MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 16 Januari 2018 00:15
Dispertan Klaim Harga Cabai Bisa Dikendalikan
MULAI NORMAL: Harga cabai rawit dan jenis lainnya berangsur-angsur mengalami penurunan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Harga cabai di Kabupaten Berau yang sempat ikut merangkak naik, kini sudah kembali normal. Klaim tersebut datang dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Berau melalui petugas lapangan yang secara khusus melakukan pengecekan harga di pasar.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertan Muhammad Saleh mengatakan, sampai kemarin (15/1) harga cabai rawit merah dan cabai tiung di pasaran, sudah kembali pada kisaran RP 35 ribu hingga RP 40 ribu per kilogram. 

“Harga segitu di Berau normal. Di atas itu bisa dibilang harganya tinggi. Di pasar sudah normal,” ujarnya meyakinkan saat dikonfirmasi via telepon oleh Berau Post, kemarin (15/1). 

Saleh-sapaan akrabnya- menjelaskan, harga cabai yang tidak meroket seperti tahun lalu, turut dibantu pasokan dari petani lokal. Menurutnya, sejumlah petani cabai dari Talisayan, Gunung Tabur dan beberapa daerah lainnya seperti Batu Puti, Sambaliung juga Segah berhasil menyediakan kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, jika pasokan dari Pulau Jawa atau Sulawesi menipis, masih bisa dibantu cabai yang dihasilkan petani lokal.

Ia menerangkan, meski masih mengikuti musim, namun para petani cabai di Berau sejak tahun lalu mulai bermunculan. Terlebih cabai dan bawang masuk dalam program pemerintah, mengingat kedua komoditas ini turut menyumbang inflasi. Maka itu, pertanian cabai terangnya musti digiatkan agar jangan sampai kekurangan pasokan. “Sebab, kalau pasokan kurang, harga pasti terpengaruh,” ujarnya. 

Dispertan terangnya, sejak tahun lalu, mengupayakan untuk membuat lahan pertanian cabai dari berbagai varian seluas 100 hektare. Meski belum bisa memastikan jumlah produksinya saat ini. “Tapi hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Hanya saja untuk menanggulangi “bencana” pertanian cabai, Dispertan saat ini baru sampai pada segi teknis saja. Pemberian obat untuk mengendalikan hama misalnya, dan langkah-langkah lain untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kalau masalahnya berhadapan dengan alam, jujur saja kami belum bisa berbuat banyak,” tandasnya.

Sebelumnya, Komite Tetap Bidang Pertanian dan Perkebunan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Berau, Ajad Sudrajad menyampaikan naik-turunnya harga cabai ini tergantung cuaca dan produksi cabai dari petani. Berau sendiri dinilainya sudah cukup baik. “Tapi itu kalau cuaca sedang bagus,” katanya.

Meskipun begitu, dijelaskannya, jika melihat secara keseluruhan kebutuhan cabai di Berau masih kurang. Mengingat banyaknya perusahaan pertambangan dan rumah makan yang memang memerlukan cabai. Kondisi tersebut memaksa pengepul memasok dari Samarinda dan Jawa.

Situasi ini terangnya memengaruhi harga pasar, karena banyaknya risiko yang harus ditanggung. Mulai dari biaya hingga cabai busuk selama di perjalanan. Alasan itu bisa digunakan untuk menaikkan harga untuk menutupi kerugian.

Solusi untuk mengakalinya terang Ajad, harga eceran tertinggi harus ditetapkan dan ditegaskan. Sehingga nantinya petani lokal tidak ada yang dirugikan. Selain itu, pertanian berskala rumahan dengan perawatan khusus juga harus mulai digencarkan, untuk bisa memenuhi kebutuhan cabai di Berau.

“Sementara ini, Dinas Pertanian dan Peternakan juga tengah gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada petani cara bertani di cuaca buruk. Kemungkinannya dengan pertanian di dalam ruangan,” jelasnya. (*/ech/rio)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 20:29

Tunjukkan Potensi Perikanan

TALISAYAN - Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat di Kampung Talisayan…

Senin, 12 November 2018 20:27

17.000 Ha Lahan Sawit Belum Punya STDB

TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan Kabupaten Berau mendata luasan lahan…

Sabtu, 10 November 2018 14:26

Harga Mahal, Dukung Pembangunan Pabrik Semen

BIDUKBIDUK – Harga semen di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk…

Sabtu, 10 November 2018 13:59

Penyerapan Beras Lokal, Masih Bekutat dengan HPP

TANJUNG REDEB - Ada beberapa alasan sampai saat ini, Badan…

Sabtu, 10 November 2018 13:56

Tingkatkan Perekonomian dari Sektor Pertanian

TALISAYAN - Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi andalan masyarakat…

Kamis, 08 November 2018 09:41

Pembangunan Pabrik Semen di Bidukbiduk Menunggu Ini...

SAMARINDA – Setelah sempat mengalami pro dan kontra terkait rencana…

Kamis, 08 November 2018 09:33

Wilayah Pesisir Belum Tuntas

TANJUNG REDEB – Distribusi beras sejahtera (Rastra) untuk keluarga penerima…

Kamis, 08 November 2018 09:17

Penuhi Tuntutan Buruh

TANJUNG REDEB – Penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Perusahaan Bongkar…

Senin, 05 November 2018 12:09

Arahkan ASN Beli Beras Lokal

PERTANIAN merupakan salah satu sektor penting yang harus menjadi perhatian.…

Senin, 05 November 2018 12:08

Agresif Dorong Sektor Pariwisata

BATU PUTIH - Potensi pariwisata yang ada di wilayah pesisir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .