MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 16 Januari 2018 00:15
Dispertan Klaim Harga Cabai Bisa Dikendalikan
MULAI NORMAL: Harga cabai rawit dan jenis lainnya berangsur-angsur mengalami penurunan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Harga cabai di Kabupaten Berau yang sempat ikut merangkak naik, kini sudah kembali normal. Klaim tersebut datang dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Berau melalui petugas lapangan yang secara khusus melakukan pengecekan harga di pasar.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertan Muhammad Saleh mengatakan, sampai kemarin (15/1) harga cabai rawit merah dan cabai tiung di pasaran, sudah kembali pada kisaran RP 35 ribu hingga RP 40 ribu per kilogram. 

“Harga segitu di Berau normal. Di atas itu bisa dibilang harganya tinggi. Di pasar sudah normal,” ujarnya meyakinkan saat dikonfirmasi via telepon oleh Berau Post, kemarin (15/1). 

Saleh-sapaan akrabnya- menjelaskan, harga cabai yang tidak meroket seperti tahun lalu, turut dibantu pasokan dari petani lokal. Menurutnya, sejumlah petani cabai dari Talisayan, Gunung Tabur dan beberapa daerah lainnya seperti Batu Puti, Sambaliung juga Segah berhasil menyediakan kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, jika pasokan dari Pulau Jawa atau Sulawesi menipis, masih bisa dibantu cabai yang dihasilkan petani lokal.

Ia menerangkan, meski masih mengikuti musim, namun para petani cabai di Berau sejak tahun lalu mulai bermunculan. Terlebih cabai dan bawang masuk dalam program pemerintah, mengingat kedua komoditas ini turut menyumbang inflasi. Maka itu, pertanian cabai terangnya musti digiatkan agar jangan sampai kekurangan pasokan. “Sebab, kalau pasokan kurang, harga pasti terpengaruh,” ujarnya. 

Dispertan terangnya, sejak tahun lalu, mengupayakan untuk membuat lahan pertanian cabai dari berbagai varian seluas 100 hektare. Meski belum bisa memastikan jumlah produksinya saat ini. “Tapi hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Hanya saja untuk menanggulangi “bencana” pertanian cabai, Dispertan saat ini baru sampai pada segi teknis saja. Pemberian obat untuk mengendalikan hama misalnya, dan langkah-langkah lain untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kalau masalahnya berhadapan dengan alam, jujur saja kami belum bisa berbuat banyak,” tandasnya.

Sebelumnya, Komite Tetap Bidang Pertanian dan Perkebunan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Berau, Ajad Sudrajad menyampaikan naik-turunnya harga cabai ini tergantung cuaca dan produksi cabai dari petani. Berau sendiri dinilainya sudah cukup baik. “Tapi itu kalau cuaca sedang bagus,” katanya.

Meskipun begitu, dijelaskannya, jika melihat secara keseluruhan kebutuhan cabai di Berau masih kurang. Mengingat banyaknya perusahaan pertambangan dan rumah makan yang memang memerlukan cabai. Kondisi tersebut memaksa pengepul memasok dari Samarinda dan Jawa.

Situasi ini terangnya memengaruhi harga pasar, karena banyaknya risiko yang harus ditanggung. Mulai dari biaya hingga cabai busuk selama di perjalanan. Alasan itu bisa digunakan untuk menaikkan harga untuk menutupi kerugian.

Solusi untuk mengakalinya terang Ajad, harga eceran tertinggi harus ditetapkan dan ditegaskan. Sehingga nantinya petani lokal tidak ada yang dirugikan. Selain itu, pertanian berskala rumahan dengan perawatan khusus juga harus mulai digencarkan, untuk bisa memenuhi kebutuhan cabai di Berau.

“Sementara ini, Dinas Pertanian dan Peternakan juga tengah gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada petani cara bertani di cuaca buruk. Kemungkinannya dengan pertanian di dalam ruangan,” jelasnya. (*/ech/rio)


BACA JUGA

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…

Minggu, 22 April 2018 12:30

Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi…

Minggu, 22 April 2018 12:29

GELIAT PERTANIAN !!! Berau Programkan 10 Ribu Ha Jagung

TANJUNG REDEB - Meskipun perkebunan kelapa sawit semakin eksis, namun tak mempengaruhi sektor pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .