MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 14 Januari 2018 10:14
Perjuangkan Bangun Masjid, Sempat Dianggap Bawa Aliran Sesat

Kisah Para Pengurus Masjid di Bumi Batiwakkal: Hadi Sutompo (1)

PANTANG MENYERAH: Sosok Hadi Sutompo, perantau yang memperjuangkan pembangunan Masjid Babussalam di Jalan Trans Sambaliung bersama jemaah Majelis Dzikir Al-Ikhsan.

PROKAL.CO, Berawal dari tidur di pelataran masjid, hingga berhasil membangun masjid. Ya, Sutompo sempat mengalaminya beberapa hari, saat pertama kali menginjakkan kakinya di Berau. Masjid Nurul Huda di Jalan Dr Murjani I menjadi saksi bisunya.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

TIDUR di areal masjid karena tak memiliki tempat tinggal di Berau, menjadi bagian masa lalu, sebab Masjid Babussalam di Jalan Trans Sambaliung menjadi saksi baru atas kegigihannya memperjuangkan agama Islam di tanah ini.

Segala sesuatu yang dijalani dengan niat yang tulus dan ikhlas pasti berbuah hal yang baik. Seperti pengembaraan Hadi Sutompo dari Tanah Jawa ke Bumi Batiwakkal, pada 2001 silam. Saat ditemui awak media ini di kediamannya Jalan H Isa I Tanjung Redeb kemarin (13/1) siang, Sutompo mengaku perjalanannya sama sekali tidak direncanakan.

Ceritanya, Sutompo sendirian “melarikan diri” ke Berau sebab menuai masalah setelah menghancurkan komplek pelacuran di Tanah Jawa, tempat dirinya berasal. Sang guru agamanya, menyarankan untuk merantau dan mencari peruntungan ke Kalimantan. Maka, pergilah ia. “Guru saya bilang, kalau saya tetap di Jawa dan “bertarung” hasilnya tetap sama buruk. Kalah saya celaka, menang banyak musuh. Jadi saya coba ke Berau,” ungkapnya.

Melakukan perjalanan sendirian, membuat pria asli Jawa Timur ini tidak memiliki siapa pun saat sampai di Berau. Dengan sangat terpaksa dirinya harus menumpang tidur di pelataran Masjid Nurul Huda yang ada di Jalan Dr Murjani I. Hikmahnya, ia bisa sambil memulai hidup dengan mengajar mengaji satu dua orang anak yang datang ke masjid tersebut.

Cerita menjadi lain ketika ayah empat anak ini mulai dikenal masyarakat, setelah menjadi khatib jemaah salat Jumat menggantikan seseorang yang seharusnya. Ditambah lagi, entah bagaimana dirinya kemudian bertemu dengan seorang teman perantau yang juga satu daerah dengannya.

Mulai dari sana semua berubah. Pria yang sudah beruban ini tidak lagi tinggal di pelataran masjid. Bahkan untuk menyambung hidup, selain mengajar mengaji dirinya mulai berdagang. Singkat cerita, Sutompo berhasil mengumpulkan orang-orang yang sedia berjuang bersamanya di jalan kebaikan. Mulanya hanya dua orang, lambat laun menjadi 70 orang lebih yang dinamainya Jemaah Majelis Dzikir Al-Ikhsan pada waktu itu.

“Alhamdulillah, saya tidak sendirian lagi. Awalnya berat, karena saya meninggalkan istri dan anak. Saya tidak berani membawa mereka kalau akhirnya harus ikut susah bersama saya di sini. Baru tahun 2005 saya boyong semuanya ke Berau, dan selama itu saya ditemani oleh teman-teman majelis,” katanya.

Merasa belum berbuat banyak, pria kelahiran Lamongan, 24 Mei 1967 ini bermusyawarah dengan rekan-rekannya dan memutuskan untuk menggalang dana. Tidak besar, hanya Rp 10 ribu dan dipungut setiap Jumat. Sepuluh ribu itulah menjadi awal bagi Masjid Babussalam di Jalan Trans Sambaliung saat ini. Dana yang jumlahnya kian hari kian banyak digunakan sepenuhnya untuk sosial, termasuk pembangunan masjid.

“Awalnya kami berpikir sumbangkan saja untuk pembangunan masjid. Tetapi, kalau hanya itu maka tidak ada kelanjutannya lagi. Habis sampai di situ saja. Jadi kami sepakat tahun 2012 itu uangnya dibelikan tanah saja, Rp 50 juta waktu itu. Karena letaknya yang strategis kami sepakat di atasnya kami bangun masjid sendiri,” jelasnya.

Meskipun awalnya sempat tidak disetujui lantaran pihak kelurahan khawatir dirinya membawa ajaran sesat. Namun, pria yang kerap mengisi kerohanian di rutan ini pantang menyerah. Segala berkas ia tunjukkan untuk membuat Lurah percaya, bahwa ia dan kawan-kawan bukan pembawa aliran sesat, melainkan murni ingin berbuat kebajikan. Beruntung pada akhirnya pihak kelurahan percaya dan menyetujui. Akhirnya, dalam kurun waktu dua tahun, ia bersama dengan rekan majelis lainnya pelan-pelan kembali menggalang dana, hingga terkumpul Rp 100 juta. Dana tersebut dibelikan perkakas bangunan dan pada 2014 diletakkanlah batu pertama Masjid Babussalam.

Hingga saat ini, bangunan yang sudah berdiri dan hampir selesai dikerjakan ini menghabiskan dana sebesar Rp 1,7 miliar. Semua itu diperoleh melalui campur tangan banyak pihak. Mulai pemerintah daerah, perusahaan, hingga swadaya masyarakat yang dikumpulkan melalui kotak amal, yang tersebar di sejumlah warung dan swalayan. Pembangunannya pun selain dikerjakan oleh tukang, dibantu juga oleh masyarakat setempat termasuk dirinya sendiri bersama dengan rekan-rekan Majelis Dzikir Al-Ikhsan.

Sudah cukup berhasil dengan capaian yang demikian itu, pria yang kesehariannya disibukkan mengajar mengaji ini belum lagi merasa puas. “Manusia hidup itu memang seharusnya jangan cepat merasa puas, dan jangan sampai merasa puas. Tapi, puas dalam hal ini ya mengerjakan kebaikan dan memperbaiki diri. Kalau soal itu, sampai mati pun saya tidak akan merasa puas. Kalau senang, ya senang alhamdulillah,” ujarnya.(*/app)

 


BACA JUGA

Senin, 25 Juni 2018 11:53

Panwaslu Antisipasi Kecurangan

MEMASUKI masa tenang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)…

Senin, 25 Juni 2018 11:51

TKBM Tetap Harapkan Pembayaran

TANJUNG REDEB - Pihak Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Berau sangat menyayangkan langkah Asosiasi…

Senin, 25 Juni 2018 11:48

Disdik “Angkat Tangan”, Soal Usulan Tes Narkoba di Puskesmas bagi Calon Siswa

TANJUNG REDEB – Usulan Wakil Ketua DPRD Berau Saga, agar pelaksanaan tes narkoba bagi calon siswa…

Senin, 25 Juni 2018 11:45

KPU Berau Dituding Tak Profesional, Hingga H-3, Berau Masih Kekurangan 1.700 Surat Suara

SAMARINDA – Pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim tinggal dua hari lagi.…

Minggu, 24 Juni 2018 12:13

Warning dari Kapolres, Pungli PPDB Dijerat UU Tipikor

TANJUNG REDEB - Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono memastikan tidak diam untuk mencegah potensi…

Minggu, 24 Juni 2018 12:11

Satu Lagi Pengedar Diringkus

SATRESNARKOBA Polres Berau kembali budak sabu. Setelah tiga pengedar yang baru-baru ini telah menghuni…

Minggu, 24 Juni 2018 12:09

IPB Akui Salah Mengelola Limbah

TANJUNG REDEB - Direktur PT Indo Pusaka Berau (IPB) Najemuddin, mengakui adanya kesalahan pengelolaan…

Minggu, 24 Juni 2018 12:08

Atasi Keretakan Badan Jalan Ahmad Yani, Harus Dilakukan Ahlinya

TANJUNG REDEB - Ketua Komisi III DPRD Berau Suharno, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Minggu, 24 Juni 2018 12:07

Jangan Persulit Calon Siswa

TANJUNG REDEB – Calon Peserta Didik (CPD) jenjang SMA sederajat, diwajibkan melakukan tes narkoba…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:32

Jalan Ahmad Yani Rawan Ambles, PU Bakal Buat Kajian Teknis

TANJUNG REDEB - Retakan di badan Jalan Ahmad Yani atau yang biasa disebut Tepian Tanjung dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .