MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 Januari 2018 09:19
Empat Tahun Jadi Sukarelawan, Dihadiahi Ciuman dan Pelukan

Mengenal Petugas Pemadam Kebakaran di Berau: Amir Mahmud (4)

PANGGILAN JIWA: Amir Mahmud saat berjaga di posko Gunung Tabur, kemarin (11/1) siang.

PROKAL.CO, Menjadi seorang petugas pemadam kebakaran, bukan lagi dianggap tugas bagi Amir Mahmud. Tapi sudah menjadi panggilan jiwa. Ada nilai dan manfaat tersendiri yang dirasakannya ketika bisa membantu meringankan kesusahan orang lain.

 

EKA RUSDIANA, Gunung Tabur

 

MESKI baru tercatat sebagai petugas pemadam kebakaran tahun 2009 silam, tapi Amir bukanlah orang baru sebagai pemadam kebakaran.

Jika senior-seniornya memulai karier sejak menerima gaji sebesar RP 30 ribu, Amir justru  memulainya tanpa menerima gaji, sebagai bala bantuan kebakaran (Balakar). Empat tahun lamanya, ayah satu anak ini bekerja suka rela membantu petugas untuk memadamkan api.

“Tapi bukan berarti saya tidak menerima apa-apa sama sekali. Alhamdulillah rekan-rekan di PMK semua baik-baik. Jadi tiap bulan kalau mereka gajian saya dikasih,” ujar Amir ketika ditemui di Posko Gunung Tabur, kemarin (11/1).

Amir memulainya pada 2005 silam, saat dirinya hampir putus asa mencari pekerjaan. Ia kemudian mencoba mengisi waktu luangnya dengan menjadi seorang relawan pemadam api. Setiap peristiwa kebakaran terjadi, Amir Mahmud selalu hadir membantu petugas memadamkan api.

Ia melakukannya hanya berdasar suka menolong sesama. Sekaligus membuatnya diakui sebagai balakar pertama di Bumi Batiwakkal.

“Saya kan sukarelawan. Jadi tidak ada gajinya waktu itu dan saya sama sekali tidak memikirkan digaji atau tidak. Saya hanya kepikiran senang memadamkan api. Saya senang bisa membantu orang lain dan saya senang jadi pemadam kebakaran,” ungkapnya penuh semangat.

Mulanya hanya membantu menyambungkan selang pemadam, pelan-pelan dirinya mulai memahami seluk-beluk mesin. Dan akhirnya, ia menemukan dirinya sudah sangat menyatu dengan para petugas pemadam kebakaran, dengan alat-alat pemadam api, mobil pemadam kebakaran (damkar), dan tentu saja kobaran api.  

Rasa cintanya pada PMK akhirnya terbalaskan. Pada tahun 2009, PMK membutuhkan petugas tetap dengan gaji tetap. Rekan-rekan yang sudah begitu mengenal Amir memperjuangkan dirinya. Ibarat gayung bersambut, pria kelahiran Gunung Tabur pada 1982 silam ini resmi bergabung dengan PMK.

“Alhamdulillah tidak terkira senangnya hati saya. Dari 2005 saya ikut bantu, akhirnya 2009 itu saya masuk di PMK. Luar biasa rasanya,” ujarnya.

Rasa cintanya dengan pekerjaannya semakin menjadi ketika terjadi peristiwa kebakaran di Jalan Pulau Panjang, Gang Salak pada tahun 2015. Kejadiannya pukul 2 dini hari. Awalnya hanya satu rumah terbakar, tetapi PMK belum bisa melakukan apapun saat itu lantaran ada kabel listrik yang juga ikut terbakar.

“Kami tidak bisa menyiramkan air karena itu listrik. Untungnya yang punya rumah semua sudah keluar,” ujarnya.

Di saat yang sama, untuk memastikan semua sudah aman ia kembali masuk ke dalam gang. Padahal saat itu api sudah membesar. Benar saja, di sebuah rumah ia melihat seorang nenek yang masih terkurung. Tanpa rasa takut, ia berlari membuka terali besi dan segera menggendong si nenek ke tempat yang lebih aman.

Selanjutnya, para petugas mulai melakukan penyemprotan untuk menjinakkan api. Sialnya, karena berada di gang sempit, petugas kehabisan air. Unit damkar yang lain terhalang masuk. Tanpa pikir panjang, Amir kemudian masuk ke parit untuk disambungkan ke selang pemadam.

Dalam kondisi basah dengan aroma parit yang tentu tak bersahabat di hidung, Amir tiba-tiba dipeluk seorang ibu dari belakang.

“Saya kaget, saya dipeluk dan dicium kening saya. Terus si ibu itu bilang terima kasih karena sudah menyelamatnya si nenek tadi. Wah senangnya luar biasa, setelah sekian tahun (bertugas, red) akhirnya saya tau rasanya dihargai,” jelasnya.

“Pokoknya, saya semakin mantap di PMK. Meskipun kami belum pernah ulang tahun, meskipun kami sering berhadapan dengan masyarakat yang belum mengerti tugas kami. Sampai mati saya tidak akan meninggalkan PMK,” tekadnya.

Harapannya hanya satu, itu juga sederhana. Suatu saat, akan ada balakar-balakar baru yang siap merelakan waktu dan tenaganya untuk ikut membantu memadamkan api. Selain itu, dirinya juga berharap pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang membawahi PMK, bisa memberikan perhatian lebih kepada petugas yang selalu siaga 24 jam ini.

“Ya, minimal seragam baru tiap tahun. Begitu saja, kami sudah senang. Masalah ulang tahun, kami bisa rayakan sendiri kecil-kecilan di pos Tanjung (Redeb),” pungkasnya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:38

Proyek PLTU Makan Korban

TELUK BAYUR – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Teluk Bayur, memakan korban…

Selasa, 16 Januari 2018 00:09

Buruh Dorong Pembahasan UMSK

PENGURUS Federasi Buruh Indonesia (FBI) Suyadi, mendorong pembahasan upah minimum sektoral kabupaten…

Selasa, 16 Januari 2018 00:08

Kondisi Wisman Dikabarkan Membaik

PULAU DERAWAN – Kondisi wisatawan mancanegara (wisman) yang mengalami dekompresi di Pulau Derawan,…

Selasa, 16 Januari 2018 00:06

Polisi Mengaku Kesulitan Telusuri Pemilik Akun dengan Postingan Hasil Berburu Bekantan

TANJUNG REDEB – Unggahan foto yang memperlihatkan perburuan hewan Bekantan, tak bisa ditindaklanjuti…

Senin, 15 Januari 2018 12:17

Jangan Ikut-Ikut Berkampanye

TAHAPAN pelaksanaan pilkada serentak 2018 makin dekat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Senin, 15 Januari 2018 12:12

Terus Diburu, Bekantan Terancam Punah

TANJUNG REDEB – Walau statusnya terancam punah, Bekantan masih menjadi sesuatu yang spesial bagi…

Senin, 15 Januari 2018 12:10

Dekompresi Ancam Nyawa Wisman

 PULAU DERAWAN – Belum adanya peraturan daerah (Perda) yang mengatur retribusi pengoperasian…

Minggu, 14 Januari 2018 10:15

Perkara Proyek Boiler Unit 4 PLTU Lati, Bisa Masuk Ranah Korupsi

TANJUNG REDEB – Penyelidikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati boiler 4 terus dilakukan…

Minggu, 14 Januari 2018 10:12

Berau, Difteri Masih Zona Aman

TANJUNG REDEB – Penyakit difteri mulai mewabah di sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim),…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:11

Rencana Pembangunan Sport Center di Gunung Tabur, Acuannya RTRW Kabupaten

TANJUNG REDEB – Tidak hanya masuk sebagai kawasan budidaya perikanan, sesuai penetapan Rencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .