MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 16 Januari 2018 00:15
Dispertan Klaim Harga Cabai Bisa Dikendalikan
MULAI NORMAL: Harga cabai rawit dan jenis lainnya berangsur-angsur mengalami penurunan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Harga cabai di Kabupaten Berau yang sempat ikut merangkak naik, kini sudah kembali normal. Klaim tersebut datang dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Berau melalui petugas lapangan yang secara khusus melakukan pengecekan harga di pasar.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertan Muhammad Saleh mengatakan, sampai kemarin (15/1) harga cabai rawit merah dan cabai tiung di pasaran, sudah kembali pada kisaran RP 35 ribu hingga RP 40 ribu per kilogram. 

“Harga segitu di Berau normal. Di atas itu bisa dibilang harganya tinggi. Di pasar sudah normal,” ujarnya meyakinkan saat dikonfirmasi via telepon oleh Berau Post, kemarin (15/1). 

Saleh-sapaan akrabnya- menjelaskan, harga cabai yang tidak meroket seperti tahun lalu, turut dibantu pasokan dari petani lokal. Menurutnya, sejumlah petani cabai dari Talisayan, Gunung Tabur dan beberapa daerah lainnya seperti Batu Puti, Sambaliung juga Segah berhasil menyediakan kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, jika pasokan dari Pulau Jawa atau Sulawesi menipis, masih bisa dibantu cabai yang dihasilkan petani lokal.

Ia menerangkan, meski masih mengikuti musim, namun para petani cabai di Berau sejak tahun lalu mulai bermunculan. Terlebih cabai dan bawang masuk dalam program pemerintah, mengingat kedua komoditas ini turut menyumbang inflasi. Maka itu, pertanian cabai terangnya musti digiatkan agar jangan sampai kekurangan pasokan. “Sebab, kalau pasokan kurang, harga pasti terpengaruh,” ujarnya. 

Dispertan terangnya, sejak tahun lalu, mengupayakan untuk membuat lahan pertanian cabai dari berbagai varian seluas 100 hektare. Meski belum bisa memastikan jumlah produksinya saat ini. “Tapi hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Hanya saja untuk menanggulangi “bencana” pertanian cabai, Dispertan saat ini baru sampai pada segi teknis saja. Pemberian obat untuk mengendalikan hama misalnya, dan langkah-langkah lain untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kalau masalahnya berhadapan dengan alam, jujur saja kami belum bisa berbuat banyak,” tandasnya.

Sebelumnya, Komite Tetap Bidang Pertanian dan Perkebunan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Berau, Ajad Sudrajad menyampaikan naik-turunnya harga cabai ini tergantung cuaca dan produksi cabai dari petani. Berau sendiri dinilainya sudah cukup baik. “Tapi itu kalau cuaca sedang bagus,” katanya.

Meskipun begitu, dijelaskannya, jika melihat secara keseluruhan kebutuhan cabai di Berau masih kurang. Mengingat banyaknya perusahaan pertambangan dan rumah makan yang memang memerlukan cabai. Kondisi tersebut memaksa pengepul memasok dari Samarinda dan Jawa.

Situasi ini terangnya memengaruhi harga pasar, karena banyaknya risiko yang harus ditanggung. Mulai dari biaya hingga cabai busuk selama di perjalanan. Alasan itu bisa digunakan untuk menaikkan harga untuk menutupi kerugian.

Solusi untuk mengakalinya terang Ajad, harga eceran tertinggi harus ditetapkan dan ditegaskan. Sehingga nantinya petani lokal tidak ada yang dirugikan. Selain itu, pertanian berskala rumahan dengan perawatan khusus juga harus mulai digencarkan, untuk bisa memenuhi kebutuhan cabai di Berau.

“Sementara ini, Dinas Pertanian dan Peternakan juga tengah gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada petani cara bertani di cuaca buruk. Kemungkinannya dengan pertanian di dalam ruangan,” jelasnya. (*/ech/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Juli 2018 00:13

Omzet hingga Rp 15 Juta

TANJUNG REDEB – Para pedagang musiman yang menjajakan bendera dan umbul-umbul, mulai bermunculan…

Sabtu, 28 Juli 2018 00:11

Tiap Kampung Diminta Membangun Pasar

TALISAYAN – Camat Talisayan David Pamuji, meminta seluruh aparat kampung di wilayahnya, bisa melakukan…

Jumat, 27 Juli 2018 14:25

Majukan Ekonomi Masyarakat, Bakal Bangun Pasar

TALISAYAN - Kepala Kampung Talisayan, Yamsir akan berupaya meningkatkan perekonomian warga di wilayahnya,…

Rabu, 25 Juli 2018 13:16

Biatan Ilir Bakal Punya Produk Beras Lokal

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, terus berinovasi dalam menghidupkan perekonomian masyarakat,…

Selasa, 24 Juli 2018 13:55

Penyakit Kuning Serang Lada Petani

BATU PUTIH – Belum usai polemik rendahnya harga jual lada, sejumlah petani budidaya lada di Kecamatan…

Kamis, 19 Juli 2018 01:33

Tak Ada Batasan Penentuan Bunga Koperasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperingdakop) Kabupaten Berau,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:28

PUSINGGG..!! Turun Lagi, Harga Sawit Cuma Rp 890 Per Kg

BATU PUTIH - Mulai mengeluh. Mungkin kondisi itu kini dirasakan sejumlah petani sawit di wilayah Kecamatan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:10

Beras dan Rokok, Penyumbang Kemiskinan Kaltim dan Kaltara

KOMODITAS beras dan rokok, menjadi penyumbang  terbesar tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan…

Senin, 09 Juli 2018 11:41

Dua Kampung Sentra Ternak Kambing di Berau

TANJUNG REDEB - Sentra peternakan kambing di Kabupaten Berau berada di Kecamatan Biatan dan Batu Putih,…

Minggu, 08 Juli 2018 00:17

Peternak Diminta Perhatikan Aturan Kandang

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) akui ada peternak hewan di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .