MANAGED BY:
RABU
15 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 06 Januari 2018 12:41
Terpenting Pasar Tumbuh Dahulu

Perbankan Optimistis Batu Bara Terus Stabil

EFEK DOMINO: Stabilnya harga batu bara diprediksi memberi efek positif pada sektor usaha masyarakat.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Efek positif dari kestabilan harga batu bara tidak hanya diharapkan oleh pengusaha dan pekerjanya saja. Perbankan pun mulai menyiapkan diri menyambut hegemoni itu.

Sebagai pihak yang bersinggungan dengan moneter, perbankan tentu menginginkan roda perekonomian berputar laju. Tapi, dengan catatan, tidak dapat berhenti secara tiba-tiba.

Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tanjung Redeb Haris Harsono mengharapkan adanya multiplier effect yang masif dari kestabilan harga “emas hitam”, pada 2018 ini.

Efek domino yang diharapkan adalah besarnya penghimpunan dana pihak ketiga dari masyarakat yang ditabung di Bankaltimtara. 

“Paling tidak bisa meningkatkan dana pihak ketiga. Itu yang terpenting,” katanya kepada Berau Post, kemarin (5/1).

Namun, yang tidak kalah pentingnya menurut Haris, adalah tumbuhnya pasar secara menyeluruh. Dalam hal ini, tidak hanya ekonomi makronya saja, juga dari sisi ekonomi mikro ikut tumbuh pesat.

Pasar yang tumbuh ujar Haris, mengindikasikan arus perputaran uang lancar. Di sisi lain, tingkat konsumtif masyarakat akan meningkat, seiring dengan fluktuasi pasar. Hal itu ujarnya, akan menciptakan hubungan yang lebih tenang antara masyarakat sebagai pembeli dengan penjual selaku penyedia barang.

Nah, jika perputaran uang di masyarakat cukup lancar, Bankaltimtara akan ikut mengambil andil dalam menyediakan kredit produktif berupa kredit usaha rakyat (KUR) kepada masyarakat.

Mengincar kredit produktif ujarnya, selaras dengan program pemerintah daerah yang ingin mengembangkan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).

“Sebagai mitra pemerintah, fokus kami lebih kepada penyaluran kredit produktif untuk pengembangan UMKM. Mudahan 2018 ini peningkatannya cukup drastis,” terangnya.

Optimistis itu tidak hanya dirasakan oleh perbankan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kaltara itu saja. Perbankan nasional seperti Bank Negara Indonesia turut menyambut kenaikan harga batu bara tersebut.

Melansir Kaltim Post (induk Berau Post), PT BNI di area Balikpapan tumbuh impresif sepanjang 2017 lalu. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya geliat pemulihan ekonomi di Kota Minyak dan sekitarnya. Tak terkecuali, dari bisnis pertambangan batu bara.

Pimpinan BNI area Balikpapan, Untung Rahmat Basuki mengatakan, di tengah melambatnya kucuran kredit perbankan secara keseluruhan, bank pelat merah itu mampu mencatatkan pertumbuhan. Terutama untuk produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun lalu tercatat Rp 82 miliar, atau setara 108 persen dari target.

“Nasabah KUR masih didominasi sektor perdagangan, terutama dari para peritel. Sedangkan KUR mikro hanya mendapat komposisi 30 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bank pelat merah lain, yang KUR-nya didominasi segmen mikro. Ini sengaja kami terapkan, untuk mencari potensi yang belum digarap kompetitor,” kata Untung saat ditemui di kantornya, Rabu (3/1).

Untung juga mengungkapkan, di Balikpapan, BNI sudah membuka keran kredit bagi sektor pertambangan batu bara. Bukan hanya debitur existing, namun juga para debitur baru. “Tetapi, kehati-hatian tetap kami utamakan,” tegasnya.

Dia menyebut, sudah banyak debitur dari pertambangan yang mengajukan kredit. Satu per satu bahkan sudah dicairkan dananya. Setelah perbaikan harga komoditas, Untung mengakui, bisnis emas hitam di Kaltim mulai membaik.

Pengusaha, kata dia, butuh dana untuk membuka kembali tambang mereka. Awalnya, perbankan memang masih wait and see. Namun dalam hitungan bulan berjalan, satu per satu debitur mulai menerima kucuran kredit. “Harapannya, ini jadi stimulus bagi sektor turunannya,” imbuh Untung.

Ekonomi Kaltim memang masih sangat bergantung dengan batu bara dan migas. Produksi kedua komoditas itu mendominasi struktur perekonomian daerah, dengan berkontribusi 46 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) tahun lalu.

Selain kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di BNI juga tumbuh, meski tipis di angka 3 persen. “Deposito dan tabungan masih tumbuh, sedangkan giro turun,” jelasnya.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, harga batu bara acuan (HBA) Indonesia 2017 mengalami peningkatan hingga 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Desember lalu, harga acuan emas hitam ini ada di posisi USD 94,04 per metrik ton. (rio/aji/man2/kpg/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 01:33

Tak Ada Batasan Penentuan Bunga Koperasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperingdakop) Kabupaten Berau,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:28

PUSINGGG..!! Turun Lagi, Harga Sawit Cuma Rp 890 Per Kg

BATU PUTIH - Mulai mengeluh. Mungkin kondisi itu kini dirasakan sejumlah petani sawit di wilayah Kecamatan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:10

Beras dan Rokok, Penyumbang Kemiskinan Kaltim dan Kaltara

KOMODITAS beras dan rokok, menjadi penyumbang  terbesar tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan…

Senin, 09 Juli 2018 11:41

Dua Kampung Sentra Ternak Kambing di Berau

TANJUNG REDEB - Sentra peternakan kambing di Kabupaten Berau berada di Kecamatan Biatan dan Batu Putih,…

Minggu, 08 Juli 2018 00:17

Peternak Diminta Perhatikan Aturan Kandang

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) akui ada peternak hewan di Kabupaten…

Sabtu, 07 Juli 2018 13:30

Peternak Diimbau Gabung AUTS

TANJUNG REDEB – Minimalisir risiko masyarakat dalam pengembangan ternak sapi di Kabupaten Berau,…

Sabtu, 07 Juli 2018 13:28

Andalkan Rumah Makan dan Resort

TANJUNG REDEB – Rumah makan dan resort jadi penyumbang Penapatan Asli Daerah (PAD) terbesar pada…

Kamis, 05 Juli 2018 13:38

Kakao Berau Potensial Dikembangkan

TANJUNG REDEB – Sektor perkebunan di Berau, berusaha terus dikembangkan Dinas Perkebunan (Disbun).…

Kamis, 05 Juli 2018 13:37

Kerajinan Tangan Tradisional Mulai Ditinggalkan

TANJUNG REDEB – Meski kerajinan anyaman tangan kini sudah tidak sepopuler dulu, tapi tidak membuat…

Kamis, 05 Juli 2018 13:34

KOK BISA..!! Harga Ikan Mahal di Kampung Nelayan

TALISAYAN - Meskipun sejumlah kampung di pesisir selatan Berau dikenal sebagai daerah penghasil ikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .