MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 19 Januari 2018 11:53
Diserang Hama, Petani Gagal Panen
RUGI: Seorang petani yang sedang membersihkan sawahnya yang rusak akibat diserang hama.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Hama tikus dan burung membuat sejumlah petani di Kampung Trans Bangun, Sambaliung mengalami gagal panen. Petani pun terpaksa merelakan padi yang telah ditanamnya sebagai bahan pangan untuk hewan ternak.

Said salah seorang petani padi mengungkapkan, bahwa dirinya mengalami kerugian cukup besar  karena gagal panen yang ia alami. “Gagal panen karena semua padi saya rusak karena hama,” ujarnya kepada Berau Post, kamis (18/1).

Lanjutnya, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena padinya semua sudah terlanjur rusak diserang hama. “Mau bagaimana lagi sudah rusak semua. Terpaksa kita berikan ke hewan ternak saja untuk diberi makan,” keluhnya.

Bapak satu anak ini mengakui hama tikus dan burung cukup sulit untuk dibasmi. “Hama tikus dan burung itu memang saya dan petani di sini akui sangat susah untuk dibasmi, perlu waktu yang lama, apalagi burung,” lanjutnya.

Saat disinggung soal kerugian dirinya, dengan gagal panen yang dialami, dirinya tidak tahu nominal kerugian yang dideritanya. “Saya tidak tahu berapa kerugian saya, yang jelas ukuran lahan sawah yang diserang hama kurang lebih hampir 1 hektare,” terangnya.

Di tempat yang berbeda salah seorang petani yang lahan sawahnya juga terkena serangan hama yang mengakibatkan gagal panen. Petani yang bernama Amirudin tersebut mengungkapkan sudah 2 hari ini membersihkan sawah nya. “Kurang lebih sudah 2 hari ini, mencabuti padi yang sudah rusak,” ungkap amirudin.

Kegagalan panen seperti ini ucapnya, kerap dialami setiap tahun. Penyebabnya pun diakuinya selalu sama, yakni serangan hama.  “Beginilah setiap tahun selalu gagal panen dengan hama yang sama yaitu tikus dan burung,” jelasnya.

Ditambah lagi saatmusim hujan seperti saat ini, yang membuat hama keong emas ikut merusak padi berwarna kuning dan pertumbuhannya menjadi tidak subur. “Saya akui sangat susah memang basmi hama seperti tikus dan burung itu. Beda seperti hama keong emas masih bisa dibasmi dengan racun khusus tanaman,” imbuhnya.

Dirinya berharap mendapat solusi dari pemerintah bagaimana mengatasi hama yang “menghantui” mereka setiap tahunya. “Kami sebagai petani di sini berharap mendapat solusi dari pemerintah bagaimana mengatasi hama yang membuat kami gagal sehingga sangat merugikan,” pungkasnya (*/tyo/rio)

 


BACA JUGA

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…

Minggu, 22 April 2018 12:30

Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi…

Minggu, 22 April 2018 12:29

GELIAT PERTANIAN !!! Berau Programkan 10 Ribu Ha Jagung

TANJUNG REDEB - Meskipun perkebunan kelapa sawit semakin eksis, namun tak mempengaruhi sektor pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .