MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 19 Januari 2018 11:42
2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Berau dinilai mengalami peningkatan cukup signifikan pada 2017 lalu. Khususnya pada kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Hal itu diterangkan Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Berau, Farrah Maharani. Dirinya menyebut jumlah klaim dua tahun sebelumnya, yaitu tahun 2015 dan 2016, klaim JKK hanya berkisar pada 60 kasus. Sementara di tahun 2017, jumlah tersebut meningkat hingga 90 kasus.

"Meningkat, dari dua tahun pertama 2015 2016 sekitar 60-an kasus, di 2017 meningkat menjadi 90-an kasus. Jadi total klaim JKK selama tiga tahun itu ada 210 kasus," ujar Farrah, kemarin (18/1) sore.

Sementara, klaim jaminan yang dibayarkan kepada para peserta program selama periode tiga tahun tersebut mencapai Rp 5,1 miliar. Adapun klaim JKK ini rata-rata didominasi oleh pekerja perusahaan pertambangan dan sektor perkebunan.

"Mungkin penyebabnya karena masalah K3(Kesehatan dan Keselamatan Kerja)-nya. Maksud saya, pelaksanaan dan pengawasan K3-nya mungkin belum maksimal," ungkapnya.

Menurutnya, penerapan K3 ini sangat diperlukan di tempat kerja untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Selain itu, juga untuk menjamin setiap tenaga kerja mendapatkan perlindungan pada saat melakukan aktivitas di tempatnya bekerja.

"Banyaknya klaim Jaminan Kecelakaan Kerja ini tentunya bukan hal baik ya. Jadi K3 tetap harus lebih diutamakan dalam bekerja," tegasnya.

Pada prinsipnya, ujar Farrah, BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini memberikan perlindungan kepada para pekerja, yang sudah terdaftar. Apapun yang terjadi pada pekerja tersebut, khususnya kecelakaan kerja dapat terbantu dan terlindungi.

"Ini berlaku bagi pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah juga bisa," tandasnya.  (*/ech/app)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 13:24

DPMK dan Camat Siapkan Plt

TANJUNG REDEB – Selain sudah menyandang status tersangka, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, juga…

Senin, 20 Agustus 2018 13:21

Soal DCS, Jangan Sekadar Menggugurkan Kewajiban

TANJUNG REDEB – Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Samsudo, minta KPU Berau tidak…

Senin, 20 Agustus 2018 13:20

Ketua KPU Sebut Sudah Sesuai Aturan

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Roby Maula, mengklaim pihaknya sudah menjalankan tugas dalam…

Senin, 20 Agustus 2018 13:18

Kemenag Akui Ada yang Berbeda

TANJUNG REDEB – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau Alfi Taufik, menegaskan Hari…

Senin, 20 Agustus 2018 13:11

Wujudkan Keinginan Ayah

Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di upacara HUT RI, memang sudah menjadi impian…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .