MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 14 Januari 2018 10:18
Harga Lada Kian Darurat, Petani Ubah Pola Penanaman
CEGAH KERUGIAN: Para petani lada mulai mengubah pola tanam dengan menggunakan pupuk dan pestisida alami.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penurunan harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani kian resah. Pada pertemuan yang dilaksanakan di Graha Pemuda, Tanjung Redeb kemarin (13/1) Tanjung Redeb oleh sejumlah petani lada dan kakao, turut dibahas mengenai persoalan harga tersebut.

Namun, dalam pertemuan tersebut, para petani juga tidak bisa menyalahkan siapa pun. Pasalnya, harga lada di pasar Indonesia juga turun drastis hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Menurut salah seorang petani lada Sayudi yang bermukim di Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, harga lada saat ini berkisar Rp 65 ribu per kilogram. Harga itu turun drastis dibandingkan 2015 lalu yang sempat mencapai Rp 160 ribu per kilogram.

Rendahnya harga jual lada tersebut, menurut Sayudi tidak hanya karena lesunya pasar. Juga dikarenakan belum adanya sistem pemasaran yang stabil sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi lada dari petani. “Harga masih ditentukan atau dikendalikan oleh para pengepul-pengepul. Itu masalahnya,” ungkapnya.

Demi kembali mendongkrak harga lada, para petani juga berkomitmen meningkatkan kualitas produksi lada. Menurutnya, selama ini para petani masih banyak bergantung bahan-bahan kimia untuk merawat ladanya. Terutama dari penggunaan pupuk dan pestisida.

Nah, mengantisipasi hal itu, menurut Sayudi penting untuk mengganti pupuk kompos demi meningkatkan kesuburan tanaman lada. Serta menggunakan pestisida alami yang berasal dari buah-buahan demi merawat tanaman terhindar dari serangan hama.

“Ini juga supaya hasil panen lebih meningkat dan lebih produktif lagi. Kami sadar, sistem pengelolaan yang buruk bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat membuat biaya produksi justru jauh lebih tinggi,” jelas pria yang memiliki sertifikat sebagai trainer untuk petani.

Perihal itu juga dibenarkan oleh petani lada lainnya, Antonius. Ia berharap, pemerintah lebih aktif untuk memerhatikan petani lada. Terlebih, Berau saat ini sudah menjadi pengahsil lada terbesar di Kaltim setelah Kutai Kartanegara.

“Harapan saya, semoga ada dukungan dari pemerintah untuk mengatasai masalah yang terjadi untuk para petani lada saat ini. Supaya para petani mau bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/sof/rio)


BACA JUGA

Kamis, 05 Juli 2018 13:37

Kerajinan Tangan Tradisional Mulai Ditinggalkan

TANJUNG REDEB – Meski kerajinan anyaman tangan kini sudah tidak sepopuler dulu, tapi tidak membuat…

Kamis, 05 Juli 2018 13:34

KOK BISA..!! Harga Ikan Mahal di Kampung Nelayan

TALISAYAN - Meskipun sejumlah kampung di pesisir selatan Berau dikenal sebagai daerah penghasil ikan…

Kamis, 05 Juli 2018 13:32

Modal untuk UMKM lewat Dana Bergulir

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan kemudahan akses pembiayaan berupa dana bantuan untuk Usaha Mikro…

Kamis, 05 Juli 2018 13:31

Juni, Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG REDEB - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Cuaca Tak Menentu, Pembuat Bata Merugi

TANJUNG REDEB - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan para pengrajin batu…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Harga Sawit Turun, Petani Tak Khawatir

BATU PUTIH - Menurunnya harga hasil perkebunan tidak hanya lada saja. Saat ini, harga kelapa sawit di…

Sabtu, 30 Juni 2018 12:18

Tingkatkan PAK Lewat Sektor Perikanan

TALISAYAN – Tingkatkan Pendaptan Asli Kampung (PAK) Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 29 Juni 2018 10:57

Harga Lada Selalu Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, disebutkan harga lada saat…

Selasa, 26 Juni 2018 12:15

Bantuan Sapi Diganti Program Inseminasi Buatan

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan…

Senin, 25 Juni 2018 11:57

Disperindagkop Dukung Peningkatan Kualitas Produk IKM

TANJUNG REDEB - Kabar baik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .