MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 07 Januari 2018 00:06
Sering Ditolak Masyarakat, Kendala Dijadikan Motivasi

Mengenal Petugas-Petugas Kesehatan Kampung: Alfi Prasasti (29)

BERI YANG TERBAIK: Alfi Prasasti ketika memberi penyuluhan program kesehatan lingkungan pada warga Batu Putih, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Lebih sering berhadapan dengan masyarakat, menjadi tantangan bagi seorang Sanitarian. Apalagi tanggung jawab untuk melakukan pengamatan, pengawasan, sekaligus pemberdayaan masyarakat, demi perbaikan kualitas kesehatan lingkungan.

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

MEMBERIKAN pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, nyatanya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Penolakan demi penolakan menjadi pengalaman yang paling diingat Alfi Prasasti, yang sudah tiga tahun mengabdikan dirinya sebagai Sanitarian di Puskesmas Induk Batu Putih.

Bahkan, tidak jarang Alfi ditutupi pintu oleh warga yang belum bisa menerima program-program kesehatan yang digagas olehnya sebagai Sanitarian. Padahal, itu semua demi kebaikan masyarakat agar kesehatan lingkungan bisa dicapai.

"Enggak semua, tapi kadang begitu. Belum kita sampai di rumah warga, mereka sudah menutup pintu duluan. Kalau sudah begitu, ya mau bagaimana lagi," ungkap ibu satu anak ini kepada Berau Post kemarin (6/1).

Meski sudah dibantu oleh rekan-rekan petugas kesehatan lainnya,  tetapi sebagai satu-satunya Sanitarian, perempuan kelahiran Berau ini kerap merasa kewalahan.

Apalagi ada beberapa kampung yang cukup jauh dari Puskesmas Induk Batu Putih dan harus ditempuh melalui jalur air sekitar 45 menit menggunakan speedboat. "Itu kalau kita mau kunjungan ke rumah-rumah warga di Pulau Balikukup," ujarnya.

Itu belum ditambah dengan kendala fasilitas penunjung kerja yang masih minim. Beberapa kali, agar program kesehatan lingkungan bisa berjalan dengan baik, dirinya harus meminjam peralatan dari puskesmas lain.

"Alat-alat Sanitarian belum ada, susah memang. Harus ke Tanjung (Redeb) dulu. Misal kalau kita ambil sampel air dari depot air minum warga, itu untuk cek laboratorium harus ke Dinas Kesehatan," jelas perempuan kelahiran 3 Oktober 1992 ini. 

Meskipun begitu, dirinya mengaku belum sekalipun merasa kapok. Bagi perempuan berusia 23 tahun ini, apapun yang terjadi sudah merupakan risiko pekerjaan yang dijalaninya selama tiga tahun ini. Ia sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu dengan merasa jera, setelah mau tidak mau memilih tinggal jauh dari suami dan anak tercintanya.

Di luar tugasnya, warga memberikan sambutan yang begitu hangat. Hal itu yang justru membuatnya berkeinginan untuk tetap tinggal dan terus memberikan yang terbaik.

"Ya, namanya juga berurusan dengan masyarakat, susah-susah gampang. Ada yang menerima, ada yang enggak, yang nurut tapi enggak menjalankan juga ada," ujarnya.

"Baik-baik semua kok, cuma kalau soal program memang agak susah. Seperti kalau kita sarankan cek laboratorium untuk depot air minum, kita ambil sampel airnya. Kadang orang yang punya depot air enggak mau, katanya biayanya mahal. Enggak sebanding dengan modal usaha mereka. Kalau sudah begitu, kadang kita serba salah," tambahnya lagi.

Ia hanya berharap, masyarakat akan semakin mengerti pentingnya mempertahankan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu semua akan dimudahkan, baik dirinya sebagai petugas maupun masyarakat yang menjadi sasaran program kesehatan lingkungan. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:21

Pelindo Tak Pernah Terima Permohonan Pandu

TANJUNG REDEB – Manajer Pelayanan Kapal Pelindo IV Berau, Manggi, menyebut tugboat Bintang Setiawan…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Progres Perbaikan Masih 15 Persen

MARATUA – Perbaikan atas kerusakan beberapa fasilitas di Pulau Kakaban, belum menunjukkan progres…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Hanya 1 Formasi untuk K2

TANJUNG REDEB – Menjelang dibukanya tahap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018,…

Senin, 24 September 2018 13:21

Terseret Tongkang, Tugboat Bintang Setiawan Terbalik

TANJUNG REDEB – Tugboat atau kapal tunda dengan nama lambung TB Bintang Setiawan 98, kandas di…

Senin, 24 September 2018 13:19

Perekrutan Dilakukan Sekolah

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pendidikan Berau Didi Rahmadi, mengakui jika instruksi presiden…

Minggu, 23 September 2018 15:32

Pusat Diminta Cari Solusi, Larangan Pemkab Mengangkat Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram, anggap keputusan Presiden Republik Indonesia yang meminta…

Minggu, 23 September 2018 15:30

Agendakan World Summit Coral Triangle di Maratua

TANJUNG REDEB - Banyak gagasan yang bisa dilakukan dalam mempromosikan Pulau Maratua di Berau, sebagai…

Minggu, 23 September 2018 12:30

Hari Ini Masa Kampanye Dimulai

TANJUNG REDEB - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, telah menetapkan daftar calon tetap (DCT) sebanyak…

Sabtu, 22 September 2018 11:27

Keteladanan Lebih Baik dari Seribu Nasihat

TANJUNG REDEB – Rangkaian kegiatan memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-208 Kota Tanjung Redeb dan…

Sabtu, 22 September 2018 11:26

Tak Perlu Ditutup-tutupi, KPU Diminta Beber Caleg Mantan Napi

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau diminta lebih terbuka kepada masyarakat, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .