MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 07 Januari 2018 00:08
TANTANGAN BIG DATA
OLEH: Agus Haryanto

PROKAL.CO, PADA era internet, setiap kali kita berselancar di dunia maya pastinya kita akan meninggalkan jejak digital. Di awal era komputer, mungkin jejak digital yang kita tinggalkan hanya akan terekam pada sebuah organisasi yang menyimpan data kita menggunakan komputer. Tapi saat ini semua jejak digital yang kita tinggalkan adalah data yang bisa mempunyai nilai yang tinggi.

Bisa kita bayangkan jejak digital yang ditinggalkan oleh para ibu-ibu yang berbelanja online, bapak-bapak yang membaca berita online, bahkan anak-anak kita yang sedang asyik bermain game online di gadget mereka. Semua aktivitas mereka itu akan meninggalkan jejak rekam data yang luar biasa besar.

Bicara soal data seringkali masih diartikan terbatas pada data berupa angka atau statistik. Tanpa disadari setiap individu saat ini menghasilkan serta berurusan dengan data. Mulai dari data sederhana berupa postingan di Twiter, Instagram, Facebook, obrolan di WhatsApp atau Line, hingga data penting seperti hasil pengolahan sensus maupun survei.

Pada era digital ini, data telah menjadi bagian yang sangat penting bagi peradaban manusia seperti halnya minyak bumi, yang telah mendapat julukan black gold, maka data bisa dikatakan sebagai new gold. Pernyataan tersebut disampaikan berdasar fakta bahwa data telah menjadi sumber keuntungan bagi para pelaku bisnis di dunia maya. Mereka hidup dari data yang mereka berdayakan.

Data adalah emas. Organisasi manapun yang mengusai emas, dapat dipastikan kekayaan dan kekuasaan ada ditangannya. Begitu juga halnya dengan data. Namun demikian, seperti halnya emas, data mesti digali, diproses dan dianalisa dengan serentetan teknologi tertentu demi mendapatkan nilai yang berharga dari lautan data.

Big Data merupakan jejak yang  kita tinggalkan di dunia digital. Frase tersebut  bagi sebagian orang  menimbulkan kekhawatiran tentang sebuah dunia tanpa  privasi, tentang perusahaan yang lebih mengetahui tentang diri kita,  tentang pemerintah  yang mengawasi orang-orang yang dianggap menjadi  ancaman bagi kekuasaan  mereka. Namun, sebagian beranggapan  apabila penggunaannya dalam cara yang bertanggungjawab, penuh rasa menghargai, dan sesuai konteks maka Big Data dapat memandu  kalangan individu dan institusi untuk membuat keputusan  yang lebih  baik, mendorong penyebaran ilmu pengetahuan, dan  meningkatkan laju  inovasi.

Data yang terus menerus mengalir setiap detik, luar biasa banyak dan beragam itulah yang kemudian dikenal dengan istilah Big Data. Banyak pihak mendefinisikan karakter Big Data sebagai 3V yaitu Volume, Variety,  dan Velocity. Dalam hal ini, Volume menggambarkan ukuran yang super besar, Variety menggambarkan jenis yang sangat beragam, dan Velocity menggambarkan laju pertumbuhan maupun perubahannya

Pertumbuhan Big Data yang terus "membesar" itu kemudian mendorong para ilmuwan data untuk mengembangkan inovasi Big Data Analytic Tool, yaitu perangkat yang dapat memproses dan mengolah data dalam jumlah yang besar dari berbagai sumber dengan variasi data berbeda, baik yang terstruktur (data structure) ataupun tidak terstruktur (data unstructured) untuk mendapatkan pola-pola yang terjadi sehingga dapat ditemukan korelasi dan menghasilkan informasi yang berguna dengan cepat.

Big Data adalah limpahan data dengan volume dan ragam yang melampaui kapasitas sistem manajemen data konvensional, yang terbentuk dari meluasnya penggunaan internet maupun pemanfaatan teknologi informasi yang semakin canggih.

Big data bukanlah semua tentang memiliki jumlah informasi tak terbatas melainkan lebih tentang menerima informasi berkualitas pada waktu-waktu tertentu yang signifikan terhadap suatu bisnis. Big data juga adalah tentang mengetahui pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan tentang bagaimana caranya membuat suatu bisnis menjadi lebih baik serta bagaimana cara untuk memiliki kemampuan untuk memprediksi trend masa depan. Karena untuk sukses pada zaman sekarang, kita haruslah mempunyai pandangan ke depan.

Kemampuan mengetahui lebih banyak hal dari korelasi dan pola-pola data yang dimiliki, seharusnya diikuti dengan semangat berinovasi. Menciptakan produk baru, memberikan layanan yang lebih baik, menjalin hubungan dengan stakeholders yang harmonis dan berkelanjutan. Jika tidak, selengkap dan secepat apa pun informasi berharga yang dihasilkan oleh Big Data Analytics , akan berakhir sebatas tampilan indah di layar komputer. Siap memasuki era Big Data artinya harus siap memasuki era penuh inovasi, kreatifitas, petualangan tanpa batas.

Peluang di depan mata terbentang luas bagi semua pihak. Jangan sibuk “berebut” satu kue yang sama, sementara kue-kue lain dibiarkan tak tersentuh. Tengok ke dalam dan  sekeliling bisnis Anda, ambil sebanyak mungkin informasi, kelola dan analisa, lalu manfaatkan hasilnya untuk menciptakan produk yang mampu menggebrak pasar. Tak hanya nasional, bahkan global. Masih bertanya “harus mulai dari mana”? Mulailah dengan Big Data! (*/app)

 

*) Pegawai Badan Pusat Statistik Berau

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

Beredarnya video penganiayaan seorang ibu kepada anak kandungnya di media sosial, membuat geram semua…

Senin, 21 Mei 2018 13:50

Ibu Senang, Bayi Girang

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan. Semua umat Islam bersuka cita atas kehadiran…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:24

SELAMAT DATANG RAMADAN

ALHAMDULILLAH, umat islam sudah memasuki bulan Ramadan, aromanya yang beberapa minggu lalu sudah semerbak…

Jumat, 18 Mei 2018 00:05

Penyegaran atau Balas Dendam?

BAHWA mutasi atau perombakan pejabat di lingkungan pemerintahan, baik di tingkat kabupaten dan kota…

Rabu, 16 Mei 2018 00:51

Islam Melawan Terorisme

JAGAT media kembali memberitakan aksi terorisme. Menurut keterangan juru bicara Kepolisian Daerah Jawa…

Selasa, 08 Mei 2018 00:28

Ekonomi Syukur

BERSYUKUR adalah salah satu ajaran terpenting dalam Islam. Bersyukur sebanding dengan bersabar.…

Senin, 07 Mei 2018 11:18

“Ya Allah, muliakan dan bahagiakanlah Pak Jokowi.”

SAAT membaca kalimat doa di atas, bagaimana tanggapan Anda? Ingat, respons Anda yang paling pertama…

Rabu, 02 Mei 2018 00:28

Ketika Hak “Dilayani” Terabaikan

MASIH terlintas di benak saya, sebanyak 42 kepala daerah mendapat penghargaan berupa piala dan piagam…

Senin, 30 April 2018 00:16

Kenapa Harus Sekolah Alam?

“Pak, saya doakan semoga Bapak terpilih nanti, dan harapan saya hanya satu. Saya ingin anak saya…

Sabtu, 21 April 2018 10:28

Kartini Kesehatan

RADEN Adjeng Kartini, sosok yang sangat menginspirasi. Tokoh emansipasi yang  menuntut persamaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .