MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 16 Januari 2018 00:14
Petani Lada Masih Cemas

Khawatir Harga Kembali Anjlok

DIBUAT PUSING: Anjloknya harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani khawatir. Pasalnya, harga tidak menunjukkan adanya perbaikan hingga kini.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Petani lada di wilayah Kecamatan Talisayan, masih khawatir harga salah satu komoditi ekspor itu kembali mengalami penurunan tahun ini. Pasalnya, pergerakan maupun tanda-tanda membaiknya harga lada yang kini Rp 50 ribu per kilogram (kg), belum menampakkan “wujudnya”.

Kekhawatiran itu diutarakan Waiz, petani lada Kecamatan Talisayan. Ia mengatakan, meski telah memasuki 2018 dan berakhirnya masa panen, harga lada sedikit pun tidak mengalami pergerakan.

“Belum ada perubahan harga. Sisa panen tahun lalu masih dihargai tengkulak Rp 50 ribu per kg-nya. Karena harga pasaran Rp 60 ribu kata tengkulaknya,” katanya kepada Berau Post, Senin (15/1).

Ditakutkannya, kondisi itu malah akan bertambah buruk. Maksudnya, harga lada masih bisa mengalami pasang surut di pasaran. ”Kalau naik alhamdulillah. Kalau turun ini, aduh pusing kepala dibuatnya. Seperti tahun lalu, diharapkan naik malah tambah parah. Terus menurun hingga usai akhir tahun,” ucapnya.

Senada juga diutarakan Warsito, petani lada lainnya. Ia mengatakan, kembali anjloknya harga lada bisa saja kembali terjadi tahun ini. “Suasanannya seperti tahun lalu. Eh, tiba-tiba harga turun kisaran Rp 75 ribu per kg dari 125 ribu per kg-nya. Tak berselang lama turun lagi, sampai dengan harga sekarang, Rp 50 ribu per kg,” bebernya.

 Oleh karena itu, dirinya berharap segera ada solusi dari pemerintah pusat maupun daerah, terkait anjloknya harga lada yang dinilai tak wajar. Pasalnya, kondisi ini merata dirasakan petani lada di Indonesia.

“Tindakan mereka (pemerintah, Red.) yang sangat dinanti petani. Karena lada sudah menjadi mata pencaharian kami yang dinilai sangat menguntungkan, ketimbang jenis tanaman lain dari segi ekonomis,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .