MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 07 Januari 2018 00:06
Sering Ditolak Masyarakat, Kendala Dijadikan Motivasi

Mengenal Petugas-Petugas Kesehatan Kampung: Alfi Prasasti (29)

BERI YANG TERBAIK: Alfi Prasasti ketika memberi penyuluhan program kesehatan lingkungan pada warga Batu Putih, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Lebih sering berhadapan dengan masyarakat, menjadi tantangan bagi seorang Sanitarian. Apalagi tanggung jawab untuk melakukan pengamatan, pengawasan, sekaligus pemberdayaan masyarakat, demi perbaikan kualitas kesehatan lingkungan.

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

MEMBERIKAN pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, nyatanya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Penolakan demi penolakan menjadi pengalaman yang paling diingat Alfi Prasasti, yang sudah tiga tahun mengabdikan dirinya sebagai Sanitarian di Puskesmas Induk Batu Putih.

Bahkan, tidak jarang Alfi ditutupi pintu oleh warga yang belum bisa menerima program-program kesehatan yang digagas olehnya sebagai Sanitarian. Padahal, itu semua demi kebaikan masyarakat agar kesehatan lingkungan bisa dicapai.

"Enggak semua, tapi kadang begitu. Belum kita sampai di rumah warga, mereka sudah menutup pintu duluan. Kalau sudah begitu, ya mau bagaimana lagi," ungkap ibu satu anak ini kepada Berau Post kemarin (6/1).

Meski sudah dibantu oleh rekan-rekan petugas kesehatan lainnya,  tetapi sebagai satu-satunya Sanitarian, perempuan kelahiran Berau ini kerap merasa kewalahan.

Apalagi ada beberapa kampung yang cukup jauh dari Puskesmas Induk Batu Putih dan harus ditempuh melalui jalur air sekitar 45 menit menggunakan speedboat. "Itu kalau kita mau kunjungan ke rumah-rumah warga di Pulau Balikukup," ujarnya.

Itu belum ditambah dengan kendala fasilitas penunjung kerja yang masih minim. Beberapa kali, agar program kesehatan lingkungan bisa berjalan dengan baik, dirinya harus meminjam peralatan dari puskesmas lain.

"Alat-alat Sanitarian belum ada, susah memang. Harus ke Tanjung (Redeb) dulu. Misal kalau kita ambil sampel air dari depot air minum warga, itu untuk cek laboratorium harus ke Dinas Kesehatan," jelas perempuan kelahiran 3 Oktober 1992 ini. 

Meskipun begitu, dirinya mengaku belum sekalipun merasa kapok. Bagi perempuan berusia 23 tahun ini, apapun yang terjadi sudah merupakan risiko pekerjaan yang dijalaninya selama tiga tahun ini. Ia sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu dengan merasa jera, setelah mau tidak mau memilih tinggal jauh dari suami dan anak tercintanya.

Di luar tugasnya, warga memberikan sambutan yang begitu hangat. Hal itu yang justru membuatnya berkeinginan untuk tetap tinggal dan terus memberikan yang terbaik.

"Ya, namanya juga berurusan dengan masyarakat, susah-susah gampang. Ada yang menerima, ada yang enggak, yang nurut tapi enggak menjalankan juga ada," ujarnya.

"Baik-baik semua kok, cuma kalau soal program memang agak susah. Seperti kalau kita sarankan cek laboratorium untuk depot air minum, kita ambil sampel airnya. Kadang orang yang punya depot air enggak mau, katanya biayanya mahal. Enggak sebanding dengan modal usaha mereka. Kalau sudah begitu, kadang kita serba salah," tambahnya lagi.

Ia hanya berharap, masyarakat akan semakin mengerti pentingnya mempertahankan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu semua akan dimudahkan, baik dirinya sebagai petugas maupun masyarakat yang menjadi sasaran program kesehatan lingkungan. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:35

Bayang-Bayang Kekerasan terhadap Perempuan

DI tengah gencarnya beberapa pihak memperjuangkan kesetaraan gender secara nasional, tampaknya belum…

Jumat, 20 April 2018 00:28

Maksimalkan Pajak Daerah dari THM

TANJUNG REDEB – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan jajaran Pemkab Berau dipimpin Wakil Bupati…

Jumat, 20 April 2018 00:27

Soal Pengecatan Pasar yang Mendahului Proyek, Bupati: Itu Menyalahi Aturan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram memastikan akan melakukan evaluasi dalam jajaran Dinas Perindustrian…

Jumat, 20 April 2018 00:26

Pendanaan dari Tiga Sumber

PELAKSANAAN Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kaltim pada Mei 2018 nanti, sudah kian…

Jumat, 20 April 2018 00:24

OPD Butuh Pendampingan TP4D

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Syarifatul Syadiah, menyayangkan…

Kamis, 19 April 2018 12:45

Dinas dan UPT Tak Sinkron

TELUK BAYUR – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau Wiyati,…

Kamis, 19 April 2018 12:42

DPT Berau Berkurang

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT)…

Kamis, 19 April 2018 12:38

Tiap Tahun Rusak, Tiap Tahun Diperbaiki

TANJUNG REDEB – Unsur Pimpinan DPRD, meminta Pemkab Berau membuat regulasi baru untuk mengatur…

Rabu, 18 April 2018 18:51

PPRA 57 Rencanakan Seminar Demokrasi

JAKARTA – Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)…

Rabu, 18 April 2018 12:24

Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Umat Islam Lebih Feminin

JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal Prof DR KH Nasaruddin Umar MA mengajak umat Islam lebih feminin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .