MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 07 Januari 2018 00:06
Sering Ditolak Masyarakat, Kendala Dijadikan Motivasi

Mengenal Petugas-Petugas Kesehatan Kampung: Alfi Prasasti (29)

BERI YANG TERBAIK: Alfi Prasasti ketika memberi penyuluhan program kesehatan lingkungan pada warga Batu Putih, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Lebih sering berhadapan dengan masyarakat, menjadi tantangan bagi seorang Sanitarian. Apalagi tanggung jawab untuk melakukan pengamatan, pengawasan, sekaligus pemberdayaan masyarakat, demi perbaikan kualitas kesehatan lingkungan.

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

MEMBERIKAN pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, nyatanya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Penolakan demi penolakan menjadi pengalaman yang paling diingat Alfi Prasasti, yang sudah tiga tahun mengabdikan dirinya sebagai Sanitarian di Puskesmas Induk Batu Putih.

Bahkan, tidak jarang Alfi ditutupi pintu oleh warga yang belum bisa menerima program-program kesehatan yang digagas olehnya sebagai Sanitarian. Padahal, itu semua demi kebaikan masyarakat agar kesehatan lingkungan bisa dicapai.

"Enggak semua, tapi kadang begitu. Belum kita sampai di rumah warga, mereka sudah menutup pintu duluan. Kalau sudah begitu, ya mau bagaimana lagi," ungkap ibu satu anak ini kepada Berau Post kemarin (6/1).

Meski sudah dibantu oleh rekan-rekan petugas kesehatan lainnya,  tetapi sebagai satu-satunya Sanitarian, perempuan kelahiran Berau ini kerap merasa kewalahan.

Apalagi ada beberapa kampung yang cukup jauh dari Puskesmas Induk Batu Putih dan harus ditempuh melalui jalur air sekitar 45 menit menggunakan speedboat. "Itu kalau kita mau kunjungan ke rumah-rumah warga di Pulau Balikukup," ujarnya.

Itu belum ditambah dengan kendala fasilitas penunjung kerja yang masih minim. Beberapa kali, agar program kesehatan lingkungan bisa berjalan dengan baik, dirinya harus meminjam peralatan dari puskesmas lain.

"Alat-alat Sanitarian belum ada, susah memang. Harus ke Tanjung (Redeb) dulu. Misal kalau kita ambil sampel air dari depot air minum warga, itu untuk cek laboratorium harus ke Dinas Kesehatan," jelas perempuan kelahiran 3 Oktober 1992 ini. 

Meskipun begitu, dirinya mengaku belum sekalipun merasa kapok. Bagi perempuan berusia 23 tahun ini, apapun yang terjadi sudah merupakan risiko pekerjaan yang dijalaninya selama tiga tahun ini. Ia sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu dengan merasa jera, setelah mau tidak mau memilih tinggal jauh dari suami dan anak tercintanya.

Di luar tugasnya, warga memberikan sambutan yang begitu hangat. Hal itu yang justru membuatnya berkeinginan untuk tetap tinggal dan terus memberikan yang terbaik.

"Ya, namanya juga berurusan dengan masyarakat, susah-susah gampang. Ada yang menerima, ada yang enggak, yang nurut tapi enggak menjalankan juga ada," ujarnya.

"Baik-baik semua kok, cuma kalau soal program memang agak susah. Seperti kalau kita sarankan cek laboratorium untuk depot air minum, kita ambil sampel airnya. Kadang orang yang punya depot air enggak mau, katanya biayanya mahal. Enggak sebanding dengan modal usaha mereka. Kalau sudah begitu, kadang kita serba salah," tambahnya lagi.

Ia hanya berharap, masyarakat akan semakin mengerti pentingnya mempertahankan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu semua akan dimudahkan, baik dirinya sebagai petugas maupun masyarakat yang menjadi sasaran program kesehatan lingkungan. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Pasien Dirawat di Lorong

TANJUNG REDEB –Ruang Dahlia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai kembali penuh. Bahkan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:08

Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur

TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian…

Kamis, 19 Juli 2018 01:14

Hakim Tolak Eksepsi Bupati

TANJUNG REDEB - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menolak eksepsi terdakwa pelanggaran…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:36
Bupati Jalani Sidang Perdana Pidana Kampanye Pilgub Kaltim 2018

Nyatakan Keberatan atas Dakwaan JPU

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menjalani sidang perdana atas dugaan pelanggaran pidana…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…

Rabu, 18 Juli 2018 13:27

Seluruh Pendaftar Lolos Verifikasi Berkas

Setelah jumlah pendaftar minimal terpenuhi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melanjutkan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:05

Sport Center Bukan untuk Porprov

TANJUNG REDEB - Walau serius membangun, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau memastikan Sport Center…

Selasa, 17 Juli 2018 01:04

Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran

TANJUNG REDEB – Masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan ikut serta pada pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .