MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 13 Januari 2018 12:08
Bujangga Bisa Ambles Lagi

Masuk Kawasan Rawan Bencana

RAWAN AMBLES: Jalan Bujangga yang berada di tepi Sungai Segah, sudah beberapa kali ambles. Bahkan keretakan jalan kembali terlihat di sekitar Jembatan Bujangga yang baru dibangun beberapa tahun lalu, Jumat (12/1).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dalam beberapa tahun terakhir, Jalan Bujangga, Tanjung Redeb, sudah dua kali ambles. Penanganan dilakukan dengan membangun jembatan untuk menghubungkan kedua ruas jalan yang terpisah saat ables. Tapi kini, ancaman ambles di titik lainnya mulai terlihat dengan keretakan aspal di Jalan Bujangga, tepatnya di depan kawasan Inhutani.

Kondisi itu diakui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Rahmad. Menurutnya, keretakan aspal terjadi karena adanya penurunan kontur tanah di kawasan tersebut. Yakni di antara kawasan Inhutani hingga kantor Partai Gerindra Berau, Jalan Pulau Sambit, yang memang sudah dipetakan sebagai kawasan rawan bencana.

“Itu berdasarkan hasil penelitian dari Profesor Indra Surya dan rekan-rekannya yang berasal dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh November). Mereka menyebut kalau kawasan itu masuk kategori rawan bencana,” katanya kepada Berau Post, Jumat (12/1).

Rahmad menyampaikan, kawasan rawan tersebut berstatus jalan nasional. Karena itu, pihaknya hanya bisa sekadar berkoordinasi dengan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, agar bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya ambles susulan.

Pihaknya juga sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan nasional untuk wilayah Kalimantan.

“Sudah saya sampaikan ke PPK-nya untuk minta segera ditangani. Makanya sekarang ada tulisan mengenai ada penurunan di jalan itu,” terangnya.

“Karena khawatirnya kalau dibiarkan begitu terus-menerus dan tidak ada penanganan, bisa-bisa nasibnya bakal sama dengan di Bujangga. Itu yang harus kita hindari,” timpalnya.

Hasil pengamatan Prof Indra Surya beberapa tahun lalu, lanjut Rahmad, kawasan rawan bencana harus ditangani sekaligus di dua sisi. Yakni sisi darat dan sisi sungai.

Untuk Jembatan Bujangga yang baru selesai dibangun, ungkap dia, baru sekadar ditangani dari sisi darat. Sedangkan untuk sisi sungai harus dibangun krib atau bangunan yang berfungsi mengatur arah arus sungai. “Sisi sungainya seharusnya juga dikerjakan. Seperti membangun krib, bangunan yang menjorok ke sungai itu. Fungsinya untuk mengalihkan arus sungai dan menahan sedimentasi,” tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:38

Proyek PLTU Makan Korban

TELUK BAYUR – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Teluk Bayur, memakan korban…

Selasa, 16 Januari 2018 00:09

Buruh Dorong Pembahasan UMSK

PENGURUS Federasi Buruh Indonesia (FBI) Suyadi, mendorong pembahasan upah minimum sektoral kabupaten…

Selasa, 16 Januari 2018 00:08

Kondisi Wisman Dikabarkan Membaik

PULAU DERAWAN – Kondisi wisatawan mancanegara (wisman) yang mengalami dekompresi di Pulau Derawan,…

Selasa, 16 Januari 2018 00:06

Polisi Mengaku Kesulitan Telusuri Pemilik Akun dengan Postingan Hasil Berburu Bekantan

TANJUNG REDEB – Unggahan foto yang memperlihatkan perburuan hewan Bekantan, tak bisa ditindaklanjuti…

Selasa, 16 Januari 2018 00:05

Peduli dan Saling Menghormati Juga Bernilai Ibadah

Ada banyak cara mengabdikan diri pada masyarakat. Tidak selalu harus menjadi aparat kampung atau pejabat…

Selasa, 16 Januari 2018 00:04

Gencar Babat Alas, Hasilkan 24 Ribu Alumni

Almarhum Yan Nurindra diberikan penghargaan sebagai Bapak Hipnoterapi Indonesia. Penghargaan itu disematkan…

Senin, 15 Januari 2018 12:17

Jangan Ikut-Ikut Berkampanye

TAHAPAN pelaksanaan pilkada serentak 2018 makin dekat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Senin, 15 Januari 2018 12:13

Usai Pensiun, Pilih Wakafkan Diri di Masjid

Usianya sudah cukup uzur. Sudah masuk 82 tahun. Tapi Hasan Gazali tidak ingin memutus amal ibadahnya,…

Senin, 15 Januari 2018 12:12

Terus Diburu, Bekantan Terancam Punah

TANJUNG REDEB – Walau statusnya terancam punah, Bekantan masih menjadi sesuatu yang spesial bagi…

Senin, 15 Januari 2018 12:10

Dekompresi Ancam Nyawa Wisman

 PULAU DERAWAN – Belum adanya peraturan daerah (Perda) yang mengatur retribusi pengoperasian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .