MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 15 Januari 2018 12:12
Terus Diburu, Bekantan Terancam Punah
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Walau statusnya terancam punah, Bekantan masih menjadi sesuatu yang spesial bagi sebagain orang untuk diburu dan dikonsumsi dagingnya. Hal itu dibuktikan dari unggahan fotodi akun Facebook Astrid Ketty Audrey dengan caption foto “Hasil berburu dan siap di rica2.

Dari enam foto yang diketahui telah dihapus dari status Facebooknya tersebut, tampak sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria yang hanya mengenakan kaos kutang berwarna putih, memegang hewan primata yang sedang tak berdaya itu. Sedangkan di foto lainnya,  hewan dengan nama ilmiah Nasalis larvatus ini, telah dikuliti.

Hal inipun tentu sangat disayangkan Ahli Primata Pro Fauna, Rustam. Menurutnya, Bekantan adalah salah satu hewan yang terancam punah. Jumlah Bekantan saat ini tak sebanyak dahulu yang mencapai puluhan ribu, melainkan hanya berkisar 3 ribu ekor.

Dengan rincian 2 ribu ekor di Serawak, Malaysia dan kurang dari seribu ekor lainnya tersebar di lima provinsi di Pulau Kalimantan. “Tren populasi Bekantan ini sudah menurun. Jadi sangat disayangkan apabila masih ada orang yang memburu dan menjadikannya santapan,” katanya kepada Berau Post, Minggu (14/1).

Selain perburuan, hal yang menyebabkan populasi hewan endemik Pulau Kalimantan ini menurun, karena tempat tinggalnya yang sudah dirusak atau dibuka oleh manusia. Padahal, Bekantan tidak mampu hidup selain di daerah manggrove, rawa dan tempat yang dekat dengan air. “Daerah-daerah itu kalau sudah dirusak maka akan sulit diperbaiki,” ujarnya.

Di Kaltim, pria berkacamata ini mengungkapkan, populasi Bekantan masih cukup banyak berada di delta Mahakam sebelah barat. Sejak tahun 1990 hingga saat ini, jumlah Bekatan dituturkannya, mengalami penyusutan sekitar 50 persen.

Ia juga menjelaskan, konservasi Bekantan lebih sulit dibandingkan orangutan. Hal ini dikarenakan Bekantan tergantung dengan vegetasi lingkungan sekitarnya. Selain itu, hewan yang memiliki hidung panjang ini hidup berkelompok. “Kalau dia terpisah dengan kelompoknya, maka dia akan stres. Kasus seperti ini paling sering kami jumpai,” tuturnya.

Salah satu cara untuk menyelamatkan Bekantan menurutnya, Pemkab Berau harus patuh terhadap Keputusan Presiden (Kepres) nomor 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Dengan demikian, daerah tempat Bekantan hidup tidak boleh dibuka oleh perusahaan.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau Agento Seno, langsung melaporkan unggahan status tersebut ke bidang penegakan hukum, BKSDA Berau. “Semoga masih bisa ditindaklanjuti, soalnya sudah dihapus sehingga sulit dilacak,” tuturnya.

Ia juga tidak memungkiri masih banyak masyarakat, terutama yang tinggal di dekat hutan berburu Bekantan. Meskipun hewan tersebut telah dilindungi. Dari data yang dimiliki, populasi Bekantan mengalamai naik-turun sejak tahun 2012 hingga 2017. Hal tersebut dinilai wajar, karena ada yang mati dan melahirkan (lihat grafis).

Agento berharap, semakin banyak orang yang mau terlibat dan peduli dengan satwa liar yang tengah dikonservasi. Karena menurutnya, sosialisasi dan penyuluhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. “Misalnya lewat pendidikan nonformal di sekolah, tulisan di media dan lain-lain lah. Ini bukan sekadar penegakan hukum,” tandasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:11

Keluarga Bantah Serangan Jantung dan Stroke

SAMARINDA - Foto Nusyirwan Ismail terbaring sakit membuat heboh jagad maya kemarin (23/2). “Tumbangnya”…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:10

Oknum Ketua RT Kena OTT

TANJUNG REDEB – Tim Saber Pungli Berau berkasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09

Sandal Hanyut, Nyawa Melayang

TANJUNG REDEB – Sungai Merancang makan korban. Busman (23), warga RT 6, Kampung Merancang Ulu,…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Tim Disiplin Belum Putuskan Sanksi

TANJUNG REDEB – Kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang menjerat Andi, oknum…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:03

Tak Mengharap Imbalan, Manfaatkan Surau Tak Bernama

Dengan segala keterbatasannya, Syawal tetap ingin berbuat sesuatu yang berguna. Dengan modal ilmu agamanya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

Ular Bikin Listrik Padam

TANJUNG REDEB - Masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya tampak gusar siang kemarin (22/2). Penyebabnya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun…

Jumat, 23 Februari 2018 11:25

Perusahaan Harus Ambil Peran, Perbaiki Kerusakan Poros Sambaliung-Talisayan

TANJUNG REDEB – Desakan untuk memperbaiki kondisi jalan poros Sambaliung-Talisayan juga disuarakan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:24

Oknum PNS Residivis Sabu Kembali Dibekuk

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau,  bekerja sama dengan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:22

Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan

Sukses di perantauan, tak membuat Aji Bambang Kusuma lupa dengan kampung halaman. Putra daerah, asli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .