MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 13 Januari 2018 12:23
Sudah Dianggarkan, Tinggal Dilelang

Perbaikan Jalan HARM Ayoeb Menunggu Surat Pernyataan Warga

BABAK BELUR: Kondisi Jalan HARM Ayoeb, Teluk Bayur, terus bertambah parah, lantaran proses perbaikan dan peningkatan jalan dari pemerintah membutuhkan proses yang cukup lama.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kondisi Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Teluk Bayur, tepatnya di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas, kian memprihatinkan. Pasalnya, terdapat sejumlah titik lubang besar yang dinilai sangat mengganggu pengguna jalan.

Dari hari ke hari, pekan ke pekan, hingga dari bulan ke bulan, kerusakan jalan ruas nasional yang dibiayai menggunakan APBN ini pun tak kunjung mendapat perbaikan, baik dari pemerintah provinsi Kaltim maupun dari pemerintah daerah setempat.

Ketua RT 13 Kelurahan Sei Bedungun, Sardi kepada Berau Post mengatakan kondisi Jalan HARM Ayoeb tersebut sudah berlangsung lama dan hampir tidak ada perbaikan, sehingga membuat badan jalan tersebut kondisinya semakin parah.

Usulan perbaikan jalan ke pemerintah provinsi dan provinsi pun sudah beberapa kali dilayangkan, namun hingga kini tak kunjung ada perbaikan secara konkret terhadap kerusakan jalan tersebut. 

Dikatakannya, pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau juga sudah menjanjikan bahwa pada tahun ini jalan tersebut akan dikerjakan, begitupun mengenai perencanaan pekerjaannya sudah disusun sejak 2017 lalu. 

“Sudah parah, enggak bisa dipilih lagi soalnya semua berlubang. Hampir tiap hari ada pengendara motor yang jatuh lewat jalan ini. Tapi enggak tahu sampai sekarang belum ada kabar lagi kapan mulai dikerjakan. Saya tahunya itu mau dikerjakan satu paket drainasenya juga,” terang Sardi, kemarin (12/1).

Hal yang sama juga diungkapkan Lurah Sei Bedungun, Aidil Fitri. Menurutnya, perbaikan Jalan HARM Ayoeb rencananya akan dimulai tahun ini. Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan kapan tepatnya mulai dikerjakan. Pihaknya masih menunggu informasi dari pusat melalui DPUPR Berau. 

“Kalau benar mulai dikerjakan tahun ini saya dan masyarakat tentunya bersyukur sekali. Soalnya selama ini, kalau hujan itu saya suka khawatir dan menghubungi Ketua RT 13. Tanya itu jalanan gimana, saluran air yang kami buat gimana?” ujarnya. 

Lebih lanjut, Aidil mengatakan ada sekitar 15 Kepala Keluarga yang harus menandatangani surat pernyataan penyerahan lahan untuk pembangunan drainase Jalan Raden Ayoeb tersebut. Surat sudah dibagikan melalui Ketua RT dan dalam proses penandatanganan.

“Tinggal menunggu dikembalikan saja. Kalau dilihat dari posisinya, hanya satu dua rumah saja yang benar-benar terkena dampaknya, walaupun hanya terasnya,” tandas Aidil.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPUPR Berau, Rahmad membenarkan jalan tersebut akan dikerjakan tahun ini karena sudah dianggarkan. Hanya saja, belum bisa realisasikan kontraknya karena masih menunggu surat pernyataan dari warga terkait pembangunan drainase di jalan tersebut. Mengingat perbaikan nantinya akan dimulai dengan pembangunan drainase, baru dilanjutkan dengan peningkatan jalannya. 

“Soalnya pembangunan drainase itu menggunakan lahan warga. Jadi kami menunggu surat penyerahan dulu, sesuai dengan kesepakatan rapat tahun 2017 lalu,” jelasnya Rahmad. 

Pihaknya pun sudah menguhubungi kedua camat terkait yaitu Camat Tanjung Redeb, dan Camat Teluk Bayur untuk mempercepat proses penyerahan surat pernyataan dari warga tersebut, sebagai syarat dilakukan pelelangan. 

Rahmad kembali mengingatkan warga sekitar untuk segera menandatangani surat keterangan yang sudah diberikan untuk penyerahan lahan. Sehingga, proses lelang untuk proyek Drainase dan Jalan HARM Ayoeb tersebut bisa segera dilakukan dan dikerjakan. 

“Surat pernyataan penyerahan lahan dari warga ini yang lambat kami terima. Padahal itu sudah dianggarkan, cuma belum bisa dilelang karena masih menunggu surat pernyataan itu tadi. Soalnya lahan harus clean dan clear untuk bisa dilelang,” jelas Rahmad.(*/ech/asa)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:45

Ada Isu Tsunami, Wisatawan Cuek, Biduk-Biduk Ramai

BIDUKBIDUK – Beredarnya isu tsunami di Bidukbiduk, tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke kecamatan…

Senin, 15 Oktober 2018 13:44

Antisipasi Pencurian, Minta Poskamling Diaktifkan

BIDUKBIDUK - Kepolisian Resor (Polres) Bidukbiduk mengimbau segenap warga yang berada di wilayah hukumnya,…

Senin, 15 Oktober 2018 13:33

Penerangan Tepian Teratai Perlu Ditambah

TANJUNG REDEB - Minimnya  penerangan di beberapa titi tepian teratai Jalan Pulau Derawan, dianggap…

Senin, 15 Oktober 2018 13:32

Jalan Rusak Juga Jadi Penyebab Laka

TANJUNG REDEB – Kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi, tak hanya karena kelalaian pengendara.…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:08

Proses Check In Penumpang Terganggu

TANJUNG REDEB – Hingga Sabtu (13/10) , gangguan jaringan internet dan telekomunikasi masih terjadi.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:18

Sulit Mengurus Administrasi Kependudukan

TALISAYAN – Sulitnya mengurus administrasi kependudukan di wilayah pesisir selatan, membuat masyarakat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:13

Wabup: Jangan Langsung Percaya

KABAR akan terjadi tsunami di Bidukbiduk pada Jumat (12/10) hingga membuat sebagian warga memilih untuk…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:12

Termakan Isu, Warga Bidukbiduk Masih Mengungsi

BIDUKBIDUK- Hingga Jumat (12/10) kemarin, sebagian warga dari sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:12

Tak Ada Gejala Tsunami, Nelayan Tetap Melaut

BIDUKBIDUK - Nelayan yang bermukim di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk tetap beraktivitas biasa,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:08

Bikin Resah, Tiga Waria Dipulangkan

TANJUNG REDEB - Menindaklanjuti adanya informasi perbuatan tidak terpuji dari seorang waria di sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .