MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 07 Januari 2018 00:06
Sering Ditolak Masyarakat, Kendala Dijadikan Motivasi

Mengenal Petugas-Petugas Kesehatan Kampung: Alfi Prasasti (29)

BERI YANG TERBAIK: Alfi Prasasti ketika memberi penyuluhan program kesehatan lingkungan pada warga Batu Putih, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Lebih sering berhadapan dengan masyarakat, menjadi tantangan bagi seorang Sanitarian. Apalagi tanggung jawab untuk melakukan pengamatan, pengawasan, sekaligus pemberdayaan masyarakat, demi perbaikan kualitas kesehatan lingkungan.

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

MEMBERIKAN pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, nyatanya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Penolakan demi penolakan menjadi pengalaman yang paling diingat Alfi Prasasti, yang sudah tiga tahun mengabdikan dirinya sebagai Sanitarian di Puskesmas Induk Batu Putih.

Bahkan, tidak jarang Alfi ditutupi pintu oleh warga yang belum bisa menerima program-program kesehatan yang digagas olehnya sebagai Sanitarian. Padahal, itu semua demi kebaikan masyarakat agar kesehatan lingkungan bisa dicapai.

"Enggak semua, tapi kadang begitu. Belum kita sampai di rumah warga, mereka sudah menutup pintu duluan. Kalau sudah begitu, ya mau bagaimana lagi," ungkap ibu satu anak ini kepada Berau Post kemarin (6/1).

Meski sudah dibantu oleh rekan-rekan petugas kesehatan lainnya,  tetapi sebagai satu-satunya Sanitarian, perempuan kelahiran Berau ini kerap merasa kewalahan.

Apalagi ada beberapa kampung yang cukup jauh dari Puskesmas Induk Batu Putih dan harus ditempuh melalui jalur air sekitar 45 menit menggunakan speedboat. "Itu kalau kita mau kunjungan ke rumah-rumah warga di Pulau Balikukup," ujarnya.

Itu belum ditambah dengan kendala fasilitas penunjung kerja yang masih minim. Beberapa kali, agar program kesehatan lingkungan bisa berjalan dengan baik, dirinya harus meminjam peralatan dari puskesmas lain.

"Alat-alat Sanitarian belum ada, susah memang. Harus ke Tanjung (Redeb) dulu. Misal kalau kita ambil sampel air dari depot air minum warga, itu untuk cek laboratorium harus ke Dinas Kesehatan," jelas perempuan kelahiran 3 Oktober 1992 ini. 

Meskipun begitu, dirinya mengaku belum sekalipun merasa kapok. Bagi perempuan berusia 23 tahun ini, apapun yang terjadi sudah merupakan risiko pekerjaan yang dijalaninya selama tiga tahun ini. Ia sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu dengan merasa jera, setelah mau tidak mau memilih tinggal jauh dari suami dan anak tercintanya.

Di luar tugasnya, warga memberikan sambutan yang begitu hangat. Hal itu yang justru membuatnya berkeinginan untuk tetap tinggal dan terus memberikan yang terbaik.

"Ya, namanya juga berurusan dengan masyarakat, susah-susah gampang. Ada yang menerima, ada yang enggak, yang nurut tapi enggak menjalankan juga ada," ujarnya.

"Baik-baik semua kok, cuma kalau soal program memang agak susah. Seperti kalau kita sarankan cek laboratorium untuk depot air minum, kita ambil sampel airnya. Kadang orang yang punya depot air enggak mau, katanya biayanya mahal. Enggak sebanding dengan modal usaha mereka. Kalau sudah begitu, kadang kita serba salah," tambahnya lagi.

Ia hanya berharap, masyarakat akan semakin mengerti pentingnya mempertahankan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu semua akan dimudahkan, baik dirinya sebagai petugas maupun masyarakat yang menjadi sasaran program kesehatan lingkungan. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Dokter di Pulau Derawan Kosong, Akibat Kontrak Tahunan

PULAU DERAWAN – Masyarakat di Pulau Derawan tampaknya harus bersabar mendapat pelayanan kesehatan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat

TANJUNG REDEB – Angin kencang disertai hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan ini.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

Adu Peruntungan di Badai Politik

TANJUNG REDEB – 2018 tepat disebut sebagai tahun politik. Atmosfernya tidak hanya dirasakan oleh…

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:07

COP Bakal Lepasliarkan 5 Orangutan

KELAY – Keberadaan Orangutan di sekitar Hutan Lindung Lesan, Kecamatan Kelay kian hari semakin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .