MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 06 Januari 2018 12:50
Data Tak Sesuai dengan Fakta Lapangan

Penyelesaian Tapal Batas di Talisayan Molor

David Pamuji

PROKAL.CO, TALISAYAN – Penyelesaian tapal batas  antarkampung di Kecamatan Talisayan yang kembali mundur. Padahal, penyelesaian persoalan tersebut ditarget tuntas tahun lalu.

Camat Talisayan David Pamuji mengatakan, mundurnya penyelesaian tapal batas antarkampung lantaran data dan kondisi di lapangan ada yang tidak sinkron. Hal itu membuat Kampung Dumaring, Purnasari Jaya dan Eka Sapta yang sudah menandatangani berita acara kesepakatan pada November 2016, harus dibatalkan.

Pria yang karib disapa Pamuji itu menjelaskan terjadi tumpang tindih lahan dan banyak patokan sebagai titik koordinat yang hilang.  “Anehnya, dalam berita acara itu terdapat tujuh patok. Tapi, ketika kami melakukan peninjauan di lapangan, Kamis (4/1), di lapangan hanya ditemukan satu. Bahkan hasil peninjauan, terdapat batas kampung yang tumpang tindih. Kok bisa saat itu ditandatangani dan disepakati,” katanya kepada awak Berau Post, Jumat (5/1).

Tidak mau berprasangka buruk, Pamuji menduga terjadi kesalahan pengetikan ketika hendak ditandantangani. “Kemungkinan terjadi diskomunikasi atau kesalahan pengetikan. Berarti pihak terkait saat kesepakatan dibuat kemudian ditandatangani, tidak membacanya terlebih dahulu,” tambahnya.

Penyelesaian ini harus segera dikebut penyelesaiannya. Pasalnya, berita acara kesepoakatan telah diberikan ke Pemkab Berau, untuk menjadi acuan ketetapan wilayah administrasi yang akan dituangkan ke dalam peraturan bupati (Perbup) nantinya.

“Karena berita acaranya sah, ditandatangani pihak bersangkutan. Oleh karena itu, sebelum Perbup diturunkan, harus segera dilaporkan dan mengganti dengan yang baru,” ucapnya.

Hasil peninjauan tersebut, akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan pihak terkait, Senin (8/1) mendatang. Dalam penyelesaian ini, pihak Pemerintah Kecamatan Talisayan juga mendatangkan tim teknis dari Dinas Pertanahan Berau. “Mudahan saja secepatnya selesai. Agar segera kita laporkan dan menganti berita acara yang salah dengan yang benar,” pintanya.

Sementara, Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin juga membenarkan, tapal batas wilayahnya dengan Kampung Purnasari dan Eka Sapta mengalami kesalahan. Ia mengungkapkan, isi berita acara tidak sesuai dengan kesepakatan antarpemerintah kampung saat itu. Terutama wilayahnya dengan Kampung Eka Sapta.

“Apa yang dikatakan Camat Talisayan, David Pamuji benar. Fakta di lapangan tidak sesuai berita acara kesepakatan pada 2016 lalu. Banyak kesalahan yang ditemukan,” terangnya.

Jika mengacu pada berita acara, Kampung Eka Sapta akan kehilangan 120 hektare lahan. Aplagi, sebagian luasan wilayah terdapat lahan sektifikat. “Inilah salah satu acuan kami untuk disampaikan dalam pertemuan nantinya. Karena, saya menginginkan penyelesaian ini tidak ada yang dirugikan,” ucapnya.

Namun Udin menyayangkan, dalam peninjauan beberapa hari lalu, Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono tidak hadir mengikuti peninjauan di lapangan. Apalagi, pihak yang diutus tidak memiliki dasar atau peta transmigrasi serbagai acuan penyelesaianbatas wilayah ini.

“Jika ada kepala kampung ikut, bisa kita koordinasikan di lapangan dan mengambil kesepakatan. Agar permasalahan ini cepat selesai. Sedangkan pihak yang diutus, tidak berani mengambil kesimpulan,” imbunya.

Sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh kepala kampung dapat hadir tampa diwakilkan dalam pertemuan nanti. ”Saya pun sampai kesal dan mengatakan, bagaimana kampung eks transmingrasi ditarik semua ke kampung induk (Dumaring). Baru kami yang bagi. Bagaimana tidak jengkel, ini pertemuan ke enam, namun belum juga ada kesepakatan pasti,” pungkasnya.

Serupa juga dikatakan Sekretaris Eka Sapta, Nuri Jauhari. ”Saya sependapat dengan Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin. Penyelesaian ini tidak dapat diwakili. Kepala kampung juga harus terlibat langsung,” tuturnya.

Selain untuk menyusun program kerja kampung dan pemaksimalan pemanfaatan maupun pengembangan potensi, dikebutnya penyelesaian tapal batas ini untuk menghindari kontra antar warga terjadi.

“Ini yang tidak kita inginkan terjadi. Masalah lahan, apalagi jika terjadi tumpang tindih jangan dianggap permasalahn sepele. Jadi, berikan waktu dan bersama-sama kita menyelesaikannya,” singkatnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*