MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 12 Januari 2018 09:21
Dilarang Buat “Polisi Tidur” Tanpa Izin
TAK SEMBARANGAN: Membuat polisi tidur di jalan-jalan tertentu tidak serta merta bisa dilakukan, masyarakat harus izin pada instansi terkait.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, masyarakat dilarang membuat rambu atau marka tanpa izin.

Yang kerap jadi persoalan, kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Operasional, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Gamal Suwanto, banyak ditemukan polisi tidur di jalan yang tidak beraturan dibuat oleh masyarakat.

Ditegaskannya, tidak dibenarkan jika ada masyarakat yang membuat polisi tidur yang tidak sesuai dengan aturan.

Semua rambu lalu lintas atau marka harus mengacu kepada peraturan yang telah ditetapkan. Menurut Perda tentang Ketertiban Umum bahwa tidak boleh membangun rambu lalu lintas atau marka sembarangan di badan jalan.

"Misalnya saja membuat polisi tidur di badan jalan, hal seperti itu tidak boleh. Belum lama ini kami temui di Jalan Marswa Iswahyudi. Ada yang membuat polisi tidur dengan alasan banyak pengendara melintas ugal-ugalan, padahal jika membuat rambu harus izin," ungkapnya.

Diterangkan pria yang akrab diapa Gamal ini, pemasangan dan kelengkapan rambu jalan harus melalui kajian yang dilakukan oleh pemerintah. "Semua ada takarannya, jarak dan bagaimana polisi tidur yang akan di buat,"terangnya.

Untuk mengurangi kecepatan pengendara, pihak RT dapat dapat meminta izin atau meminta usulan kepada Dinas Perhubungan guna pemasangan rambu. Mengenai penataan jalan, pengaturan lalu lintas, rambu lalu lintas termasuk pita pengganduh harus mengacu pada peraturan yang ada.

"Kalau di jalan umum saja hanya bisa dipasang pita penggaduh,” tandasnya.

Sementara beberapa RT yang membuat polisi tidur karena alasan banyaknya masyarakat yang melintas dengan kecepatan tinggi. Untuk mengatasinya, Dishub hanya bisa memasang rambu-rambut.(*/sin/app)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:22

Berau Dijatah Rp 3,6 Miliar, Untuk Pembangunan Pasar di Tiga Kampung

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau, secara bertahap terus membangun pasar tradisional di wilayah perkampungan.…

Selasa, 16 Januari 2018 00:16

Jalan Diponegoro Berdebu

TANJUNG REDEB – Warga yang bermukim di sekitar Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb merasakan hal kurang…

Selasa, 16 Januari 2018 00:13

Gara-Gara Jalan Berlubang, Minibus Seruduk Pick Up

TALISAYAN – Insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di Jalan poros Kecamatan…

Senin, 15 Januari 2018 12:27

Dua Hari Tidak Diangkut, Sampah Menumpuk

TANJUNG REDEB­ – Tumpukan sampah terlihat di Jalan Pulau Sambit, Tanjung Redeb di bawah jembatan,…

Senin, 15 Januari 2018 12:25

Genangan Air dan Kendaraan Berat Jadi Penyebab

TANJUNG REDEB – Kondisi kerusakan Jalan H Isa III, Tanjung Redeb, kian parah. Para pengguna jalan…

Senin, 15 Januari 2018 12:20

Edarkan Sabu, IRT Diciduk Polisi

TANJUNG REDEB – Peredaran narkotika jenis sabu-sabu bisa lewat siapa saja saat ini, baik tua maupun…

Senin, 15 Januari 2018 12:19

Empat Program Prioritas Kemenkes

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, terus mengingatkan pentingnya program “Keluarga…

Minggu, 14 Januari 2018 10:17

Cegah Banjir dengan Kerja Bakti

TANJUNG REDEB – Sesuai yang telah disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:23

Sudah Dianggarkan, Tinggal Dilelang

TANJUNG REDEB - Kondisi Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Teluk Bayur, tepatnya di sekitar Pasar Sanggam Adji…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:20

Mayoritas untuk Perbaikan Akses Lingkungan

TANJUNG REDEB – Evaluasi penggunaan dana RT tahun 2017 juga dilakukan pihak Kelurahan Gayam. Walau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .