MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 19 Januari 2018 11:42
2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Berau dinilai mengalami peningkatan cukup signifikan pada 2017 lalu. Khususnya pada kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Hal itu diterangkan Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Berau, Farrah Maharani. Dirinya menyebut jumlah klaim dua tahun sebelumnya, yaitu tahun 2015 dan 2016, klaim JKK hanya berkisar pada 60 kasus. Sementara di tahun 2017, jumlah tersebut meningkat hingga 90 kasus.

"Meningkat, dari dua tahun pertama 2015 2016 sekitar 60-an kasus, di 2017 meningkat menjadi 90-an kasus. Jadi total klaim JKK selama tiga tahun itu ada 210 kasus," ujar Farrah, kemarin (18/1) sore.

Sementara, klaim jaminan yang dibayarkan kepada para peserta program selama periode tiga tahun tersebut mencapai Rp 5,1 miliar. Adapun klaim JKK ini rata-rata didominasi oleh pekerja perusahaan pertambangan dan sektor perkebunan.

"Mungkin penyebabnya karena masalah K3(Kesehatan dan Keselamatan Kerja)-nya. Maksud saya, pelaksanaan dan pengawasan K3-nya mungkin belum maksimal," ungkapnya.

Menurutnya, penerapan K3 ini sangat diperlukan di tempat kerja untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Selain itu, juga untuk menjamin setiap tenaga kerja mendapatkan perlindungan pada saat melakukan aktivitas di tempatnya bekerja.

"Banyaknya klaim Jaminan Kecelakaan Kerja ini tentunya bukan hal baik ya. Jadi K3 tetap harus lebih diutamakan dalam bekerja," tegasnya.

Pada prinsipnya, ujar Farrah, BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini memberikan perlindungan kepada para pekerja, yang sudah terdaftar. Apapun yang terjadi pada pekerja tersebut, khususnya kecelakaan kerja dapat terbantu dan terlindungi.

"Ini berlaku bagi pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah juga bisa," tandasnya.  (*/ech/app)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 19:52

Pupuk Kepedulian Menjaga Urat Nadi Perekonomian

Persoalan sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan sejak dulu.…

Senin, 12 November 2018 19:49

AJ dan SN Hanya Wajib Lapor

TANJUNG REDEB – Berkas perkara perusakan bus karyawan di Kampung…

Senin, 12 November 2018 19:44

Siapkan Genset 80 kVA, Antisipasi Pemadaman Listrik Mendadak saat SKD CPNS

TANJUNG REDEB – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri…

Senin, 12 November 2018 18:39

Bakal Lepas dari Krisis Anggaran

TANJUNG REDEB - Tahun depan, Kabupaten Berau diperkirakan bakal lepas…

Minggu, 11 November 2018 17:57

UMK 2019 Disepakati Rp 3.120.996

TANJUNG REDEB -  Dewan Pengupahan Kabupaten Berau telah menetapkan besaran…

Minggu, 11 November 2018 17:53

Sebut Sikap KPU Sudah Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Berau,…

Minggu, 11 November 2018 17:46

Jangan Pernah Hukum Anak

TANJUNG REDEB – Mendisiplinkan anak-anak tak perlu dengan kekerasan, banyak…

Sabtu, 10 November 2018 13:41

Kini Berwenang Menyelesaikan Sengketa Pemilu

Sekitar lima bulan lagi, masyarakat akan memilih wakil mereka di…

Sabtu, 10 November 2018 13:37

Bulan Ini, Beasiswa Berau Gemilang Cair

TANJUNG REDEB – Sebanyak 845 mahasiswa dan 756 pelajar SMA…

Sabtu, 10 November 2018 13:09

Tegaskan PTT Harus Netral

TANJUNG REDEB – Persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang turut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .