MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 15 Januari 2018 12:12
Terus Diburu, Bekantan Terancam Punah
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Walau statusnya terancam punah, Bekantan masih menjadi sesuatu yang spesial bagi sebagain orang untuk diburu dan dikonsumsi dagingnya. Hal itu dibuktikan dari unggahan fotodi akun Facebook Astrid Ketty Audrey dengan caption foto “Hasil berburu dan siap di rica2.

Dari enam foto yang diketahui telah dihapus dari status Facebooknya tersebut, tampak sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria yang hanya mengenakan kaos kutang berwarna putih, memegang hewan primata yang sedang tak berdaya itu. Sedangkan di foto lainnya,  hewan dengan nama ilmiah Nasalis larvatus ini, telah dikuliti.

Hal inipun tentu sangat disayangkan Ahli Primata Pro Fauna, Rustam. Menurutnya, Bekantan adalah salah satu hewan yang terancam punah. Jumlah Bekantan saat ini tak sebanyak dahulu yang mencapai puluhan ribu, melainkan hanya berkisar 3 ribu ekor.

Dengan rincian 2 ribu ekor di Serawak, Malaysia dan kurang dari seribu ekor lainnya tersebar di lima provinsi di Pulau Kalimantan. “Tren populasi Bekantan ini sudah menurun. Jadi sangat disayangkan apabila masih ada orang yang memburu dan menjadikannya santapan,” katanya kepada Berau Post, Minggu (14/1).

Selain perburuan, hal yang menyebabkan populasi hewan endemik Pulau Kalimantan ini menurun, karena tempat tinggalnya yang sudah dirusak atau dibuka oleh manusia. Padahal, Bekantan tidak mampu hidup selain di daerah manggrove, rawa dan tempat yang dekat dengan air. “Daerah-daerah itu kalau sudah dirusak maka akan sulit diperbaiki,” ujarnya.

Di Kaltim, pria berkacamata ini mengungkapkan, populasi Bekantan masih cukup banyak berada di delta Mahakam sebelah barat. Sejak tahun 1990 hingga saat ini, jumlah Bekatan dituturkannya, mengalami penyusutan sekitar 50 persen.

Ia juga menjelaskan, konservasi Bekantan lebih sulit dibandingkan orangutan. Hal ini dikarenakan Bekantan tergantung dengan vegetasi lingkungan sekitarnya. Selain itu, hewan yang memiliki hidung panjang ini hidup berkelompok. “Kalau dia terpisah dengan kelompoknya, maka dia akan stres. Kasus seperti ini paling sering kami jumpai,” tuturnya.

Salah satu cara untuk menyelamatkan Bekantan menurutnya, Pemkab Berau harus patuh terhadap Keputusan Presiden (Kepres) nomor 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Dengan demikian, daerah tempat Bekantan hidup tidak boleh dibuka oleh perusahaan.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau Agento Seno, langsung melaporkan unggahan status tersebut ke bidang penegakan hukum, BKSDA Berau. “Semoga masih bisa ditindaklanjuti, soalnya sudah dihapus sehingga sulit dilacak,” tuturnya.

Ia juga tidak memungkiri masih banyak masyarakat, terutama yang tinggal di dekat hutan berburu Bekantan. Meskipun hewan tersebut telah dilindungi. Dari data yang dimiliki, populasi Bekantan mengalamai naik-turun sejak tahun 2012 hingga 2017. Hal tersebut dinilai wajar, karena ada yang mati dan melahirkan (lihat grafis).

Agento berharap, semakin banyak orang yang mau terlibat dan peduli dengan satwa liar yang tengah dikonservasi. Karena menurutnya, sosialisasi dan penyuluhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. “Misalnya lewat pendidikan nonformal di sekolah, tulisan di media dan lain-lain lah. Ini bukan sekadar penegakan hukum,” tandasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 13:24

DPMK dan Camat Siapkan Plt

TANJUNG REDEB – Selain sudah menyandang status tersangka, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, juga…

Senin, 20 Agustus 2018 13:21

Soal DCS, Jangan Sekadar Menggugurkan Kewajiban

TANJUNG REDEB – Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Samsudo, minta KPU Berau tidak…

Senin, 20 Agustus 2018 13:20

Ketua KPU Sebut Sudah Sesuai Aturan

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Roby Maula, mengklaim pihaknya sudah menjalankan tugas dalam…

Senin, 20 Agustus 2018 13:18

Kemenag Akui Ada yang Berbeda

TANJUNG REDEB – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau Alfi Taufik, menegaskan Hari…

Senin, 20 Agustus 2018 13:11

Wujudkan Keinginan Ayah

Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di upacara HUT RI, memang sudah menjadi impian…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .