MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 14 Januari 2018 10:15
Perkara Proyek Boiler Unit 4 PLTU Lati, Bisa Masuk Ranah Korupsi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penyelidikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati boiler 4 terus dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Berau. Hingga kontrak berakhir Desember 2017, proyek tersebut dipastikan tidak selesai, bahkan sama sekali tidak ada wujudnya.

“Waktu itu kami memang tunggu kontrak berakhir untuk lebih mendalaminya. Dan nyatanya memang proyek tidak ada sampai awal tahun 2018,” terang Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa, beberapa waktu lalu.

Pihaknya, kata Damus, sudah berkoordinasi dengan ahli pidana dan dipastikan permasalahan ini masuk kategori korupsi. Pasalnya, uang muka sebesar Rp 14,8 miliar untuk proyek tersebut tidak ada wujudnya, ditambah PLTU Lati yang dikelola PT Indo Pusaka Berau (IPB) sebagian besar merupakan saham milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau

“Kami menargetkan tahun 2018 ini perkara naik ke tingkat penyidikan,” ujarnya.

Naik ke tingkat penyidikan, sebelum menetapkan tersangka, ujar Damus pihaknya terlebih dahulu melakukan perhitungan kerugian negara melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur (Kaltim).

“Setelah didapat hasil kerugian negara baru kami gelar ke Polda terlebih dulu sebelum penetapan tersangka,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim, kata Damus belum bertindak lebih jauh hingga November 2017, karena salah satu dokumen kontrak proyek baru berakhir Desember 2017. Ya, seperti diketahui, proyek boiler 4 di PLTU ini terdapat dua kontrak. Dokumen pertama menyatakan berakhir pada pertengahan tahun 2017, sementara dokumen lainnya pekerjaan harus selesai di akhir tahun.

“Perkara memang terus ditindaklanjuti, kami juga menunggu berakhirnya pekerjaan  bulan depan (Desember, Red.),” tuturnya.

Menurut Damus, proyek dipastikan tak dapat terlaksana atau terealisasi. Pasalnya, pekerjaan pembangkit membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Ditanya, keaslian dua dokumen yang ada, Damus mengaku jika keduanya dokumen asli.

Terpisah Direktur Utama (Dirut) PT Indo Pusaka Berau (IPB) selaku pengelola PLTU Lati, Najemuddin, membenarkan berakhirnya dokumen kontrak proyek Nomor 38 itu pada Desember 2017. Sementara dokumen yang satu lagi bernomor 24 sudah berakhir.

Seperti diketahui, PT Indo Pusaka Berau (IPB) selaku pengelola PLTU Lati, meminjam dana dari bank sebesar Rp 43 miliar pada tahun 2015, dan sebesar Rp 14,8 miliar digunakan untuk uang muka proyek boiler unit #4 yang hingga sekarang belum juga terealiasi.

Dari hasil penyelidikan terakhir, sudah ada 13 orang yang diminta keterangan oleh polisi atas perkara ini.

Sebelumnya, Najemuddin menyatakan, jika proyek ini sangat merugikan pihaknya dan masyarakat.

Jika proyek berjalan sejak akhir tahun 2015, seharusnya listrik dari pembangkit unit tersebut sudah bisa digunakan. Akibatnya, setiap terjadi pemeliharaan atau kerusakan di pembangkit yang ada, maka suplai daya ke PT PLN Area Berau berkurang, dan masyarakat jadi korban pemadaman listrik bergiliran.

Selain itu itu, karena proyek tak berjalan IPB terus membayar angsuran beserta bunga, cash flow (arus kas/keuangan) perusahaan juga terganggu.(app2)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:02

10 Sekolah Dibina SMP 2

TANJUNG REDEB – Bersama 17 SMP lainnya di Kaltim, SMPN 2 Tanjung Redeb menjadi satu-satunya perwakilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:59

Aromanya Terjaga karena Ada Rumus Penyajiannya

Cita rasa kopi datang dari kualitas biji kopinya. Cita rasanya pun berbeda, bergantung daerah asal biji…

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:58

Kekurangan Dana Sisa Rp 1,3 M

TANJUNG REDEB – Alotnya proses pembahasan anggaran untuk memberangkatkan kontingen Berau mengikuti…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:24

Hapus Diskriminasi bagi Penyandang Disabilitas

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau menyerahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:23

Perusahaan Di-deadline Tiga Hari

TANJUNG REDEB – Kekurangan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:20

Terima dengan Tangan Terbuka

KORBAN bencana asal Palu, Donggala dan Sigi yang mengungsi ke Berau, disambut dengan tangan terbuka…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:18

Pengungsi Pilih Menatep di Berau

BIDUKBIDUK – Kecamatan Bidukbiduk jadi wilayah yang paling banyak menampung pengungsi asal Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:17

Gunakan Bubuk Kasar, Aromanya Lebih Terasa

Kopi, kini bukan lagi sekadar rasa. Bagi penikmatnya, kopi sudah berkembang menjadi lifestyle. Bahkan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .