MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 10 Januari 2018 00:16
Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan
Oleh: Endro S. Efendi, SE., C.Ht., CT,

PROKAL.CO, PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orangtua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang memberikan dampak sangat buruk bahkan hingga dewasa. Walaupun, pilih kasih yang dilakukan orangtua sebenarnya tidak disengaja.

Benarkah tidak sengaja? Dalam setiap kesempatan berbicara di sebuah forum seminar atau pelatihan, saya seringkali melontarkan pertanyaan pada audiens yang umumnya terdiri dari para orangtua.

“Pernahkah melakukan pilih kasih ada anak-anak Anda?” Jawabannya pasti kompak. Mayoritas menjawab, “tidak pernah!”

Selanjutnya, saya sampaikan pertanyaan kedua. Sudahkah hal tersebut dikonfirmasi pada anak-anak mereka? Sama dengan pertanyaan pertama, mayoritas menjawab serempak, “belum pernah.”

Itu artinya, umumnya orangtua merasa GR (gede rasa), alias sok pede. Orangtua yakin tidak pernah pilih kasih hanya menurut versi mereka sendiri. Tapi benarkah anak-anak sudah merasa hal yang sama, yakni mendapat kasih sayang tanpa pilih kasih?

Ini pernah terjadi pada buah hati saya sendiri. Secara tidak sengaja, saya lebih sering berkomunikasi atau bercanda dengan anak paling bungsu. Hingga suatu ketika, anak saya lainnya pernah ‘mengadu’ ke ibunya. “Bapak itu lebih sayang sama adik ya?” tanya sang kakak ini pada ibunya.

Beruntung, kami punya foto dan video dokumentasi keluarga di masa kecil mereka. Dalam foto dan video itu memperlihatkan bagaimana aktivitas saya dengan sang kakak ketika masih kecil.

“Nah ini buktinya, dulu juga bapak lebih banyak sama kamu. Tidak ada pilih kasih. Tapi kalau kakak merasa diperlakukan seperti itu, bapak minta maaf ya. Bapak tidak sengaja.” Saya sampaikan hal itu dengan tenang, nyaman, dan sungguh-sungguh. Setelahnya saya peluk dia dengan erat dan tulus. Hasilnya, anak saya mengangguk, paham dan menepis keraguan yang sempat dialaminya.

Setelah itu, saya langsung mengubah cara mengekspresikan kasih sayang kepada anak-anak secara merata. Misalnya ketika memeluk salah satu di antaranya, maka yang lain pun bergantian juga dipeluk. Begitu seterusnya. Hasilnya, ikatan emosional pun akhirnya semakin menguat dan meningkat. Rasa tidak nyaman pada anak akibat sikap orangtua yang dianggap pilih kasih versi mereka, juga hilang.

Terkait pilih kasih ini pula, saya beberapa kali menjumpai klien yang mengalami trauma akibat perlakuan pilih kasih yang dilakukan orangtuanya di masa lalu.

Salah satu contoh, sebut saja namanya Intan. Wanita berusia 48 tahun ini adalah anak pertama dari empat bersaudara. Orangtua Intan merupakan sosok orang terpandang di kota kelahirannya. Beberapa waktu lalu, tiba-tiba saja Intan mengirimkan pesan pendek dan mengatur janji ingin jumpa sekaligus menjalani sesi hipnoterapi.

Lalu apa masalahnya? “Saya susah tidur. Setiap kali ingat adik-adik saya, juga aset peninggalan orangtua, saya langsung gelisah. Bawaannya ingin marah dan uring-uringan,” sebutnya.

Dampaknya secara fisik pun tidak bisa disembunyikan. Asam lambungnya berlebih, juga sering mengalami haid kurang lancar. Di kepala bagian belakang pun kerap sesekali mendapat serbuan rasa nyeri.

Saat proses terapi, yang dilakukan tentu mencari akar masalah yang menyebabkan Intan mengalami serangkaian persoalan tersebut. Di kedalaman pikiran bawah sadar yang tepat dan presisi, ternyata Intan mendarat di usia 16 tahun, ketika dia diminta ibunya membersihkan lantai ruang tamu. Ya saat itu adiknya paling bungsu sedang makan. Si adik masih berusia 4 tahun, sehingga tentu saja meninggalkan jejak berantakan setelah makan.

“Saya capek, apa pun yang dilakukan adik, saya yang harus membereskan. Kalau tidak mau, saya yang kena marah,” sebut Intan.

Kejadian tersebut ternyata diperkuat lagi dengan peristiwa lain, misalnya Intan yang kurang mendapatkan dukungan ketika sekolah. Sementara adiknya, mendapat perhatian ekstra. Dari mulai les bahasa Inggris, matematika, bahkan kursus menggambar. Hal itu tidak pernah dirasakan Intan sebelumnya.

“Mainannya juga bagus-bagus. Waktu saya kecil, mainannya biasa saja,” sambung Intan.

Masalah pilih kasih ini ibarat bom waktu. Puncaknya, Intan kecewa dan marah besar. Hotel yang merupakan aset satu-satunya peninggalan almarhum ayahnya, akan dijual ibunya dan akan dibagi sebagai harta warisan. Padahal selama ini, Intan lah yang mengurus dan mengelola hotel itu. Yang membuat Intan semakin meradang, usulan menjual aset itu datang dari adiknya yang paling bungsu.

Dengan teknik khusus, Intan dibimbing untuk menetralisir semua emosinya, terutama perasaan ‘dendam’ mendalam kepada adiknya. Proses ini pencabutan akar masalah ini tentu dilakukan di kedalaman pikiran bawah sadar. Setelah kebencian kepada adiknya sudah dihilangkan, perasaan Intan terhadap adiknya pun langsung netral. Selanjutnya, rasa sayang terhadap adiknya pun diperkuat.

Begitu juga perasaan Intan terhadap ibunya pun diperkuat, sehingga tidak merasakan kasih sayang yang pilih kasih dari ibunya. Usai proses ini, Intan mengaku lega dan plong. Saat dicek di kejadian masa kini, soal penjualan aset hotel, Intan pun merasa tetap nyaman.

“Itu memang bukan hak saya sendiri. Semua punya hak yang sama,” pungkas Intan.

Usai terapi, wajah Intan tampak langsung berbeda. Senyum cerah tergambar jelas di wajahnya. Ia ingin segera pulang dan meminta maaf kepada ibunya.

Tiga hari setelah terapi, Intan juga memberi kabar bahwa semua keluhannya, termasuk soal susah tidur dan asam lambung berlebih, lenyap begitu saja.

“Waktu pulang dari terapi, malamnya jam 8 saya sudah langsung tidur sampai subuh,” katanya melalui pesan pendek.

Selamat untuk Intan. Semoga selalu mendapat serbuan kesuksesan dan keberkahan. Demikianlah ketetapannya.(*)

*) Direktur Berau Post dan Hipnoterapis


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 14:24

Jadikan Pusat Perbelanjaan

KETIKA awal dikerjakan, pasar ini belum punya nama. Ini lokasi…

Senin, 10 Desember 2018 14:14

Manjakan Pejalan Kaki

MINIMNYA anggaran di tahun 2018 ini, tak berarti Pemkab Berau…

Minggu, 09 Desember 2018 08:21

Catatan Pak Daeng

DATANGLAH ke Talisayan. Banyak hal menarik yang bisa disaksikan.  Bukan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:29

Sedikit Lagi, Kata Pak Dahlan

ENTAH seberapa banyak bedanya, ketika Pak Dahlan Iskan membandingkan Bandara…

Jumat, 30 November 2018 13:59

Manajemen Pendidikan di Indonesia

“PEMIMPIN yang tak melakukan kesalahan adalah pemimpin yang tak melakukan…

Sabtu, 24 November 2018 13:44

Peran Sektor Pariwisata di Indonesia

”MASALAH ekonomi Indonesia sudah terlalu ruwet dan ribet. Tidak bisa…

Sabtu, 17 November 2018 11:38

Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif

APA itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila…

Rabu, 31 Oktober 2018 00:42

Masyarakat Tanpa Miras

MINUMAN keras atau minuman beralkohol jelas hukumnya haram dalam pandangan…

Minggu, 28 Oktober 2018 11:41

Tolak Bala

BELAKANGAN ramai status media sosial masyarakat Pulau Maratua tengah mengadakan…

Jumat, 26 Oktober 2018 13:36

Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur

TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .