MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 14 Januari 2018 10:18
Harga Lada Kian Darurat, Petani Ubah Pola Penanaman
CEGAH KERUGIAN: Para petani lada mulai mengubah pola tanam dengan menggunakan pupuk dan pestisida alami.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penurunan harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani kian resah. Pada pertemuan yang dilaksanakan di Graha Pemuda, Tanjung Redeb kemarin (13/1) Tanjung Redeb oleh sejumlah petani lada dan kakao, turut dibahas mengenai persoalan harga tersebut.

Namun, dalam pertemuan tersebut, para petani juga tidak bisa menyalahkan siapa pun. Pasalnya, harga lada di pasar Indonesia juga turun drastis hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Menurut salah seorang petani lada Sayudi yang bermukim di Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, harga lada saat ini berkisar Rp 65 ribu per kilogram. Harga itu turun drastis dibandingkan 2015 lalu yang sempat mencapai Rp 160 ribu per kilogram.

Rendahnya harga jual lada tersebut, menurut Sayudi tidak hanya karena lesunya pasar. Juga dikarenakan belum adanya sistem pemasaran yang stabil sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi lada dari petani. “Harga masih ditentukan atau dikendalikan oleh para pengepul-pengepul. Itu masalahnya,” ungkapnya.

Demi kembali mendongkrak harga lada, para petani juga berkomitmen meningkatkan kualitas produksi lada. Menurutnya, selama ini para petani masih banyak bergantung bahan-bahan kimia untuk merawat ladanya. Terutama dari penggunaan pupuk dan pestisida.

Nah, mengantisipasi hal itu, menurut Sayudi penting untuk mengganti pupuk kompos demi meningkatkan kesuburan tanaman lada. Serta menggunakan pestisida alami yang berasal dari buah-buahan demi merawat tanaman terhindar dari serangan hama.

“Ini juga supaya hasil panen lebih meningkat dan lebih produktif lagi. Kami sadar, sistem pengelolaan yang buruk bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat membuat biaya produksi justru jauh lebih tinggi,” jelas pria yang memiliki sertifikat sebagai trainer untuk petani.

Perihal itu juga dibenarkan oleh petani lada lainnya, Antonius. Ia berharap, pemerintah lebih aktif untuk memerhatikan petani lada. Terlebih, Berau saat ini sudah menjadi pengahsil lada terbesar di Kaltim setelah Kutai Kartanegara.

“Harapan saya, semoga ada dukungan dari pemerintah untuk mengatasai masalah yang terjadi untuk para petani lada saat ini. Supaya para petani mau bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/sof/rio)


BACA JUGA

Selasa, 08 Mei 2018 00:19

Buat Standarisasi Tambak Udang

TANJUNG REDEB – Kualitas budidaya perikanan di Kabupaten Berau terus ditingkatkan. Salah satunya…

Selasa, 08 Mei 2018 00:17

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun

TANJUNG REDEB - Menjelang Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di pasaran terpantau belum mengalami…

Senin, 07 Mei 2018 11:42

Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual

TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi…

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .