MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 19 Januari 2018 11:53
Diserang Hama, Petani Gagal Panen
RUGI: Seorang petani yang sedang membersihkan sawahnya yang rusak akibat diserang hama.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Hama tikus dan burung membuat sejumlah petani di Kampung Trans Bangun, Sambaliung mengalami gagal panen. Petani pun terpaksa merelakan padi yang telah ditanamnya sebagai bahan pangan untuk hewan ternak.

Said salah seorang petani padi mengungkapkan, bahwa dirinya mengalami kerugian cukup besar  karena gagal panen yang ia alami. “Gagal panen karena semua padi saya rusak karena hama,” ujarnya kepada Berau Post, kamis (18/1).

Lanjutnya, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena padinya semua sudah terlanjur rusak diserang hama. “Mau bagaimana lagi sudah rusak semua. Terpaksa kita berikan ke hewan ternak saja untuk diberi makan,” keluhnya.

Bapak satu anak ini mengakui hama tikus dan burung cukup sulit untuk dibasmi. “Hama tikus dan burung itu memang saya dan petani di sini akui sangat susah untuk dibasmi, perlu waktu yang lama, apalagi burung,” lanjutnya.

Saat disinggung soal kerugian dirinya, dengan gagal panen yang dialami, dirinya tidak tahu nominal kerugian yang dideritanya. “Saya tidak tahu berapa kerugian saya, yang jelas ukuran lahan sawah yang diserang hama kurang lebih hampir 1 hektare,” terangnya.

Di tempat yang berbeda salah seorang petani yang lahan sawahnya juga terkena serangan hama yang mengakibatkan gagal panen. Petani yang bernama Amirudin tersebut mengungkapkan sudah 2 hari ini membersihkan sawah nya. “Kurang lebih sudah 2 hari ini, mencabuti padi yang sudah rusak,” ungkap amirudin.

Kegagalan panen seperti ini ucapnya, kerap dialami setiap tahun. Penyebabnya pun diakuinya selalu sama, yakni serangan hama.  “Beginilah setiap tahun selalu gagal panen dengan hama yang sama yaitu tikus dan burung,” jelasnya.

Ditambah lagi saatmusim hujan seperti saat ini, yang membuat hama keong emas ikut merusak padi berwarna kuning dan pertumbuhannya menjadi tidak subur. “Saya akui sangat susah memang basmi hama seperti tikus dan burung itu. Beda seperti hama keong emas masih bisa dibasmi dengan racun khusus tanaman,” imbuhnya.

Dirinya berharap mendapat solusi dari pemerintah bagaimana mengatasi hama yang “menghantui” mereka setiap tahunya. “Kami sebagai petani di sini berharap mendapat solusi dari pemerintah bagaimana mengatasi hama yang membuat kami gagal sehingga sangat merugikan,” pungkasnya (*/tyo/rio)

 


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 20:29

Tunjukkan Potensi Perikanan

TALISAYAN - Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat di Kampung Talisayan…

Senin, 12 November 2018 20:27

17.000 Ha Lahan Sawit Belum Punya STDB

TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan Kabupaten Berau mendata luasan lahan…

Sabtu, 10 November 2018 14:26

Harga Mahal, Dukung Pembangunan Pabrik Semen

BIDUKBIDUK – Harga semen di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk…

Sabtu, 10 November 2018 13:59

Penyerapan Beras Lokal, Masih Bekutat dengan HPP

TANJUNG REDEB - Ada beberapa alasan sampai saat ini, Badan…

Sabtu, 10 November 2018 13:56

Tingkatkan Perekonomian dari Sektor Pertanian

TALISAYAN - Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi andalan masyarakat…

Kamis, 08 November 2018 09:41

Pembangunan Pabrik Semen di Bidukbiduk Menunggu Ini...

SAMARINDA – Setelah sempat mengalami pro dan kontra terkait rencana…

Kamis, 08 November 2018 09:33

Wilayah Pesisir Belum Tuntas

TANJUNG REDEB – Distribusi beras sejahtera (Rastra) untuk keluarga penerima…

Kamis, 08 November 2018 09:17

Penuhi Tuntutan Buruh

TANJUNG REDEB – Penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Perusahaan Bongkar…

Senin, 05 November 2018 12:09

Arahkan ASN Beli Beras Lokal

PERTANIAN merupakan salah satu sektor penting yang harus menjadi perhatian.…

Senin, 05 November 2018 12:08

Agresif Dorong Sektor Pariwisata

BATU PUTIH - Potensi pariwisata yang ada di wilayah pesisir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .