MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 12 Januari 2018 09:21
Dilarang Buat “Polisi Tidur” Tanpa Izin
TAK SEMBARANGAN: Membuat polisi tidur di jalan-jalan tertentu tidak serta merta bisa dilakukan, masyarakat harus izin pada instansi terkait.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, masyarakat dilarang membuat rambu atau marka tanpa izin.

Yang kerap jadi persoalan, kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Operasional, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Gamal Suwanto, banyak ditemukan polisi tidur di jalan yang tidak beraturan dibuat oleh masyarakat.

Ditegaskannya, tidak dibenarkan jika ada masyarakat yang membuat polisi tidur yang tidak sesuai dengan aturan.

Semua rambu lalu lintas atau marka harus mengacu kepada peraturan yang telah ditetapkan. Menurut Perda tentang Ketertiban Umum bahwa tidak boleh membangun rambu lalu lintas atau marka sembarangan di badan jalan.

"Misalnya saja membuat polisi tidur di badan jalan, hal seperti itu tidak boleh. Belum lama ini kami temui di Jalan Marswa Iswahyudi. Ada yang membuat polisi tidur dengan alasan banyak pengendara melintas ugal-ugalan, padahal jika membuat rambu harus izin," ungkapnya.

Diterangkan pria yang akrab diapa Gamal ini, pemasangan dan kelengkapan rambu jalan harus melalui kajian yang dilakukan oleh pemerintah. "Semua ada takarannya, jarak dan bagaimana polisi tidur yang akan di buat,"terangnya.

Untuk mengurangi kecepatan pengendara, pihak RT dapat dapat meminta izin atau meminta usulan kepada Dinas Perhubungan guna pemasangan rambu. Mengenai penataan jalan, pengaturan lalu lintas, rambu lalu lintas termasuk pita pengganduh harus mengacu pada peraturan yang ada.

"Kalau di jalan umum saja hanya bisa dipasang pita penggaduh,” tandasnya.

Sementara beberapa RT yang membuat polisi tidur karena alasan banyaknya masyarakat yang melintas dengan kecepatan tinggi. Untuk mengatasinya, Dishub hanya bisa memasang rambu-rambut.(*/sin/app)

 


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 15:03

Agar Bisa Terarah

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Pertamina…

Senin, 17 Desember 2018 15:01

Bakal Sulap Permukiman Kumuh Lebih Berwarna

TALISAYAN - Dalam mewujudkan Talisayan Bersinar, Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah…

Senin, 17 Desember 2018 14:59

Listrik Dumaring Belum Merata

TALISAYAN- Hingga kini sebagian wilayah di Kampung Dumaring masih belum…

Senin, 17 Desember 2018 14:57

Sejumlah Puskesmas Masih Kurang Dokter

TANJUNG REDEB – Berau masih kekurangan tenaga dokter, khususnya di…

Senin, 17 Desember 2018 14:55

Warga Sumber Mulya Kesulitan Air Bersih

TALISAYAN - Masyarakat di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan, hingga…

Minggu, 16 Desember 2018 11:24

Perkara ADK Balikukup Segera Menyusul ke Meja Hijau

TANJUNG REDEB – Setelah berkas perkara dugaan korupsi kapal pariwisata…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Masih Kerap Ditemukan Truk Pengangkut Material Tak Ditutup Baknya

TANJUNG REDEB – Pengguna jalan, khususnya pengendara harus hati-hati. Pasalnya,…

Minggu, 16 Desember 2018 11:11

Lanjutan Proyek Turap Sambaliung Dipertanyakan

TANJUNG REDEB – Proyek penurapan di Jalan Tanjung Baru, Kecamatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:25

Waspada Pungli dalam Peningkatan PAD

TANJUNG REDEB - Dalam penetapan sembilan rancangan peraturan daerah (raperda)…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:24

Hujan Sebentar, Jalan Gatot Subroto Tergenang

TANJUNG REDEB – Diguyur hujan tak sampai satu jam, Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .