MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 Januari 2018 09:19
Empat Tahun Jadi Sukarelawan, Dihadiahi Ciuman dan Pelukan

Mengenal Petugas Pemadam Kebakaran di Berau: Amir Mahmud (4)

PANGGILAN JIWA: Amir Mahmud saat berjaga di posko Gunung Tabur, kemarin (11/1) siang.

PROKAL.CO, Menjadi seorang petugas pemadam kebakaran, bukan lagi dianggap tugas bagi Amir Mahmud. Tapi sudah menjadi panggilan jiwa. Ada nilai dan manfaat tersendiri yang dirasakannya ketika bisa membantu meringankan kesusahan orang lain.

 

EKA RUSDIANA, Gunung Tabur

 

MESKI baru tercatat sebagai petugas pemadam kebakaran tahun 2009 silam, tapi Amir bukanlah orang baru sebagai pemadam kebakaran.

Jika senior-seniornya memulai karier sejak menerima gaji sebesar RP 30 ribu, Amir justru  memulainya tanpa menerima gaji, sebagai bala bantuan kebakaran (Balakar). Empat tahun lamanya, ayah satu anak ini bekerja suka rela membantu petugas untuk memadamkan api.

“Tapi bukan berarti saya tidak menerima apa-apa sama sekali. Alhamdulillah rekan-rekan di PMK semua baik-baik. Jadi tiap bulan kalau mereka gajian saya dikasih,” ujar Amir ketika ditemui di Posko Gunung Tabur, kemarin (11/1).

Amir memulainya pada 2005 silam, saat dirinya hampir putus asa mencari pekerjaan. Ia kemudian mencoba mengisi waktu luangnya dengan menjadi seorang relawan pemadam api. Setiap peristiwa kebakaran terjadi, Amir Mahmud selalu hadir membantu petugas memadamkan api.

Ia melakukannya hanya berdasar suka menolong sesama. Sekaligus membuatnya diakui sebagai balakar pertama di Bumi Batiwakkal.

“Saya kan sukarelawan. Jadi tidak ada gajinya waktu itu dan saya sama sekali tidak memikirkan digaji atau tidak. Saya hanya kepikiran senang memadamkan api. Saya senang bisa membantu orang lain dan saya senang jadi pemadam kebakaran,” ungkapnya penuh semangat.

Mulanya hanya membantu menyambungkan selang pemadam, pelan-pelan dirinya mulai memahami seluk-beluk mesin. Dan akhirnya, ia menemukan dirinya sudah sangat menyatu dengan para petugas pemadam kebakaran, dengan alat-alat pemadam api, mobil pemadam kebakaran (damkar), dan tentu saja kobaran api.  

Rasa cintanya pada PMK akhirnya terbalaskan. Pada tahun 2009, PMK membutuhkan petugas tetap dengan gaji tetap. Rekan-rekan yang sudah begitu mengenal Amir memperjuangkan dirinya. Ibarat gayung bersambut, pria kelahiran Gunung Tabur pada 1982 silam ini resmi bergabung dengan PMK.

“Alhamdulillah tidak terkira senangnya hati saya. Dari 2005 saya ikut bantu, akhirnya 2009 itu saya masuk di PMK. Luar biasa rasanya,” ujarnya.

Rasa cintanya dengan pekerjaannya semakin menjadi ketika terjadi peristiwa kebakaran di Jalan Pulau Panjang, Gang Salak pada tahun 2015. Kejadiannya pukul 2 dini hari. Awalnya hanya satu rumah terbakar, tetapi PMK belum bisa melakukan apapun saat itu lantaran ada kabel listrik yang juga ikut terbakar.

“Kami tidak bisa menyiramkan air karena itu listrik. Untungnya yang punya rumah semua sudah keluar,” ujarnya.

Di saat yang sama, untuk memastikan semua sudah aman ia kembali masuk ke dalam gang. Padahal saat itu api sudah membesar. Benar saja, di sebuah rumah ia melihat seorang nenek yang masih terkurung. Tanpa rasa takut, ia berlari membuka terali besi dan segera menggendong si nenek ke tempat yang lebih aman.

Selanjutnya, para petugas mulai melakukan penyemprotan untuk menjinakkan api. Sialnya, karena berada di gang sempit, petugas kehabisan air. Unit damkar yang lain terhalang masuk. Tanpa pikir panjang, Amir kemudian masuk ke parit untuk disambungkan ke selang pemadam.

Dalam kondisi basah dengan aroma parit yang tentu tak bersahabat di hidung, Amir tiba-tiba dipeluk seorang ibu dari belakang.

“Saya kaget, saya dipeluk dan dicium kening saya. Terus si ibu itu bilang terima kasih karena sudah menyelamatnya si nenek tadi. Wah senangnya luar biasa, setelah sekian tahun (bertugas, red) akhirnya saya tau rasanya dihargai,” jelasnya.

“Pokoknya, saya semakin mantap di PMK. Meskipun kami belum pernah ulang tahun, meskipun kami sering berhadapan dengan masyarakat yang belum mengerti tugas kami. Sampai mati saya tidak akan meninggalkan PMK,” tekadnya.

Harapannya hanya satu, itu juga sederhana. Suatu saat, akan ada balakar-balakar baru yang siap merelakan waktu dan tenaganya untuk ikut membantu memadamkan api. Selain itu, dirinya juga berharap pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang membawahi PMK, bisa memberikan perhatian lebih kepada petugas yang selalu siaga 24 jam ini.

“Ya, minimal seragam baru tiap tahun. Begitu saja, kami sudah senang. Masalah ulang tahun, kami bisa rayakan sendiri kecil-kecilan di pos Tanjung (Redeb),” pungkasnya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 16:43

Yakin Bawa Pulang Tiga Medali Emas

Cabang olahraga Muay Thai merupakan salah satu cabor yang nyatakan kesiapannya di ajang Porprov 2018…

Selasa, 18 September 2018 16:40

Muncul Koperasi TKBM ‘Tandingan’

TANJUNG REDEB – Polemik antara buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung…

Selasa, 18 September 2018 16:39

12 Juli, Rustan Mundur dari Gerindra

Polemik mengenai Pergantian Antar Waktu (PAW) Firmansyah, membuat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Selasa, 18 September 2018 16:33

Internal Demokrat Berau Memanas

TANJUNG REDEB – Keputusan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Berau yang menunjuk…

Selasa, 18 September 2018 16:20

Berpuasa, Widi Tertidur saat Berkendara

TANJUNG REDEB – Enam pengendara roda dua dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Senin, 17 September 2018 15:27

Mogok Kerja Merugikan Masyarakat, K2 di Berau Diimbau Tak Ikut-ikutan

TANJUNG REDEB – Kembali mencuatnya rencana honorer kategori 2 (K2) se-Indonesia menggelar aksi…

Senin, 17 September 2018 13:56

Ayo Makan Ikan!

TANJUNG REDEB – Ribuan masyarakat Berau berpesta pada Irau Manutung Jukut yang digelar di sepanjang…

Minggu, 16 September 2018 12:58

Hobi Terlarang Kicau Mania

POPULASINYA dianggap terancam punah, sebanyak 562 jenis burung masuk dalam 919 jenis tumbuhan dan satwa…

Sabtu, 15 September 2018 13:39

KPU Dituding Abaikan Protes Masyarakat

TANJUNG REDEB - Di tengah berjalannya proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD Berau M Firmansyah…

Sabtu, 15 September 2018 13:32

Kirim Empat Atlet, Perpanjang Masa TC

Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 Kaltim di Kutai Timur kian dekat. Federasi Arung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .