MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 13 Januari 2018 12:23
Sudah Dianggarkan, Tinggal Dilelang

Perbaikan Jalan HARM Ayoeb Menunggu Surat Pernyataan Warga

BABAK BELUR: Kondisi Jalan HARM Ayoeb, Teluk Bayur, terus bertambah parah, lantaran proses perbaikan dan peningkatan jalan dari pemerintah membutuhkan proses yang cukup lama.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kondisi Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Teluk Bayur, tepatnya di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas, kian memprihatinkan. Pasalnya, terdapat sejumlah titik lubang besar yang dinilai sangat mengganggu pengguna jalan.

Dari hari ke hari, pekan ke pekan, hingga dari bulan ke bulan, kerusakan jalan ruas nasional yang dibiayai menggunakan APBN ini pun tak kunjung mendapat perbaikan, baik dari pemerintah provinsi Kaltim maupun dari pemerintah daerah setempat.

Ketua RT 13 Kelurahan Sei Bedungun, Sardi kepada Berau Post mengatakan kondisi Jalan HARM Ayoeb tersebut sudah berlangsung lama dan hampir tidak ada perbaikan, sehingga membuat badan jalan tersebut kondisinya semakin parah.

Usulan perbaikan jalan ke pemerintah provinsi dan provinsi pun sudah beberapa kali dilayangkan, namun hingga kini tak kunjung ada perbaikan secara konkret terhadap kerusakan jalan tersebut. 

Dikatakannya, pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau juga sudah menjanjikan bahwa pada tahun ini jalan tersebut akan dikerjakan, begitupun mengenai perencanaan pekerjaannya sudah disusun sejak 2017 lalu. 

“Sudah parah, enggak bisa dipilih lagi soalnya semua berlubang. Hampir tiap hari ada pengendara motor yang jatuh lewat jalan ini. Tapi enggak tahu sampai sekarang belum ada kabar lagi kapan mulai dikerjakan. Saya tahunya itu mau dikerjakan satu paket drainasenya juga,” terang Sardi, kemarin (12/1).

Hal yang sama juga diungkapkan Lurah Sei Bedungun, Aidil Fitri. Menurutnya, perbaikan Jalan HARM Ayoeb rencananya akan dimulai tahun ini. Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan kapan tepatnya mulai dikerjakan. Pihaknya masih menunggu informasi dari pusat melalui DPUPR Berau. 

“Kalau benar mulai dikerjakan tahun ini saya dan masyarakat tentunya bersyukur sekali. Soalnya selama ini, kalau hujan itu saya suka khawatir dan menghubungi Ketua RT 13. Tanya itu jalanan gimana, saluran air yang kami buat gimana?” ujarnya. 

Lebih lanjut, Aidil mengatakan ada sekitar 15 Kepala Keluarga yang harus menandatangani surat pernyataan penyerahan lahan untuk pembangunan drainase Jalan Raden Ayoeb tersebut. Surat sudah dibagikan melalui Ketua RT dan dalam proses penandatanganan.

“Tinggal menunggu dikembalikan saja. Kalau dilihat dari posisinya, hanya satu dua rumah saja yang benar-benar terkena dampaknya, walaupun hanya terasnya,” tandas Aidil.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPUPR Berau, Rahmad membenarkan jalan tersebut akan dikerjakan tahun ini karena sudah dianggarkan. Hanya saja, belum bisa realisasikan kontraknya karena masih menunggu surat pernyataan dari warga terkait pembangunan drainase di jalan tersebut. Mengingat perbaikan nantinya akan dimulai dengan pembangunan drainase, baru dilanjutkan dengan peningkatan jalannya. 

“Soalnya pembangunan drainase itu menggunakan lahan warga. Jadi kami menunggu surat penyerahan dulu, sesuai dengan kesepakatan rapat tahun 2017 lalu,” jelasnya Rahmad. 

Pihaknya pun sudah menguhubungi kedua camat terkait yaitu Camat Tanjung Redeb, dan Camat Teluk Bayur untuk mempercepat proses penyerahan surat pernyataan dari warga tersebut, sebagai syarat dilakukan pelelangan. 

Rahmad kembali mengingatkan warga sekitar untuk segera menandatangani surat keterangan yang sudah diberikan untuk penyerahan lahan. Sehingga, proses lelang untuk proyek Drainase dan Jalan HARM Ayoeb tersebut bisa segera dilakukan dan dikerjakan. 

“Surat pernyataan penyerahan lahan dari warga ini yang lambat kami terima. Padahal itu sudah dianggarkan, cuma belum bisa dilelang karena masih menunggu surat pernyataan itu tadi. Soalnya lahan harus clean dan clear untuk bisa dilelang,” jelas Rahmad.(*/ech/asa)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Biar Ngga Rusak, Tata Ruang Maratua Mendesak

TANJUNG REDEB – Perkembangan pariwisata di Pulau Maratua dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*