MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 18 Januari 2018 00:14
Elpiji Melon Mulai Langka
RESAHKAN PENJUAL DAN MASYARAKAT: Elpiji 3 kg kini mulai sulit ditemui di pasaran. Tampak para penyalur elpiji, mengeluarkan tabung gas berukuran 3 kg dari dalam mobil boks.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Para agen elpiji di Tanjung Redeb mulai resah. Penyebabnya, elpiji ukuran 3 kilogram (kg) yang kerap digunakan ibu rumah tangga tersebut kian sulit didapatkan.

 “Sudah beberapa minggu terakhir ini pasokan elpiji tiga kilogram memang berkurang. Makanya sekarang masyarakat jadi agak sulit mencarinya,” kata agen elpiji Irwan kepada Berau Post, Rabu (17/1).

Menurut pria yang berjualan di sekitar Jalan Murjani II ini, sejak awal bulan ini pihak pangkalan telah melakukan pembatasan penyaluran gas melon ke agen. Ia pun mengaku sebelumnya mendapatkan jatah 20 tabung elpiji tiga kilogram, namun saat ini hanya berkisar 15 tabung.

Kelangkaan ini pun lambat laun telah dirasakan masyarakat. Irwan pun mengaku acap kali mendapat pertanyaan dan keluhan mengenai kelangkaan tabung elpiji tersebut. “Saya jawabnya kalau mau habis ya gimana lagi. Karena memang pasokan dari pangkalan kurang,” ujarnya.

Hal serupa juga turut dirasakan salah seorang pedagang di Keluruhan Bugis, Ishak. Ia menerangkan bahwasanya kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram telah terjadi sejak beberapa bulan lalu dan juga terjadi di beberapa kecamatan.

“Karena langka, banyak pelanggan saya yang mencari di daerah lain. Tapi tetap saja mereka masih kesulitan mendapatkannya,” singkatnya.

Sementara itu, kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram ini turut disesalkan ibu rumah tangga bernama Sumi. Wanita yang tinggal di sekitar Kelurahan Bugis ini mengaku meskipun telah menunggu beberapa hari untuk mendapatkan gas melon, namun ia selalu kehabisan. “Penjualnya bilang selalu habis. Dan alasannya ya sama dengan yang lain, karena langka,” ucapnya.

“Makanya saya sangat berharap semoga pemerintah bisa memecahkan permasalahan ini. sehingga kami masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan gas melon. Apalagikan ini kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (*/sof/rio)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:39

Penyaluran Gas Melon Terus Jadi Keluhan

BATU PUTIH – Tak hanya di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:36

Pangkalan Bantah Disebut LPG Selundupan

BIDUKBIDUK - Peristiwa terbakarnya salah satu Kapal Motor (KM) Amelia…

Jumat, 08 Februari 2019 13:38

Pasokan Aman, Penyelundupan Belum Ditemukan

TANJUNG REDEB - Kecelakaan kapal yang membawa tabung LPG di…

Rabu, 30 Januari 2019 13:36

Petani Bingung Jual Hasil Panen

SAMBALIUNG – Masyarakat Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung mayoritas merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*