Untuk memastikannya, pihaknya akan melakukan pengecekan hasil absensi sidik jari yang diwajibkan bagi seluruh ASN.

Muharram juga menyontohkan, jika insentif yang diterima ASN sebesar Rp 2,4 juta per bulan, tapi selalu terlambat atau malah membolos selama 24 hari kerja, maka ASN nakal tersebut tak akan menerima insentif seperti biasanya.

Tegasnya aturan tersebut, harap Muharram, bisa membuat seluruh ASN menghargai pentingnya kedisiplinan saat melakukan absensi. “Saya yakin dengan ada sistem seperti ini, absensi akan ada nilainya secara real. Selama ini, ada yang menganggap absen enggak ada pengaruhnya sehingga kadang diabaikan,” ujarnya.

Hal itu juga diterapkan untuk memberikan penghargaan kepada pegawai yang bekerja rajin dan baik. “Masa pendapatan yang rajin dan yang malas sama, itu kan tidak betul. Ini warning bagi ASN,” lanjutnya.

Untuk pengawasan dan penerapannya, Muharram akan menginstruksikan seluruh OPD mengontrol hasil absensi sidik jari, yang kemudian dilaporkan ke bendahara masing-masing OPD. Sementara untuk OPD yang belum menerapkan sistem absensi sidik jari, seperti kecamatan, pengawasan kehadiran dan kedisiplinan ASN dilakukan manual oleh pimpinan OPD masing-masing. Hal itu diakuinya, cukup rentan terjadinya kecurangan, terutama jika masalah keterlambatan dan kedisiplinan justru dipercontohkan pimpinan OPD tersebut.

“Tapi saya berkeyakinan yang seperti itu tidak banyak. Kalau memang nanti kedapatan, tentu akan ada sanksi lebih spesial untuk mereka,” jelasnya.

Sementara hasil pemotongan insentif ASN nakal. Akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, seperti untuk membantu ASN yang tertimpa musibah, terbaring sakit, atau persoalan lainnya.

“Hal itu juga sudah saya sampaikan ke seluruh kepala OPD dalam rapat koordinasi usai apel tadi (kemarin, red) pagi. Saya harap seluruh kepala OPD bisa memberi contoh yang baik kepada stafnya,” pungkas Muharram. (sam/udi)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:02

Misteri Gunung Pesawat

KUNG  PHONG (Gunung Besar) di Kampung Long Keluh, Kecamatan Kelay, masih menyimpan misteri tentang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:03

Dewan Pengawas Bisa “Memaksa”

TANJUNG REDEB - Memegang amanat sebagai Dewan Pengawas pada sebuah Perusahaan Daerah (Perusda), disebut…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00

Disiplin Berlatih, Hanya Kalah dari Pelari Mancanegara

Olahraga lari, selain menjadi hobi yang sehat, juga menjadi motivasi untuk mencatatkan prestasi dan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

KPU Dinilai Tertutup

TANJUNG REDEB - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Anti Korupsi (Benak)…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50

Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:58

Dua Sekolah Minta Ditunda

TANJUNG REDEB – Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten, tengah gencar…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:55

RSUD Jadi “Tumbal” BPJS Lagi, Nurmin: Kita yang Dibenturkan dengan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, kembali  terkena getah dari aturan…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:53

Tolak Disebut Kecolongan

TANJUNG REDEB - Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Ramlan Asri, menolak…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:52

Wadah Bakat Muda, Lapangan Latihan Sering Kebanjiran

Melihat besarnya antusias anak-anak Kampung Pegat Batumbuk bermain sepak bola, mendorong Hamsah untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .