MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 19 Januari 2018 11:53
Diserang Hama, Petani Gagal Panen
RUGI: Seorang petani yang sedang membersihkan sawahnya yang rusak akibat diserang hama.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Hama tikus dan burung membuat sejumlah petani di Kampung Trans Bangun, Sambaliung mengalami gagal panen. Petani pun terpaksa merelakan padi yang telah ditanamnya sebagai bahan pangan untuk hewan ternak.

Said salah seorang petani padi mengungkapkan, bahwa dirinya mengalami kerugian cukup besar  karena gagal panen yang ia alami. “Gagal panen karena semua padi saya rusak karena hama,” ujarnya kepada Berau Post, kamis (18/1).

Lanjutnya, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena padinya semua sudah terlanjur rusak diserang hama. “Mau bagaimana lagi sudah rusak semua. Terpaksa kita berikan ke hewan ternak saja untuk diberi makan,” keluhnya.

Bapak satu anak ini mengakui hama tikus dan burung cukup sulit untuk dibasmi. “Hama tikus dan burung itu memang saya dan petani di sini akui sangat susah untuk dibasmi, perlu waktu yang lama, apalagi burung,” lanjutnya.

Saat disinggung soal kerugian dirinya, dengan gagal panen yang dialami, dirinya tidak tahu nominal kerugian yang dideritanya. “Saya tidak tahu berapa kerugian saya, yang jelas ukuran lahan sawah yang diserang hama kurang lebih hampir 1 hektare,” terangnya.

Di tempat yang berbeda salah seorang petani yang lahan sawahnya juga terkena serangan hama yang mengakibatkan gagal panen. Petani yang bernama Amirudin tersebut mengungkapkan sudah 2 hari ini membersihkan sawah nya. “Kurang lebih sudah 2 hari ini, mencabuti padi yang sudah rusak,” ungkap amirudin.

Kegagalan panen seperti ini ucapnya, kerap dialami setiap tahun. Penyebabnya pun diakuinya selalu sama, yakni serangan hama.  “Beginilah setiap tahun selalu gagal panen dengan hama yang sama yaitu tikus dan burung,” jelasnya.

Ditambah lagi saatmusim hujan seperti saat ini, yang membuat hama keong emas ikut merusak padi berwarna kuning dan pertumbuhannya menjadi tidak subur. “Saya akui sangat susah memang basmi hama seperti tikus dan burung itu. Beda seperti hama keong emas masih bisa dibasmi dengan racun khusus tanaman,” imbuhnya.

Dirinya berharap mendapat solusi dari pemerintah bagaimana mengatasi hama yang “menghantui” mereka setiap tahunya. “Kami sebagai petani di sini berharap mendapat solusi dari pemerintah bagaimana mengatasi hama yang membuat kami gagal sehingga sangat merugikan,” pungkasnya (*/tyo/rio)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:39

Penyaluran Gas Melon Terus Jadi Keluhan

BATU PUTIH – Tak hanya di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:36

Pangkalan Bantah Disebut LPG Selundupan

BIDUKBIDUK - Peristiwa terbakarnya salah satu Kapal Motor (KM) Amelia…

Jumat, 08 Februari 2019 13:38

Pasokan Aman, Penyelundupan Belum Ditemukan

TANJUNG REDEB - Kecelakaan kapal yang membawa tabung LPG di…

Rabu, 30 Januari 2019 13:36

Petani Bingung Jual Hasil Panen

SAMBALIUNG – Masyarakat Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung mayoritas merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*