MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 03 Januari 2018 00:32
Waspada Wabah Penyakit Masa Kini
Oleh: Khasna Shohwatul Jihan

PROKAL.CO, KESEHATAN tentunya bukan hal yang dapat dianggap sepele. Tidak terhitung berapapun nominal yang mampu menjamin sehat atau tidaknya seseorang. 

Kehidupan terus berputar, permasalahan dalam bidang kesehatan pun tidak pernah ada habisnya. Topik perbincangan selalu berbeda setiap waktu. Seperti halnya berbagai jenis penyakit, tidak dapat berhenti hanya dalam kurun waktu tertentu dan akan terus ada sepanjang masa.

Penyakit dapat datang kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Penyebabnya bukan hanya satu, namun dari berbagai hal. Seperti virus, bakteri, jamur, mikroba, dan lainnya.

Wabah penyakit yang pernah menggegerkan warga Indonesia adalah flu burung. Indonesia juga sempat menjadi negara dengan kasus flu burung terbanyak di dunia. Secara umum, virus ini banyak ditemukan pada unggas. Selain itu, virus flu burung hingga kini juga menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Virus flu burung dapat menyebar lewat jalur transportasi atau peternakan unggas, alih-alih jalur migrasi burung liar.

Selain unggas, nyamuk juga dapat menyebabkan musibah bagi masyarakat. Jenis nyamuk Aedes Aegypti yang sempat menjadi perhatian banyak warga. Namun bedanya penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui perantara manusia ke manusia, melainkan hanya dapat melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti kepada manusia.

Wabah ini banyak terjadi pada musim hujan. Penyakit ini disebut dengan DBD atau yang biasa disebut dengan demam berdarah. Tetapi jangan salah, DBD tidak kalah serius dengan penyakit lain. Justru penyakit ini yang sering membuat seseorang kehilangan nyawanya dengan cepat. Karena dapat mengakibatkan kurangnya produksi darah pada tubuh mereka.

Ancaman penyakit lain yang ada di depan mata adalah campak dan rubella. Wabah satu ini tak kenal lelah menyerang masyarakat Indonesia dulu hingga sekarang. Penyakit ini muncul dengan adanya bercak-bercak merah di tubuh. Pada umumnya, wabah ini kerap menyerang anak-anak yang memiliki daya imun rendah. Wabah ini mudah sekali menular lewat udara, sentuhan, ataupun ludah, sehingga tak menutup kemungkinan orang dewasa juga dapat mengalami campak dan rubella.

Jika masyarakat sudah pernah mengalami penyakit ini, kemungkinan mereka akan kebal dengan virus penyakit tersebut.

Ada lagi wabah penyakit yang baru-baru ini sedang hangat diperbincangkan yaitu difteri. Sebelumnya wabah penyakit ini sudah pernah tersebar di Indonesia. Namun sudah lama wabah ini menghilang dan sekarang muncul kembali. Masyarakat yang mengalami difteri akan mengalami infeksi pada selaput lendir tenggorokan dan hidung. Penderita paling banyak yaitu dari kalangan anak-anak. Tetapi orang dewasa juga dapat terserang virus ini.

Tanda-tanda penderita yang terserang difteri ini awalnya akan mengalami kelelahan berlebih dan menjadi lemas serta keluarnya lendir dari mulut dan hidung. Faktanya pada tahun sebelumnya, Jawa Timur menempati sebagai posisi daerah yang terserang difteri cukup parah. Sehingga penyakit ini cukup berbahaya karena sangat mudah menular dan juga sangat mematikan.

Tentu saja masih banyak wabah-wabah penyakit lain yang tersebar di Indonesia. Maka dari itu, agar wabah tidak menyebar dengan cepat, harus dilakukan tindakan pencegahan dengan segera. Karena jika wabah tersebut sudah tersebar ke segala penjuru daerah pasti akan sulit untuk memberantasnya.

Butuh waktu cukup lama untuk memberantas wabah penyakit yang sudah tersebar. Seringkali tanda-tanda muncul saat seseorang menderita penyakit. Secara umum penderita akan mengalami demam tinggi, mual, maupun berkurangnya nafsu makan, ini merupakan gejala yang umum terjadi pada masyarakat yang menderita penyakit. Sehingga penderita yang terjangkit penyakit harus segera ditangani sesuai dengan prosedur.

Tentunya terdapat banyak hambatan yang dihadapi oleh tenaga medis maupun para ahli kesehatan masyarakat, dalam upaya untuk mengendalikan penyakit menular yang mematikan ini. Untuk menghadapi upaya pengendalian penyakit menular yang tentunya banyak sekali tantangan di dalamnya, karena itu harus mempunyai kesiapan yang penuh pada dalam diri.

Peran dari berbagai lapisan masyarakat sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan wabah penyakit supaya tidak banyak korban. Masyarakat dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya, selain itu masyarakat harus memerhatikan pola makan mereka, agar gizi dalam tubuh tetap terpenuhi. Ini bertujuan agar tubuh kita tidak kekurangan energi. Dan yang tidak kalah pentingnya, sebagai masyarakat yang bijak dan peduli kesehatan, tentunya harus selalu menjaga kesehatan tubuh mereka. Selain masyarakat, pemerintah perlu melakukan aksi turun tangan untuk membantu penghentian penyebaran wabah penyakit yang menular ini.

Pemerintah melalui Dinas Kesehatan di daerah, perlu melakukan penyuluhan ataupun sosialisasi terhadap masalah kesehatan yang ada di negeri ini, untuk menambah wawasan masyarakat. Selain itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan pihak klinik, puskesmas, ataupun rumah sakit untuk melakukan aksi pencegahan wabah penyakit dengan imunisasi. Khususnya, imunisasi diberikan kepada anak-anak, karena mereka masih memiliki daya imun yang kurang dibandingkan orang dewasa.

Selain itu, diperlukan tambahan edukasi kepada para tenaga medis supaya dapat menjadi tenaga medis yang lebih berkompeten dalam mengurus pasien penderita.

Dan untuk seluruh klinik, puskesmas, dan rumah sakit, harus benar-benar mampu menangani setidaknya pertolongan awal untuk penderita. Sebagai masyarakat awam maupun ahli, perlu adanya kesadaran penuh tentang wabah penyakit karena mengingat betapa bahayanya suatu penyakit menular. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan karena menyangkut nyawa banyak orang. Dan pastinya apapun jenis penyakit tentu saja dapat dicegah. (*)


BACA JUGA

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .