MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 04 Januari 2018 00:20
Harapan dari “Emas Hitam”

Minimal, Harganya Stabil Sepanjang Tahun

TREN MEMBAIK: Perbaikan harga batu bara terus terjadi sepanjang 2017. Diharapkan nilainya akan terus stabil tahun ini.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – 2018 menjadi tahun paling ditunggu bagi para pelaku usaha. Bagaimana tidak, bisnis pertambangan batu bara yang selama ini “tertidur nyenyak” kembali terbangun.

Sejatinya, harga batu bara membaik sejak akhir 2016 silam. Namun, sepanjang 2017, belum terlihat adanya dampak kenaikan yang signifikan dari bisnis “emas hitam” itu.

Nah, memasuki tahun Anjing Tanah berdasarkan kalender Tionghoa ini, para pebisnis kian optimistis akan ada dampak besar dari peningkatan pada sektor bisnis pertambangan yang selama ini menjadi lokomotif ekonomi di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau Fitrial Noor memperkirakan, harga batu bara acuan (HBA) akan stabil di angka USD 80-90 per metrik ton. Pada Desember 2017 saja, HBA tercatat berada di angka USD 94,04 per metrik ton.

Tingginya harga batu bara itu ujar Pipit -sapaan akrabnya - disebabkan karena permintaan atas “emas hitam” dari negara-negara importir, terutama dari Eropa masih cukup besar.

“Ini juga karena faktor musim dingin. Konsumsi batu bara di banyak negara yang mengalami musim dingin cukup banyak, karena kebutuhan terhadap tenaga listrik masih besar,” katanya, kemarin (3/1).

Namun, ia mengantisipasi akan terjadi penurunan periode Mei-Agustus, di mana negara-negara importir batu bara mengalami musim panas.

Kesan optimistis juga disampaikan Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau Al Hamid. Namun, ia mewaspadai adanya faktor eksternal di mana harga batu bara kembali goyah, menyusul tindakan pemerintah pusat akan menghapus 2.500 izin usaha pertambangan yang berstatus non clean and clear (CnC).

“Hanya saja, hal itu bukan menjadi kekhawatiran utama para pelaku usaha pertambangan batu bara. Karena penting juga para pengusaha untuk lebih memerhatikan urusan administrasi seperti itu. Tapi, jangan sampai hal itu mengganggu harga ketika mulai membaik,” ucapnya.

PENINGKATAN PEMASUKAN

Membaiknya harga batu bara diyakini juga akan berdampak pada sektor lainnya. Seperti jasa dan transportasi. Ketua Kadin Berau Fitrial Noor menerangkan, ada kemungkinan seperti bisnis katering, angkutan dan transportasi akan meningkat.

Meski tidak menjelaskan peningkatannya dalam persentase, ia meyakini efek domino dari perbaikan harga batu bara, tidak hanya terjadi pada pelaku usaha di sektor tersebut. 

“Kemungkinannya besar sekali. Karena pemasukannya meningkat. Dan sebenarnya itu sudah pernah kita alami. Misalnya, bisnis properti meningkat. Masyarakat lebih berani menginvestasikan uangnya. Kalau dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat kita tidak banyak yang berbelanja. Karena itu tadi, pemasukan kurang, sementara pengeluaran terus bertambah,” jelasnya. 

Senada, Hamid – sapaan akrab Al Hamid – juga paham benar bagaimana tekanan penurunan batu bara tidak hanya berdampak dari segi perekonomian masyarakat, terutama bisnis mikro. Tapi juga berlangsungnya jalan pemerintahan. Seperti diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau sejak 2016 hingga 2017 mengalami defisit. Dan kembali terjadi pada tahun ini, di mana APBD Berau hanya sebesar Rp 1,8 triliun.

Penurunan APBD itu terang Hamid disebabkan karena rendahnya dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Di mana pemasukan terbesar yang selama ini disumbangkan oleh pertambangan batu bara, sangat jauh menurun.

“Harapannya juga berdampak pada pemasukan bagi pemerintah daerah. Karena itu turut berpengaruh. Ya, semoga saja tahun ini bisa lebih baik,” pungkasnya. (rio/udi) 


BACA JUGA

Kamis, 05 Juli 2018 13:37

Kerajinan Tangan Tradisional Mulai Ditinggalkan

TANJUNG REDEB – Meski kerajinan anyaman tangan kini sudah tidak sepopuler dulu, tapi tidak membuat…

Kamis, 05 Juli 2018 13:34

KOK BISA..!! Harga Ikan Mahal di Kampung Nelayan

TALISAYAN - Meskipun sejumlah kampung di pesisir selatan Berau dikenal sebagai daerah penghasil ikan…

Kamis, 05 Juli 2018 13:32

Modal untuk UMKM lewat Dana Bergulir

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan kemudahan akses pembiayaan berupa dana bantuan untuk Usaha Mikro…

Kamis, 05 Juli 2018 13:31

Juni, Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG REDEB - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Cuaca Tak Menentu, Pembuat Bata Merugi

TANJUNG REDEB - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan para pengrajin batu…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Harga Sawit Turun, Petani Tak Khawatir

BATU PUTIH - Menurunnya harga hasil perkebunan tidak hanya lada saja. Saat ini, harga kelapa sawit di…

Sabtu, 30 Juni 2018 12:18

Tingkatkan PAK Lewat Sektor Perikanan

TALISAYAN – Tingkatkan Pendaptan Asli Kampung (PAK) Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 29 Juni 2018 10:57

Harga Lada Selalu Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, disebutkan harga lada saat…

Selasa, 26 Juni 2018 12:15

Bantuan Sapi Diganti Program Inseminasi Buatan

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan…

Senin, 25 Juni 2018 11:57

Disperindagkop Dukung Peningkatan Kualitas Produk IKM

TANJUNG REDEB - Kabar baik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .