MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 16 Januari 2018 00:14
Petani Lada Masih Cemas

Khawatir Harga Kembali Anjlok

DIBUAT PUSING: Anjloknya harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani khawatir. Pasalnya, harga tidak menunjukkan adanya perbaikan hingga kini.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Petani lada di wilayah Kecamatan Talisayan, masih khawatir harga salah satu komoditi ekspor itu kembali mengalami penurunan tahun ini. Pasalnya, pergerakan maupun tanda-tanda membaiknya harga lada yang kini Rp 50 ribu per kilogram (kg), belum menampakkan “wujudnya”.

Kekhawatiran itu diutarakan Waiz, petani lada Kecamatan Talisayan. Ia mengatakan, meski telah memasuki 2018 dan berakhirnya masa panen, harga lada sedikit pun tidak mengalami pergerakan.

“Belum ada perubahan harga. Sisa panen tahun lalu masih dihargai tengkulak Rp 50 ribu per kg-nya. Karena harga pasaran Rp 60 ribu kata tengkulaknya,” katanya kepada Berau Post, Senin (15/1).

Ditakutkannya, kondisi itu malah akan bertambah buruk. Maksudnya, harga lada masih bisa mengalami pasang surut di pasaran. ”Kalau naik alhamdulillah. Kalau turun ini, aduh pusing kepala dibuatnya. Seperti tahun lalu, diharapkan naik malah tambah parah. Terus menurun hingga usai akhir tahun,” ucapnya.

Senada juga diutarakan Warsito, petani lada lainnya. Ia mengatakan, kembali anjloknya harga lada bisa saja kembali terjadi tahun ini. “Suasanannya seperti tahun lalu. Eh, tiba-tiba harga turun kisaran Rp 75 ribu per kg dari 125 ribu per kg-nya. Tak berselang lama turun lagi, sampai dengan harga sekarang, Rp 50 ribu per kg,” bebernya.

 Oleh karena itu, dirinya berharap segera ada solusi dari pemerintah pusat maupun daerah, terkait anjloknya harga lada yang dinilai tak wajar. Pasalnya, kondisi ini merata dirasakan petani lada di Indonesia.

“Tindakan mereka (pemerintah, Red.) yang sangat dinanti petani. Karena lada sudah menjadi mata pencaharian kami yang dinilai sangat menguntungkan, ketimbang jenis tanaman lain dari segi ekonomis,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:04

Optimistis, Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Kampung

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Tunggal Bumi kian serius menjadikan sektor pariwisata sebagai senjata…

Minggu, 18 Februari 2018 11:33

Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau mengalami kontraksi dan relatif berubah-ubah…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:10

Produksi Sektor Perkebunan Meningkat Setiap Tahun

TANJUNG REDEB – Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- memiliki kekayaan alam yang melimpah.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:10

Harga Cabai Tiung Mendadak Turun

TANJUNG REDEB – Hingga kemarin (16/2), harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami…

Jumat, 16 Februari 2018 10:34

Produksi Jagung Meningkat Tiap Tahun

TANJUNG REDEB - Hasil perkebunan jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Berau.…

Jumat, 16 Februari 2018 10:32

Musim Penghujan, Petani Khawatir Gagal Panen

TALISAYAN – Petani di Kecamatan Talisayan, berupaya memaksimalkan hasil panennya. Namun, dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 10:08

Diskoperindag Minta Koperasi Laksanakan RAT

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Berau, Wiyati kembali mengimbau…

Kamis, 15 Februari 2018 10:06

Kembangkan Produk Batik Khas Berau

TANJUNG REDEB – Hasil tenunan batik biasanya lebih kepada untuk menunjukkan ciri khas daerah.…

Rabu, 14 Februari 2018 13:27

Kuota Elpiji Subsidi Bertambah

TANJUNG REDEB – Kuota elpiji 3 kilogram (kg) Kabupaten Berau tahun ini bisa dipastikan bertambah…

Selasa, 13 Februari 2018 00:18

Target PAD RPH dan RPU Naik

GUNUNG TABUR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .