MANAGED BY:
SELASA
14 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 14 Januari 2018 10:15
Perkara Proyek Boiler Unit 4 PLTU Lati, Bisa Masuk Ranah Korupsi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penyelidikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati boiler 4 terus dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Berau. Hingga kontrak berakhir Desember 2017, proyek tersebut dipastikan tidak selesai, bahkan sama sekali tidak ada wujudnya.

“Waktu itu kami memang tunggu kontrak berakhir untuk lebih mendalaminya. Dan nyatanya memang proyek tidak ada sampai awal tahun 2018,” terang Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa, beberapa waktu lalu.

Pihaknya, kata Damus, sudah berkoordinasi dengan ahli pidana dan dipastikan permasalahan ini masuk kategori korupsi. Pasalnya, uang muka sebesar Rp 14,8 miliar untuk proyek tersebut tidak ada wujudnya, ditambah PLTU Lati yang dikelola PT Indo Pusaka Berau (IPB) sebagian besar merupakan saham milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau

“Kami menargetkan tahun 2018 ini perkara naik ke tingkat penyidikan,” ujarnya.

Naik ke tingkat penyidikan, sebelum menetapkan tersangka, ujar Damus pihaknya terlebih dahulu melakukan perhitungan kerugian negara melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur (Kaltim).

“Setelah didapat hasil kerugian negara baru kami gelar ke Polda terlebih dulu sebelum penetapan tersangka,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim, kata Damus belum bertindak lebih jauh hingga November 2017, karena salah satu dokumen kontrak proyek baru berakhir Desember 2017. Ya, seperti diketahui, proyek boiler 4 di PLTU ini terdapat dua kontrak. Dokumen pertama menyatakan berakhir pada pertengahan tahun 2017, sementara dokumen lainnya pekerjaan harus selesai di akhir tahun.

“Perkara memang terus ditindaklanjuti, kami juga menunggu berakhirnya pekerjaan  bulan depan (Desember, Red.),” tuturnya.

Menurut Damus, proyek dipastikan tak dapat terlaksana atau terealisasi. Pasalnya, pekerjaan pembangkit membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Ditanya, keaslian dua dokumen yang ada, Damus mengaku jika keduanya dokumen asli.

Terpisah Direktur Utama (Dirut) PT Indo Pusaka Berau (IPB) selaku pengelola PLTU Lati, Najemuddin, membenarkan berakhirnya dokumen kontrak proyek Nomor 38 itu pada Desember 2017. Sementara dokumen yang satu lagi bernomor 24 sudah berakhir.

Seperti diketahui, PT Indo Pusaka Berau (IPB) selaku pengelola PLTU Lati, meminjam dana dari bank sebesar Rp 43 miliar pada tahun 2015, dan sebesar Rp 14,8 miliar digunakan untuk uang muka proyek boiler unit #4 yang hingga sekarang belum juga terealiasi.

Dari hasil penyelidikan terakhir, sudah ada 13 orang yang diminta keterangan oleh polisi atas perkara ini.

Sebelumnya, Najemuddin menyatakan, jika proyek ini sangat merugikan pihaknya dan masyarakat.

Jika proyek berjalan sejak akhir tahun 2015, seharusnya listrik dari pembangkit unit tersebut sudah bisa digunakan. Akibatnya, setiap terjadi pemeliharaan atau kerusakan di pembangkit yang ada, maka suplai daya ke PT PLN Area Berau berkurang, dan masyarakat jadi korban pemadaman listrik bergiliran.

Selain itu itu, karena proyek tak berjalan IPB terus membayar angsuran beserta bunga, cash flow (arus kas/keuangan) perusahaan juga terganggu.(app2)

 


BACA JUGA

Selasa, 14 Agustus 2018 00:30

Dewan Pengawas Diminta Jalankan Fungsi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Saga, meminta Pemerintah…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:29

Peringati HUT Pramuka, Pawai Obor Digelar

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memperingati HUT ke-57 Pramuka pada 14 Agustus, gerakan Pramuka Kwartir…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:29

SEDIH..!! Jamaah Haji Ini Gagal Berangkat karena ....

TANJUNG REDEB - Gagal berangkatnya salah satu jamaah haji asal Berau, saat di embarkasi Balikpapan,…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:28

Pakai Gelas Plastik Biar Berbeda

Berbekal gelas plastik yang tidak terpakai dan dicat warna merah dan putih. Nuansa perayaan HUT RI pun…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:26

Jamaah yang Sakit Sudah Membaik

SATU jamaah haji asal Berau yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit Jeddah, Arab Saudi, sudah…

Senin, 13 Agustus 2018 00:10

Dishub Prioritaskan Dermaga Maratua dan Teluk Sulaiman

TANJUNG REDEB – Pembangunan perpanjangan dermaga Maratua di Kampung Bohe Bukut, jadi kegiatan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:09

Masuk Karantina, Ada yang Demam hingga Cedera

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI yang bakal dihelat di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb,…

Senin, 13 Agustus 2018 00:08

Satu Jamaah Dilarikan ke Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Cuaca di Tanah Suci terasa cukup ekstrem bagi jamaah haji Indonesia, khususnya…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:38

Dinkes Tunggu Kepastian Anggaran

TANJUNG REDEB – Dorongan dari DPRD Berau agar jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan studi…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:33

Bahar Ngamuk, Warga Tak Terima dan Mengusirnya

TANJUNG REDEB - Penolakan warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur terhadap Bahar, sangat disayangkan Sekretaris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .