MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 14 Januari 2018 10:18
Harga Lada Kian Darurat, Petani Ubah Pola Penanaman
CEGAH KERUGIAN: Para petani lada mulai mengubah pola tanam dengan menggunakan pupuk dan pestisida alami.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penurunan harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani kian resah. Pada pertemuan yang dilaksanakan di Graha Pemuda, Tanjung Redeb kemarin (13/1) Tanjung Redeb oleh sejumlah petani lada dan kakao, turut dibahas mengenai persoalan harga tersebut.

Namun, dalam pertemuan tersebut, para petani juga tidak bisa menyalahkan siapa pun. Pasalnya, harga lada di pasar Indonesia juga turun drastis hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Menurut salah seorang petani lada Sayudi yang bermukim di Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, harga lada saat ini berkisar Rp 65 ribu per kilogram. Harga itu turun drastis dibandingkan 2015 lalu yang sempat mencapai Rp 160 ribu per kilogram.

Rendahnya harga jual lada tersebut, menurut Sayudi tidak hanya karena lesunya pasar. Juga dikarenakan belum adanya sistem pemasaran yang stabil sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi lada dari petani. “Harga masih ditentukan atau dikendalikan oleh para pengepul-pengepul. Itu masalahnya,” ungkapnya.

Demi kembali mendongkrak harga lada, para petani juga berkomitmen meningkatkan kualitas produksi lada. Menurutnya, selama ini para petani masih banyak bergantung bahan-bahan kimia untuk merawat ladanya. Terutama dari penggunaan pupuk dan pestisida.

Nah, mengantisipasi hal itu, menurut Sayudi penting untuk mengganti pupuk kompos demi meningkatkan kesuburan tanaman lada. Serta menggunakan pestisida alami yang berasal dari buah-buahan demi merawat tanaman terhindar dari serangan hama.

“Ini juga supaya hasil panen lebih meningkat dan lebih produktif lagi. Kami sadar, sistem pengelolaan yang buruk bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat membuat biaya produksi justru jauh lebih tinggi,” jelas pria yang memiliki sertifikat sebagai trainer untuk petani.

Perihal itu juga dibenarkan oleh petani lada lainnya, Antonius. Ia berharap, pemerintah lebih aktif untuk memerhatikan petani lada. Terlebih, Berau saat ini sudah menjadi pengahsil lada terbesar di Kaltim setelah Kutai Kartanegara.

“Harapan saya, semoga ada dukungan dari pemerintah untuk mengatasai masalah yang terjadi untuk para petani lada saat ini. Supaya para petani mau bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/sof/rio)


BACA JUGA

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

Masih Terpuruk, Lada Dinilai Tak Lagi Menjanjikan

TALISAYAN- Rendahnya harga lada sepertinya menjadi keluhan bagi petani. Khususnya petani yang berada…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:22

Pasokan Ikan Kurang, Ternyata Nelayan Lebih Pilih Jual di Luar, TERNYATA INI ALASANNYA

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, menyebut ada beberapa faktor pemicu kurangnya pasokan…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:18

BUMK Harus Maksimalkan Potensi yang Ada

TALISAYAN - Selain mengelola anggaran yang dikucurkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK), dari pemerintah…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:59

Pasokan Sedikit, Harga Ikan Naik

TANJUNG  REDEB - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut memaksa nelayan di Kabupaten Berau, mengurangi…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:37

Demi Biaya Perawatan, Petani Harap Harga Sawit Naik

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, mengharapkan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:19

Akui Penjualan Sapi Kurban Sepi

TANJUNG REDEB -  Menjelang Hari Raya Kurban, para pedagang hewan kurban sudah nampak menjajakan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:14

Jangan Jual Sapi Bantuan Pemerintah

BIDUKBIDUK- Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk, mengingatkan agar masyarakat peternak sapi untuk berhati-hati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .