MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 10 Januari 2018 00:07
Lambat Dapat Cemoohan, Mobil Damkar Harus Dipanaskan

Mengenal Petugas Pemadam Kebakaran di Berau : Agus Harianto (2)

SELALU SIAGA: Agus Harianto.

PROKAL.CO, Sudah 16 tahun bertugas sebagai pemadam kebakaran, bukanlah waktu yang sebentar. Banyak suka dan duka yang dilalui Agus Harianto, selama menjalankan tugas yang sangat mulia pada instansi yang kini bernama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut.

 

SINJA LUKY, Tanjung Redeb

 

PANTANG pulang sebelum padam. Itulah jargon yang menjadi semboyan bagi seluruh awak pemadam kebakaran saat bertugas. Di balik itu, mereka juga sering mendapat cacian.

Saat berhasil menaklukkan si jago merah, boleh jadi jasa mereka dilupakan begitu saja. Tetapi saat datang terlambat ke lokasi kebakaran, berbagai cacian hingga aksi pemukulan bisa dilakukan warga yang panik ketika terjadi kebakaran.

“Banyak dukanya, terutama cemoohan warga kalau tidak cepat datang ke lokasi,” katanya ketika ditemui di kantornya kemarin (9/1).

Padahal tak jarang, penyebabnya justru karena terlambatnya informasi yang diterima dari masyarakat, atau karena terhambatnya akses mobil pemadam karena masyarakat yang memadati lokasi kebakaran.

“Belum lagi untuk mencari alamat, apalagi jika lokasinya di daerah terpencil yang sulit dilalui sehingga akses mobil pemadam tidak bisa masuk,” jelasnya.

“Seperti kasus kebakaran lahan di Tanjung Batu, mau tidak mau kami yang dari Tanjung Redeb ini (menempuh perjalanan beberapa jam) harus ke sana,” sambungnya. 

Pria kelahiran Teluk Bayur, 6 Agustus 1981 ini bercerita, kekesalan warga pada petugas pemadam yang paling disesalkannya, adalah saat terjadi kebakaran permukiman di Kecamatan Sambaliung tahun 2015 silam. Saat itu, ada warga yang melakukan pemukulan kepada petugas pemadam kebakaran karena dinilai terlambat datang ke lokasi. Selain memukul, warga juga membakar selang air petugas, yang justru ikut menghambat upaya pemadaman api yang akan dilakukan pihaknya. 

“Seperti yang saya katakan tadi, sebenarnya kami selalu siaga begitu dapat informasi. Tapi kadang informasi yang diberikan juga terlambat, atau masih banyak masyarakat yang tidak tahu nomor pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Walau lebih banyak mendapat makian ketika menjalankan tugas, Agus dan rekannya tidak pernah patah semangat. Justru hal itu dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja, terutama agar selalu siaga dan lebih cepat sampai ke lokasi begitu terjadi bencana kebakaran.

Pria yang berdomisili di Kecamatan Teluk Bayur ini mengatakan, agar mobil pemadam kebakaran (damkar) bisa langsung “tancap gas” begitu mendapat laporan kebakaran, maka tiap pagi dan sore seluruh unit mobil damkar harus dipanaskan. Begitu juga dengan perlengkapannya, terutama mengisi air dalam tangki penampungan agar damkar selalu dalam posisi siap tempur. 

“Yang harus dicek selalu kondisi aki-nya. Itu sangat penting, terutama untuk proses penyemprotan air,” terangnya.

Sementara untuk petugas pemadam kebakaran, hal pertama yang harus dicari ketika tiba di lokasi, adalah titik sumber api. Selanjutnya, setelah berhasil memadamkan titik sumber api, petugas tetap melakukan penyiraman untuk pendinginan bara api.

“Jangan sampai terlewat, bara-bara api harus padam supaya kebakaran tidak merembet ke mana-mana,” jelasnya.

Satu kendala lain yang dihadapi pihaknya saat ini, adalah minimnya personel pemadam dan unit damkar, dibandingkan dengan luasan wilayah Bumi Batiwakkal yang terdiri dari 13 kecamatan. Untuk itu, Agus berharap jajaran Pemkab Berau bisa mengatasi persoalan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran tersebut, agar upaya penanganan kebakaran bisa lebih sigap dan cepat.

“Paling tidak para pejabat berkunjung ke sini, melihat kami di sini atau melihat apa saja yang masih kurang dan dibutuhkan,” pungkasnya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:07

COP Bakal Lepasliarkan 5 Orangutan

KELAY – Keberadaan Orangutan di sekitar Hutan Lindung Lesan, Kecamatan Kelay kian hari semakin…

Kamis, 18 Januari 2018 00:06

Dewan Sayangkan Laka Kerja di PLTU, Perusahaan Masih Bungkam soal Kejadian

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Eko Wiyono, menyayangkan…

Rabu, 17 Januari 2018 11:54

BPJS Ketenagakerjaan Belum Terima Laporan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Berau, belum menerima laporan kecelakaan…

Rabu, 17 Januari 2018 11:52

Polres Masih Ngotot Bungkam, Laka Kerja pada Proyek PLTU Teluk Bayur

TANJUNG REDEB – Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)…

Selasa, 16 Januari 2018 00:38

Proyek PLTU Makan Korban

TELUK BAYUR – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Teluk Bayur, memakan korban…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .