MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 06 Januari 2018 12:42
Tak Diakui sebagai Warga Giring-Giring

Ayah Cabul yang Menghamili Anak Kandungnya

TAK BERMORAL: Fn berada di Mapolres Berau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena tega menghamili anak kandungnya.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kasus pencabulan yang dilakukan Fn (49) terhadap anaknya W (16), sampai hamil dua bulan, dinilai merusak nama baik Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-biduk. Pasalnya, pelaku dan korban sudah menetap di kampung tersebut selama sebulan lebih, dan dianggap sebagai bagian dari warga kampung.

Namun, karena perbuatannya yang sudah mencoreng nama baik kampung, Kepala Kampung Giring-Giring Irvand Kiay, menolak jika pelaku dan korban dianggap sebagai warga Giring-Giring.

Irvand menegaskan, pelaku dan korban merupakan warga pendatang yang berasal dari Sulawesi Tengah. Fn datang ke Bidukbiduk untuk mencari pekerjaan sebagai pemanjat kelapa. Awalnya, lanjut Irvand, Fn datang ke Kampung Teluk Sulaiman sekitar beberapa bulan lalu. Namun karena di Teluk Sulaiman permintaan untuk memanjat pohon kelapa tak banyak, Fn lantas dipanggil warganya untuk memetik buah kelapa di Kampung Giring-Giring.

"Yang manggil ketua RT 4 (Kampung Giring-Giring)," jelas Irvand kepada Berau Post kemarin (5/1).

Rencananya, Fn akan bekerja sekitar sebulan untuk memanjat kelapa di Giring-Giring. Namun karena sudah memasuki musim hujan, pekerjaannya jadi molor hingga dua bulan. "Jadi selama di kampung, dia sama anaknya tinggal di rumah punya ketua RT," katanya.

Fn yang menetap hampir dua bulan di kampungnya, disebut tak pernah mengurus administrasi kependudukan. Sampai akhirnya Fn menikahkan anaknya dengan pemuda kampung yang memang menjalin asmara dengan anaknya.

"Intinya yang kami ingin perjelas, tidak ada warga Kampung Giring-Giring yang melakukan perbuatan bejat seperti itu. Mereka hanya pendatang yang bekerja di kampung. Makanya ini kami klarifikasi, karena sudah membuat nama baik warga kampung tercoreng akibat perbuatan bejatnya," pungkas Irvand.

Sebelumnya diberitakan, Fn (49) disebut warga Kampung Giring-Giring, tak patut menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Fn kerap kali menyetubuhi anak perempuannya W (16) hingga hamil dua bulan.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, mengatakan, terungkapnya persetubuhan yang dilakukan Fn, justru setelah W menikah dengan pemuda berinisial Dn (21), pada Desember 2017 lalu. Tiga pekan setelah pernikahan, W merasa kerap mual layaknya wanita yang sedang hamil.

Selanjutnya, W dibawa oleh kakaknya ke puskesmas untuk pemeriksaan. Dan benar, W ternyata tengah mengandung, tapi bukan hasil pernikahannya dengan Dn, melainkan dari ayah kandungnya sendiri. Apalagi kandungannya lebih tua usianya dari pernikahannya, yakni sudah dua bulan.

“Saudara korban maupun suaminya kemudian menanyakan perihal ini, dan korban mengaku hamil karena kerap disetubuhi ayahnya sebelum menikah,” terang Pramuja Sigit Wahono, Rabu (3/1).

Setelah mendapatkan pengakuan tersebut, suami dan saudara W melapor ke Mapolsek Bidukbiduk pada akhir Desember 2017. Fn yang dilaporkan sempat kabur dari rumah dan baru berhasil diamankan pada 2 Januari 2018.

Dari keterangan korban, perbuatan bejat ayahnya dilakukan selama 2017. Meski demikian, korban tak mengingat sudah berapa kali disetubuhi ayahnya. “Pada awalnya, ketika tidur malam, korban merasa ada yang menindis. Saat terbangun, dia melihat ayahnya sendiri dan menyetubuhinya,” jelas kapolres.

Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diketahui sudah bercerai dengan istrinya, dan tinggal satu rumah dengan W. Terkait motif Fn nekat menyetubuhi anaknya sendiri, masih didalami oleh penyidik.

Atas perbuatannya, Fn harus mendekam di balik jeruji besi ruang tahanan Mapolres Berau. Dia terancam dijerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yakni Pasal 81 ayat 2 dan 3 dengan ancaman penjara 15 tahun dan ditambah sepertiga dari ancaman pidana tersebut. “Ditambah sepertiga karena yang melakukan orang terdekat,” pungkasnya. (*/sin/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:23

Terus Berproses, Jaksa Teliti Berkas

TANJUNG REDEB – Penyidik kembali melimpahkan berkas perkara kasus perusakan…

Rabu, 23 Januari 2019 12:21

Air Laut Naik hingga 2 Meter

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:20

Sudah Waktunya Ditangani

TANJUNG REDEB – Fenomena Supermoon membuat air laut naik cukup…

Rabu, 23 Januari 2019 12:17

Sesak, Satu Ruangan Fungsi Ganda

Pelayanan untuk kesehatan tentu harus senyaman mungkin, tentu harus didukung…

Selasa, 22 Januari 2019 14:23

Lakukan Studi Kelayakan Dulu

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanahan Berau, siap melakukan studi kelayakan…

Selasa, 22 Januari 2019 14:18

Kamaruddin Akui Caleg PBB

TANJUNG REDEB – Walau sempat tak mengetahui kebenarannya, kemarin (21/1)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:16

Diduga Tak Bisa Berenang, Nelayan Tewas Tenggelam

TALISAYAN – Setelah melakukan pencarian selama satu malam, pada Minggu…

Selasa, 22 Januari 2019 14:15

Penderita DBD Capai 38 Orang

TANJUNG REDEB – Pada pekan ketiga Januari 2019, jumlah pasien…

Selasa, 22 Januari 2019 14:11

Antisipasi Kemacetan, Jalan Milono Jadi Percontohan

Pemerintah terus bergerak menata Kabupaten Berau, termasuk halnya menata lalu…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*