MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 06 Januari 2018 12:50
Data Tak Sesuai dengan Fakta Lapangan

Penyelesaian Tapal Batas di Talisayan Molor

David Pamuji

PROKAL.CO, TALISAYAN – Penyelesaian tapal batas  antarkampung di Kecamatan Talisayan yang kembali mundur. Padahal, penyelesaian persoalan tersebut ditarget tuntas tahun lalu.

Camat Talisayan David Pamuji mengatakan, mundurnya penyelesaian tapal batas antarkampung lantaran data dan kondisi di lapangan ada yang tidak sinkron. Hal itu membuat Kampung Dumaring, Purnasari Jaya dan Eka Sapta yang sudah menandatangani berita acara kesepakatan pada November 2016, harus dibatalkan.

Pria yang karib disapa Pamuji itu menjelaskan terjadi tumpang tindih lahan dan banyak patokan sebagai titik koordinat yang hilang.  “Anehnya, dalam berita acara itu terdapat tujuh patok. Tapi, ketika kami melakukan peninjauan di lapangan, Kamis (4/1), di lapangan hanya ditemukan satu. Bahkan hasil peninjauan, terdapat batas kampung yang tumpang tindih. Kok bisa saat itu ditandatangani dan disepakati,” katanya kepada awak Berau Post, Jumat (5/1).

Tidak mau berprasangka buruk, Pamuji menduga terjadi kesalahan pengetikan ketika hendak ditandantangani. “Kemungkinan terjadi diskomunikasi atau kesalahan pengetikan. Berarti pihak terkait saat kesepakatan dibuat kemudian ditandatangani, tidak membacanya terlebih dahulu,” tambahnya.

Penyelesaian ini harus segera dikebut penyelesaiannya. Pasalnya, berita acara kesepoakatan telah diberikan ke Pemkab Berau, untuk menjadi acuan ketetapan wilayah administrasi yang akan dituangkan ke dalam peraturan bupati (Perbup) nantinya.

“Karena berita acaranya sah, ditandatangani pihak bersangkutan. Oleh karena itu, sebelum Perbup diturunkan, harus segera dilaporkan dan mengganti dengan yang baru,” ucapnya.

Hasil peninjauan tersebut, akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan pihak terkait, Senin (8/1) mendatang. Dalam penyelesaian ini, pihak Pemerintah Kecamatan Talisayan juga mendatangkan tim teknis dari Dinas Pertanahan Berau. “Mudahan saja secepatnya selesai. Agar segera kita laporkan dan menganti berita acara yang salah dengan yang benar,” pintanya.

Sementara, Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin juga membenarkan, tapal batas wilayahnya dengan Kampung Purnasari dan Eka Sapta mengalami kesalahan. Ia mengungkapkan, isi berita acara tidak sesuai dengan kesepakatan antarpemerintah kampung saat itu. Terutama wilayahnya dengan Kampung Eka Sapta.

“Apa yang dikatakan Camat Talisayan, David Pamuji benar. Fakta di lapangan tidak sesuai berita acara kesepakatan pada 2016 lalu. Banyak kesalahan yang ditemukan,” terangnya.

Jika mengacu pada berita acara, Kampung Eka Sapta akan kehilangan 120 hektare lahan. Aplagi, sebagian luasan wilayah terdapat lahan sektifikat. “Inilah salah satu acuan kami untuk disampaikan dalam pertemuan nantinya. Karena, saya menginginkan penyelesaian ini tidak ada yang dirugikan,” ucapnya.

Namun Udin menyayangkan, dalam peninjauan beberapa hari lalu, Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono tidak hadir mengikuti peninjauan di lapangan. Apalagi, pihak yang diutus tidak memiliki dasar atau peta transmigrasi serbagai acuan penyelesaianbatas wilayah ini.

“Jika ada kepala kampung ikut, bisa kita koordinasikan di lapangan dan mengambil kesepakatan. Agar permasalahan ini cepat selesai. Sedangkan pihak yang diutus, tidak berani mengambil kesimpulan,” imbunya.

Sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh kepala kampung dapat hadir tampa diwakilkan dalam pertemuan nanti. ”Saya pun sampai kesal dan mengatakan, bagaimana kampung eks transmingrasi ditarik semua ke kampung induk (Dumaring). Baru kami yang bagi. Bagaimana tidak jengkel, ini pertemuan ke enam, namun belum juga ada kesepakatan pasti,” pungkasnya.

Serupa juga dikatakan Sekretaris Eka Sapta, Nuri Jauhari. ”Saya sependapat dengan Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin. Penyelesaian ini tidak dapat diwakili. Kepala kampung juga harus terlibat langsung,” tuturnya.

Selain untuk menyusun program kerja kampung dan pemaksimalan pemanfaatan maupun pengembangan potensi, dikebutnya penyelesaian tapal batas ini untuk menghindari kontra antar warga terjadi.

“Ini yang tidak kita inginkan terjadi. Masalah lahan, apalagi jika terjadi tumpang tindih jangan dianggap permasalahn sepele. Jadi, berikan waktu dan bersama-sama kita menyelesaikannya,” singkatnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:27

Pesawat Amfibi Diwacanakan Beroperasi di Maratua

TANJUNG REDEB – Pulau Maratua memang memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Hal itu…

Selasa, 25 September 2018 13:26

Hari Statistik Nasional, Perayaan bagi Seluruh Insan Statistik

DEWASA ini, statistik memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa. Peran data sebagai penentu kebijakan…

Selasa, 25 September 2018 13:25

Diserang Penyu, Pengembangan Rumput Laut Terpaksa Dihentikan

BATU PUTIH - Pengembangan rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih mengalami kendala.…

Selasa, 25 September 2018 13:24

September, BPBD Tangani 11 Karhutla

TANJUNG REDEB – Pada September ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, terhitung…

Selasa, 25 September 2018 13:24

TRC Respons Keluhan Warga

TANJUNG REDEB - Menindak lanjuti kondisi Jalan Bujangga yang berpotensi membahayakan pengendara, karena…

Selasa, 25 September 2018 13:23

Pantai Giring-Giring Abrasi, Warga Khawatir

BIDUKBIDUK- Warga yang berada di sekitar pantai Kampung Giring-Giring Kecamatan Bidukbiduk, mulai waswas…

Senin, 24 September 2018 13:24

Solar Eceran Mulai Langka di Talisayan

TALISAYAN - Sulitnya mendapatkan solar eceran di Kecamatan Batu Putih, juga terjadi di Kampung Talisayan…

Senin, 24 September 2018 13:23

Demi Keamanan, Bidukbiduk Perlu Bus Sekolah

BIDUKBIDUK- Belum adanya alat transportasi antar jemput siswa di Kecamatan Bidukbiduk, membuat puluhan…

Senin, 24 September 2018 13:22

Warga Masih Khawatir dengan Teror Kuyang

BATU PUTIH - Dampak dari penampakan yang diduga kuyang, hingga kini masih menimbulkan kekhawatiran masyarakat…

Senin, 24 September 2018 13:22

Aktivitas di Tepi Jalan Bujangga Jadi Perhatian

TANJUNG REDEB - Setelah menurunkan beban kendaraan yang melintas di Jalan Bujangga, dari 8 ton mejadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .