MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 09 Januari 2018 11:28
Lirik Perkebunan Sawit, Tetap Perhatikan Pertanian
Ilustrasi

PROKAL.CO, TALISAYAN – Berbeda dengan Imam Supriadi, mantan Kepala Kampung Eka Sapta yang menggeliatkan komoditas jagung sebagai sektor unggulan dalam menggerakkan roda perekonomian daerahnya. Justru berbeda dengan program yang akan dijalankan Kepala Kampung Eka sapta yang baru, Syamsul Arifin.

Syamsul lebih condong tertarik mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Selain aspek lingkungan secara geografis mendukung, sektor itu juga dinilai lebih menguntungkan dari segi ekonomis dari jenis tanaman lainnya. Harga dan pemasarannya pun jelas, menjadi pertimbangan utama pihaknya.

“Itu masih rencana saya. Saya melihat sawit keuntungannya bisa ditebak. Selain dapat mensejahterakan warga, potensi itu juga dapat dijadikan sumber pendapatan kampung,” katanya kepada Berau Post, Senin (8/1).

Tetapi, lanjut dia, bukan berarti dirinya meninggalkan kesuksesan yang telah diraih kepemimpin terdahulu. Hanya saja, Syamsul memiliki planing dapat sepenuhnya mengembangkan potensi yang ada di Kampung Eka Sapta secara maksimal.

“Kampung ini kan sudah dikenal sebagai lumbung jagung, harus dipertahankan. Tidak hanya dipertahankan, sebisa mungkin akan mendapatkan prestasi yang lebih baik. Hanya saja, ini lebih kepada pemaksimalan potensi saja,” jelasnya.

Memaksimalkan rencana itu, dirinya akan menghidupkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk mengelola potensi di daerahnya. Menurutnya, BUMK memiliki andil terhadap pembangunan kampung sesuai keinginan pemerintah pusat.

“Rencananya fokus ke pertanian dan perkebunan. Namun untuk langkah awal, saya lebih melihat sawit yang bisa diandalkan sebagai sumber pendapatan. Jika sukses, barulah melangkah ke sektor lainnya,” terang Syamsul.

Sebelum merealisasikan rencananya itu, Syamsul akan berkoordinasi dengan aparatur dan seluruh elemen warga Kampung Eka Sapta. Tujuannya, agar rencana ini tidak menimbulkan gejolak di lingkup Pemerintah Kampung Eka Sapta.

“Jika disetujui barulah kita laksanakan. Saya memiliki moto untuk menjadikan Eka Sapta sebagai perkampungan mandiri. Itu yang sangat saya harapkan dari rencana ini,” pungkasnya.(jun/asa)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:23

Jelang Natal, Pedagang Kain Masih Sepi

TANJUNG REDEB – Meski mendekati perayaan Natal, sejumlah pedagang di…

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .