MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 04 Januari 2018 00:27
Penderita Hipertensi Harus Teratur Berobat
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat yang menderita hipertensi atau kondisi tekanan darah tinggi, secara rutin berobat di rumah sakit maupun pelayanan kesehatan lainnya.

Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto mengatakan, hipertensi atau tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong melawan dinding arteri, dari jantung yang memompa darah melalui arteri.

“Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Ini adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mempangaruhi 31 persen populasi Indonesia,” katanya kepada Berau Post beberapa waktu lalu.

Selain itu, penyakit hipertensi juga disebut pembunuh diam-diam, karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang tapi mengakitbatkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti penyakit jantung. “Jika tidak segera diobati segera, hipertensi dapat mengakibatkan penyakit arteri koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal dan banyak penyakit berbahaya lainnya,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan, seseorang yang menderita hipertensi biasanya memiliki gejala seperti sakit kepala, pusing, penglihatan buram, mual, telinga berdenging dan kelelahan.

“Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang sulit terdeteksi. Jadi, kami sangat menyarankan masyarakat untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur, agar bisa segera terdeteksi dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwasanya sebagian besar kasus hipertensi yang penyebabnya tidak jelas disebut hipertensi primer sedangkan hipertensi karena obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung disebut hipertensi sekunder.

“Pil KB atau obat flu yang biasa dijual di toko obat juga bisa menjadi penyebab tekanan darah tinggi. Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi,” paparnya.

Ditambahkannya, tekanan darah tinggi karena obat mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi tekanan darah masih bisa meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat.

“Jadi, masyarakat yang merasa tekanan darah abnormalnya terus terjadi, harus bertanya kepada dokter secara langsung,” sarannya. (app)

 


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 20:35

Belasan Warga Donggala Mengungsi Ke Jabontara

BIDUKBIDUK - Pengungsi dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah kembali bertambah.…

Minggu, 11 November 2018 17:59

SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN..! Sepekan Ini Diprediksi Hujan Lebat

TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Minggu, 11 November 2018 17:55

Musim Hujan, DPRD Ingatkan Kontraktor

TANJUNG REDEB – Tahun 2018 akan segera berakhir, namun beberapa…

Sabtu, 10 November 2018 14:18

Wujudkan SRA, Hak Anak Wajib Dipenuhi

TANJUNG REDEB - Dalam memberikan pemahaman terhadap hak anak, Dinas…

Sabtu, 10 November 2018 14:15

Tak Sulit Awasi WNA

TANJUNG REDEB – Meski menjadi destinasi wisata, Kepala Kantor Imigrasi…

Sabtu, 10 November 2018 13:54

Cuaca Buruk, Jangan Paksakan Melaut

BIDUKBIDUK – Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian Bidukbiduk…

Sabtu, 10 November 2018 13:50

Hanya 10 Perpustakaan Sekolah yang Terakreditasi, Minat Baca Masih Rendah

TANJUNG REDEB – Minimnya minat baca terhadap masyarakat di Berau,…

Sabtu, 10 November 2018 13:47

Belajar dari Kesalahan, Cegah Main Hakim Sendiri

GUNUNG TABUR – Terjadinya insiden pengerusakan bus karyawan di Kampung…

Jumat, 09 November 2018 14:20

Speedboat Harus Waspada

TANJUNG REDEB – Sebagian besar destinasi wisata yang diunggulkan di…

Jumat, 09 November 2018 14:15

Waspada Pembangunan Tanpa Pengawasan

TALISAYAN – Banyaknya kegiatan pembangunan di perkampungan, baik yang dikerjakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .