MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 11:39
Deteksi Kanker Paru lewat Napas
Achmad Hudoyo

PROKAL.CO, Dr Achmad Hudoyo Sp.P, berhasil menemukan metode pendeteksi kanker paru yang praktis. Pria yang mengambil program dokter ilmu biomedik di Universitas Indonesia ini, memaparkan penemuannya di Ruang Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jalan Salemba, Jakarta, kemarin (10/1).

Metode tersebut diyakininya dapat membantu para dokter di daerah, seperti Berau, dalam penatalaksanaan pasien kanker paru. Penelitian ini memanfaatkan Deoxyribonucleic Acid (DNA) dan komponen gas dari embusan napas seseorang.

Sebenarnya metode tersebut telah dikembangkan di luar negeri, namun perbedaan yang dibuatnya, lebih memudahkan, karena tidak harus datang atau menggunakan alat yang mahal. Melainkan hanya dengan menyimpan DNA pasien ke kertas saring.

DNA pasien bisa dikirim melalui jasa pengiriman ke laboratorium biomolecular untuk diteliti. “Pengambilan DNA-nya pun mudah, bahkan bisa dilakukan baik hanya di tingkat puskesmas,” ujar Hudoyo.

Dari penelitiannya, napas atau embusan yang ditampung dalam balon karet, dapat dijadikan sampel untuk dianalisa menggunakan alat Gas chromatography mass spectrometry (GCMS). Dari embusan napas tersebut, akan didapatkan kandungan 14 golongan senyawa kimia. Tapi jika ditemukan lima jenis senyawa spesifik yang tidak ditemukan pada embusan napas orang normal, maka itu sudah mengindikasikan kanker paru yang diidap seseorang.

“Karena itu, metode ini dapat dimanfaatkan untuk skrining kanker paru, dikombinasikan dengan metode lain yang sudah direkomendasi secara internasional, yaitu pemeriksaan LDCT (Low Dose Ct-Scan)," jelasnya.

Ditambahkannya, selain rokok, penyebab kanker paru yang banyak terjadi di Indonesia ialah polusi dari radiasi alam yang muncul dari perut bumi. Selain itu, bekerja di perusahaan pertambangan juga sangat rentan terkena kanker paru.

“Kalau memang daerah meminta saya membagi ilmu dengan teman-teman di puskesmas saya bersedia,” ujarnya.

Dirinya juga mengisyaratkan untuk terus mengembangkan metode tersebut, salah satunya dengan membuat kertas saring yang lebih canggih. Di mana, warna kertas saring akan langsung berubah jika diberi DNA penderita kanker paru. (sam/udi)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 14:54

Tutup ‘Wisata Seribu Lubang’

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan poros pesisir…

Senin, 17 Desember 2018 14:53

Penyu Sisik Masuk Daftar Merah Kepunahan

TANJUNG REDEB – Ketegasan Pemkab Berau yang tidak akan menolerir…

Senin, 17 Desember 2018 14:49

Minibus Seruduk Traffic Light, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan  Pemuda Tanjung…

Senin, 17 Desember 2018 14:48

Bakar, Jangan Digunting!

TANJUNG REDEB –Cegah agar temuan ribuan KTP elektronik tercecer di…

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .