MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 06 Januari 2018 12:41
Terpenting Pasar Tumbuh Dahulu

Perbankan Optimistis Batu Bara Terus Stabil

EFEK DOMINO: Stabilnya harga batu bara diprediksi memberi efek positif pada sektor usaha masyarakat.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Efek positif dari kestabilan harga batu bara tidak hanya diharapkan oleh pengusaha dan pekerjanya saja. Perbankan pun mulai menyiapkan diri menyambut hegemoni itu.

Sebagai pihak yang bersinggungan dengan moneter, perbankan tentu menginginkan roda perekonomian berputar laju. Tapi, dengan catatan, tidak dapat berhenti secara tiba-tiba.

Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tanjung Redeb Haris Harsono mengharapkan adanya multiplier effect yang masif dari kestabilan harga “emas hitam”, pada 2018 ini.

Efek domino yang diharapkan adalah besarnya penghimpunan dana pihak ketiga dari masyarakat yang ditabung di Bankaltimtara. 

“Paling tidak bisa meningkatkan dana pihak ketiga. Itu yang terpenting,” katanya kepada Berau Post, kemarin (5/1).

Namun, yang tidak kalah pentingnya menurut Haris, adalah tumbuhnya pasar secara menyeluruh. Dalam hal ini, tidak hanya ekonomi makronya saja, juga dari sisi ekonomi mikro ikut tumbuh pesat.

Pasar yang tumbuh ujar Haris, mengindikasikan arus perputaran uang lancar. Di sisi lain, tingkat konsumtif masyarakat akan meningkat, seiring dengan fluktuasi pasar. Hal itu ujarnya, akan menciptakan hubungan yang lebih tenang antara masyarakat sebagai pembeli dengan penjual selaku penyedia barang.

Nah, jika perputaran uang di masyarakat cukup lancar, Bankaltimtara akan ikut mengambil andil dalam menyediakan kredit produktif berupa kredit usaha rakyat (KUR) kepada masyarakat.

Mengincar kredit produktif ujarnya, selaras dengan program pemerintah daerah yang ingin mengembangkan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).

“Sebagai mitra pemerintah, fokus kami lebih kepada penyaluran kredit produktif untuk pengembangan UMKM. Mudahan 2018 ini peningkatannya cukup drastis,” terangnya.

Optimistis itu tidak hanya dirasakan oleh perbankan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kaltara itu saja. Perbankan nasional seperti Bank Negara Indonesia turut menyambut kenaikan harga batu bara tersebut.

Melansir Kaltim Post (induk Berau Post), PT BNI di area Balikpapan tumbuh impresif sepanjang 2017 lalu. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya geliat pemulihan ekonomi di Kota Minyak dan sekitarnya. Tak terkecuali, dari bisnis pertambangan batu bara.

Pimpinan BNI area Balikpapan, Untung Rahmat Basuki mengatakan, di tengah melambatnya kucuran kredit perbankan secara keseluruhan, bank pelat merah itu mampu mencatatkan pertumbuhan. Terutama untuk produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun lalu tercatat Rp 82 miliar, atau setara 108 persen dari target.

“Nasabah KUR masih didominasi sektor perdagangan, terutama dari para peritel. Sedangkan KUR mikro hanya mendapat komposisi 30 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bank pelat merah lain, yang KUR-nya didominasi segmen mikro. Ini sengaja kami terapkan, untuk mencari potensi yang belum digarap kompetitor,” kata Untung saat ditemui di kantornya, Rabu (3/1).

Untung juga mengungkapkan, di Balikpapan, BNI sudah membuka keran kredit bagi sektor pertambangan batu bara. Bukan hanya debitur existing, namun juga para debitur baru. “Tetapi, kehati-hatian tetap kami utamakan,” tegasnya.

Dia menyebut, sudah banyak debitur dari pertambangan yang mengajukan kredit. Satu per satu bahkan sudah dicairkan dananya. Setelah perbaikan harga komoditas, Untung mengakui, bisnis emas hitam di Kaltim mulai membaik.

Pengusaha, kata dia, butuh dana untuk membuka kembali tambang mereka. Awalnya, perbankan memang masih wait and see. Namun dalam hitungan bulan berjalan, satu per satu debitur mulai menerima kucuran kredit. “Harapannya, ini jadi stimulus bagi sektor turunannya,” imbuh Untung.

Ekonomi Kaltim memang masih sangat bergantung dengan batu bara dan migas. Produksi kedua komoditas itu mendominasi struktur perekonomian daerah, dengan berkontribusi 46 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) tahun lalu.

Selain kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di BNI juga tumbuh, meski tipis di angka 3 persen. “Deposito dan tabungan masih tumbuh, sedangkan giro turun,” jelasnya.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, harga batu bara acuan (HBA) Indonesia 2017 mengalami peningkatan hingga 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Desember lalu, harga acuan emas hitam ini ada di posisi USD 94,04 per metrik ton. (rio/aji/man2/kpg/udi)


BACA JUGA

Selasa, 08 Mei 2018 00:19

Buat Standarisasi Tambak Udang

TANJUNG REDEB – Kualitas budidaya perikanan di Kabupaten Berau terus ditingkatkan. Salah satunya…

Selasa, 08 Mei 2018 00:17

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun

TANJUNG REDEB - Menjelang Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di pasaran terpantau belum mengalami…

Senin, 07 Mei 2018 11:42

Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual

TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi…

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .