MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 11:39
Deteksi Kanker Paru lewat Napas
Achmad Hudoyo

PROKAL.CO, Dr Achmad Hudoyo Sp.P, berhasil menemukan metode pendeteksi kanker paru yang praktis. Pria yang mengambil program dokter ilmu biomedik di Universitas Indonesia ini, memaparkan penemuannya di Ruang Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jalan Salemba, Jakarta, kemarin (10/1).

Metode tersebut diyakininya dapat membantu para dokter di daerah, seperti Berau, dalam penatalaksanaan pasien kanker paru. Penelitian ini memanfaatkan Deoxyribonucleic Acid (DNA) dan komponen gas dari embusan napas seseorang.

Sebenarnya metode tersebut telah dikembangkan di luar negeri, namun perbedaan yang dibuatnya, lebih memudahkan, karena tidak harus datang atau menggunakan alat yang mahal. Melainkan hanya dengan menyimpan DNA pasien ke kertas saring.

DNA pasien bisa dikirim melalui jasa pengiriman ke laboratorium biomolecular untuk diteliti. “Pengambilan DNA-nya pun mudah, bahkan bisa dilakukan baik hanya di tingkat puskesmas,” ujar Hudoyo.

Dari penelitiannya, napas atau embusan yang ditampung dalam balon karet, dapat dijadikan sampel untuk dianalisa menggunakan alat Gas chromatography mass spectrometry (GCMS). Dari embusan napas tersebut, akan didapatkan kandungan 14 golongan senyawa kimia. Tapi jika ditemukan lima jenis senyawa spesifik yang tidak ditemukan pada embusan napas orang normal, maka itu sudah mengindikasikan kanker paru yang diidap seseorang.

“Karena itu, metode ini dapat dimanfaatkan untuk skrining kanker paru, dikombinasikan dengan metode lain yang sudah direkomendasi secara internasional, yaitu pemeriksaan LDCT (Low Dose Ct-Scan)," jelasnya.

Ditambahkannya, selain rokok, penyebab kanker paru yang banyak terjadi di Indonesia ialah polusi dari radiasi alam yang muncul dari perut bumi. Selain itu, bekerja di perusahaan pertambangan juga sangat rentan terkena kanker paru.

“Kalau memang daerah meminta saya membagi ilmu dengan teman-teman di puskesmas saya bersedia,” ujarnya.

Dirinya juga mengisyaratkan untuk terus mengembangkan metode tersebut, salah satunya dengan membuat kertas saring yang lebih canggih. Di mana, warna kertas saring akan langsung berubah jika diberi DNA penderita kanker paru. (sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 13:09

Gaji dan Tunjangan Distop

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:08

Masuk ‘Perangkap’ Polisi

TANJUNG REDEB – Dua pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu kembali…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:07

Hanya 9 Dapat Bantuan

TANJUNG REDEB – Tak dapat kursi di parlemen, partai politik…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:06

Kampanyekan Ecogreen sekaligus Membagikan Nasi Kuning

Keberhasilan Kabupaten Berau meraih trofi Adipura untuk kategori kota kecil,…

Jumat, 18 Januari 2019 14:15

Satlantas Amankan 10 Motor Balapan Liar

TANJUNG REDEB – Satlantas Polres Berau berhasil mengamankan 10 kendaraan…

Jumat, 18 Januari 2019 14:11

Lolos dari Jeruji Besi

TANJUNG REDEB – Direktur PT Nabucco Yusnadi, divonis bersalah oleh…

Jumat, 18 Januari 2019 14:09

Rp 30 M, Itu Kecil bagi Perusahaan

TANJUNG REDEB  - Mendapat instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim,…

Jumat, 18 Januari 2019 14:08

Istri Nelayan Bisnis Barang Haram

TANJUNG REDEB – Seorang nelayan dan ibu rumah tangga, terpaksa…

Jumat, 18 Januari 2019 14:06

Pilih Diam karena Takut Dipecat

TANJUNG REDEB – Gaji pegawai tidak tetap (PTT) kembali telat…

Jumat, 18 Januari 2019 14:04

Jawab Harapan Warga dengan Jembatan Kedasa

  Masyarakat Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, kini bisa menikmati akses…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*