MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 15 Januari 2018 12:12
Terus Diburu, Bekantan Terancam Punah
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Walau statusnya terancam punah, Bekantan masih menjadi sesuatu yang spesial bagi sebagain orang untuk diburu dan dikonsumsi dagingnya. Hal itu dibuktikan dari unggahan fotodi akun Facebook Astrid Ketty Audrey dengan caption foto “Hasil berburu dan siap di rica2.

Dari enam foto yang diketahui telah dihapus dari status Facebooknya tersebut, tampak sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria yang hanya mengenakan kaos kutang berwarna putih, memegang hewan primata yang sedang tak berdaya itu. Sedangkan di foto lainnya,  hewan dengan nama ilmiah Nasalis larvatus ini, telah dikuliti.

Hal inipun tentu sangat disayangkan Ahli Primata Pro Fauna, Rustam. Menurutnya, Bekantan adalah salah satu hewan yang terancam punah. Jumlah Bekantan saat ini tak sebanyak dahulu yang mencapai puluhan ribu, melainkan hanya berkisar 3 ribu ekor.

Dengan rincian 2 ribu ekor di Serawak, Malaysia dan kurang dari seribu ekor lainnya tersebar di lima provinsi di Pulau Kalimantan. “Tren populasi Bekantan ini sudah menurun. Jadi sangat disayangkan apabila masih ada orang yang memburu dan menjadikannya santapan,” katanya kepada Berau Post, Minggu (14/1).

Selain perburuan, hal yang menyebabkan populasi hewan endemik Pulau Kalimantan ini menurun, karena tempat tinggalnya yang sudah dirusak atau dibuka oleh manusia. Padahal, Bekantan tidak mampu hidup selain di daerah manggrove, rawa dan tempat yang dekat dengan air. “Daerah-daerah itu kalau sudah dirusak maka akan sulit diperbaiki,” ujarnya.

Di Kaltim, pria berkacamata ini mengungkapkan, populasi Bekantan masih cukup banyak berada di delta Mahakam sebelah barat. Sejak tahun 1990 hingga saat ini, jumlah Bekatan dituturkannya, mengalami penyusutan sekitar 50 persen.

Ia juga menjelaskan, konservasi Bekantan lebih sulit dibandingkan orangutan. Hal ini dikarenakan Bekantan tergantung dengan vegetasi lingkungan sekitarnya. Selain itu, hewan yang memiliki hidung panjang ini hidup berkelompok. “Kalau dia terpisah dengan kelompoknya, maka dia akan stres. Kasus seperti ini paling sering kami jumpai,” tuturnya.

Salah satu cara untuk menyelamatkan Bekantan menurutnya, Pemkab Berau harus patuh terhadap Keputusan Presiden (Kepres) nomor 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Dengan demikian, daerah tempat Bekantan hidup tidak boleh dibuka oleh perusahaan.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau Agento Seno, langsung melaporkan unggahan status tersebut ke bidang penegakan hukum, BKSDA Berau. “Semoga masih bisa ditindaklanjuti, soalnya sudah dihapus sehingga sulit dilacak,” tuturnya.

Ia juga tidak memungkiri masih banyak masyarakat, terutama yang tinggal di dekat hutan berburu Bekantan. Meskipun hewan tersebut telah dilindungi. Dari data yang dimiliki, populasi Bekantan mengalamai naik-turun sejak tahun 2012 hingga 2017. Hal tersebut dinilai wajar, karena ada yang mati dan melahirkan (lihat grafis).

Agento berharap, semakin banyak orang yang mau terlibat dan peduli dengan satwa liar yang tengah dikonservasi. Karena menurutnya, sosialisasi dan penyuluhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. “Misalnya lewat pendidikan nonformal di sekolah, tulisan di media dan lain-lain lah. Ini bukan sekadar penegakan hukum,” tandasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 00:09

Baru Buka Tiga Hari, Depo Air Isi Ulang Diseruduk Truk

TANJUNG REDEB - Sebuah truk pengangkut barang dengan nomor polisi DW 9799 BB, menabrak sebuah depo pengisian…

Minggu, 20 Mei 2018 00:07

Anugerah Besar, Wabup Turut Memberikan Nama

Pukul 18.00 Wita, Jumat (18/5) lalu, menjadi saat paling bahagia Bagi Paijo, Warga RT 01 Kampung Tabalar…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:36

Dibebankan Retribusi, Disperindagkop Prioritaskan PKL Lama

TANJUNG REDEB - Meskipun pembangunan pusat wisata kuliner di Jalan SA Maulana masih berjalan, Kepala…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:35

Dividen Perusda Menurun, PAD Selalu Naik

 TANJUNG REDEB – Selain menyoroti kinerja beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Panitia…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:33

Kecewa, Warga Ancam Tutup TPA

TANJUNG REDEB – Ketegasan Bupati Berau Muharram yang menolak permintaan masyarakat agar Tempat…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:31

Gubernur Kutuk Aksi Terorisme

GUBERNUR Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak, mengutuk keras tindakan terorisme yang mengatasnamakan…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:27

Terkena Pengaruh Lingkungan, Diikuti Orangtua dan Keluarga

Tinggal di lingkungan masyarakat muslim, membuat hati Yandi Kurniawan tergerak untuk mengenal lebih…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:25

Sembilan Penjudi Diamankan, Satu Oknum PNS

TANJUNG REDEB – Awal Ramadan, jajaran Polres Berau berhasil mengamankan 9 penjudi di dua lokasi,…

Jumat, 18 Mei 2018 00:13

Sempat Ditentang Orangtua, Sedih ketika Mendengar Azan

Hidup di tengah keluarga yang berbeda keyakinan, tidak membuat Masitha menyesali keputusannya saat memilih…

Jumat, 18 Mei 2018 00:05

Pengamanan Bandara Diperketat

TANJUNG REDEB - Serangan teroris yang membabi-buta di beberapa daerah, membuat pengamanan fasilitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .