MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 16 Januari 2018 00:14
Petani Lada Masih Cemas

Khawatir Harga Kembali Anjlok

DIBUAT PUSING: Anjloknya harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani khawatir. Pasalnya, harga tidak menunjukkan adanya perbaikan hingga kini.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Petani lada di wilayah Kecamatan Talisayan, masih khawatir harga salah satu komoditi ekspor itu kembali mengalami penurunan tahun ini. Pasalnya, pergerakan maupun tanda-tanda membaiknya harga lada yang kini Rp 50 ribu per kilogram (kg), belum menampakkan “wujudnya”.

Kekhawatiran itu diutarakan Waiz, petani lada Kecamatan Talisayan. Ia mengatakan, meski telah memasuki 2018 dan berakhirnya masa panen, harga lada sedikit pun tidak mengalami pergerakan.

“Belum ada perubahan harga. Sisa panen tahun lalu masih dihargai tengkulak Rp 50 ribu per kg-nya. Karena harga pasaran Rp 60 ribu kata tengkulaknya,” katanya kepada Berau Post, Senin (15/1).

Ditakutkannya, kondisi itu malah akan bertambah buruk. Maksudnya, harga lada masih bisa mengalami pasang surut di pasaran. ”Kalau naik alhamdulillah. Kalau turun ini, aduh pusing kepala dibuatnya. Seperti tahun lalu, diharapkan naik malah tambah parah. Terus menurun hingga usai akhir tahun,” ucapnya.

Senada juga diutarakan Warsito, petani lada lainnya. Ia mengatakan, kembali anjloknya harga lada bisa saja kembali terjadi tahun ini. “Suasanannya seperti tahun lalu. Eh, tiba-tiba harga turun kisaran Rp 75 ribu per kg dari 125 ribu per kg-nya. Tak berselang lama turun lagi, sampai dengan harga sekarang, Rp 50 ribu per kg,” bebernya.

 Oleh karena itu, dirinya berharap segera ada solusi dari pemerintah pusat maupun daerah, terkait anjloknya harga lada yang dinilai tak wajar. Pasalnya, kondisi ini merata dirasakan petani lada di Indonesia.

“Tindakan mereka (pemerintah, Red.) yang sangat dinanti petani. Karena lada sudah menjadi mata pencaharian kami yang dinilai sangat menguntungkan, ketimbang jenis tanaman lain dari segi ekonomis,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…

Minggu, 22 April 2018 12:30

Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi…

Minggu, 22 April 2018 12:29

GELIAT PERTANIAN !!! Berau Programkan 10 Ribu Ha Jagung

TANJUNG REDEB - Meskipun perkebunan kelapa sawit semakin eksis, namun tak mempengaruhi sektor pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .