MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30
Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

Klaim Jalan Diponegoro yang Berdebu Sering Dibersihkan

BAHAYAKAN KESEHATAN: Dua orang ibu sedang membersihkan Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb yang berdebu pada Senin (15/1) lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk dilewati. Kondisi itu diakui Camat Tanjung Redeb Yudha Budisantosa sudah lama terjadi. Penyebabnya sedimentasi dari drainase setempat naik hingga ke permukaan jalan. Kemudian mengering di sana sehingga membuat badan jalan berdebu.

Namun, Yudha-sapaan akrabnya- belum melihat kondisinya saat ini. Tapi, menurutnya Jalan Diponegoro yang merupakan jalur truk pengangkut tanah dan pasir, turut menjadi penyumbang jalan menjadi berdebu. Hal itu terangnya, sulit untuk dihindari. “Jadi memang sulit untuk dihindari, apalagi juga ada timbunan dari proyek entah kantor atau perumahan di sana. Kalau hujan tanahnya turun ke jalan, begitu kering jadi berdebu,” ucapnya, kemarin (19/1).

Yudha menerangkan, Jalan Diponegoro cukup sering  dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Begitu juga dengan warga setempat. Melalui kegiatan gotong-royong membersihkan kawasan Jalan Dipenegoro. Hanya saja, dinilainya masih belum maksimal. Maka itu, dirinya berharap DLHK dapat memprioritaskan kondisi jalan tersebut.

Untuk itu dirinya akan berkoordiansi dengan pihak kelurahan, dan mengajaknya melihat kondisi jalan secara langsung. Barulah setelahnya ia meminta agar pihak lelurahan bisa membuatkan surat, yang ditujukan langsung kepada DLHK dan meminta agar dapat diprioritaskan.

“Kalau hanya masyarakat saja, jelas kesulitan untuk terus-menerus membersihkan jalur itu. Saya pikir itu ranahnya DLHK. Karena peralatan, personel kebersihan semua ada di sana (DLHK, Red). Meski sudah dikerjakan, saya tidak tahu sudah efektif belum. Kalau gotong-royong terus juga enggak mampu,” ujar Yudha.

Terlebih saat ini, DLHK sudah memiliki mesin penyapu jalan dan penyedot debu. Dirinya menilai, alat tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal. Utamanya pada jalan-jalan yang berdebu seperti Jalan Diponegoro.

“Saya juga berharap tahun kemarin itu kan ada satgas kebersihan di Kecamatan. Salah satu fungsinya untuk menangani kondisi jalan yang seperti itu. Karena tidak disetujui DLHK, saya jadi tidak bisa apa-apa hanya sebatas mengimbau saja kepada lurah dan ketua RT untuk gotong-royong,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Kebersihan DLHK Helmi mengatakan, bahwa pihaknya mengklaim sudah sering membersihkan daerah tersebut. Bahkan dikatakannya, pihak DLHK sempat mengerahkan mesin penyapu jalan dan penyedot debu untuk mengatasi masalah di Jalan Diponegoro tersebut. Begitu juga dengan petugas drainase, untuk membersihkan pinggirannya menggunakan sekop.

Hanya saja, untuk mesin penyapu jalan dan penyedot debu ini, tidak bisa digunakan jika keadaan jalan sedang basah. Selain itu, pihaknya juga harus berpatroli melakukan pembersihan keliling.

“Sempat kami bersihkan, karena itu memang tugas kami. Tapi karena itu tadi, truk-truk pengangkut tanah dan pasir sering lewat. Itulah yang  bikin banyak debu juga. Kami bahkan pernah membersihkan area jalan itu selama seminggu penuh,” ungkapnya. “Ada jadwalnya, Jalan Diponegoro itu. Setiap bulan pasti ada. Terdekat akan dibersihkan Senin besok. Tapi kalau memang diperlukan kami bisa saja di sana terus, tetapi di lain nanti teriak juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga yang bermukim di sekitar Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb merasakan hal kurang menyenangkan setiap harinya karena jalan berdebu dan berpasir. Terutama setelah dilewati oleh kendaraan.

Hal itu membuat sejumlah warga terpaksa menyapu jalan atau membasahinya untuk membuat debu berkurang dan tidak memasuki pekarangan rumah. Atau lebih buruknya lagi membuat para warga yang bermukim di kawasan tersebut terkena gangguan pernapasan.

Ketakutan itu disampaikan Sardi warga Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. Ia menjelaskan, dirinya bersama sang istri kerap menyapu badan jalan dan menyiramnya dengan air untuk mengurangi debu. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi pasir dan debu keesokan harinya.

“Mungkin tidak berdebu setelah hujan. Setelah itu pasti berpasir dan berdebu lagi,” ujarnya kepada Berau Post, kemarin (15/1).

Tidak hanya pernapasan, ia mengaku, ketebalan debu juga mengganggu penglihatan. Sardi bahkan harus menggunakan penutup mata dan masker ketika hendak keluar rumah.

Sementara itu, Wati warga lainnya mengaku debu dan pasir telah masuk ke rumahnya. Ia menjelaskan, anaknya kerap mengalami pilek karena debu tersebut. “Debu itu juga masuk ke rumah saya, dan juga mengganggu saluran pernapasan anak saya. Kan itu sangat merugikan bagi keluarga saya,” ungkapnya.

Menurut Ketua RT 11 Kelurahan Gunung panjang Handoyono mengatakan, debu di Jalan Diponerogo telah berlangsung sejak 2 bulan terakhir. Hal ini akunya, mengganggu bagi warga yang berada di Jalan Diponegoro dan bagi pengendara lalu lintas lainnya yang biasa melewati jalan tersebut.

Handoyono berharap agar pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau agar membersihkan jalan tersebut. Apalagi saat ini terangnya, sudah ada unit pembersih jalan. Harapannya mudah-mudahan pemerintah membantu  membersihkan dan memperbaiki jalan yang belum diaspal di sekitar Jalan Diponeogoro. “Juga  membangun beberapa polisi tidur sehingga para pengendara yang melintas dapat mengurangi laju kendaraannya dan juga dapat mengurangi dampak debu tersebut,” tutupnya. (*/ech/rio/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:11

Keluarga Bantah Serangan Jantung dan Stroke

SAMARINDA - Foto Nusyirwan Ismail terbaring sakit membuat heboh jagad maya kemarin (23/2). “Tumbangnya”…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:10

Oknum Ketua RT Kena OTT

TANJUNG REDEB – Tim Saber Pungli Berau berkasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09

Sandal Hanyut, Nyawa Melayang

TANJUNG REDEB – Sungai Merancang makan korban. Busman (23), warga RT 6, Kampung Merancang Ulu,…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Tim Disiplin Belum Putuskan Sanksi

TANJUNG REDEB – Kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang menjerat Andi, oknum…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:04

Lumba-Lumba Terdampar saat Laut Surut

TANJUNG REDEB – Nelayan dan masyarakat Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, dibuat kaget melihat…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:03

Tak Mengharap Imbalan, Manfaatkan Surau Tak Bernama

Dengan segala keterbatasannya, Syawal tetap ingin berbuat sesuatu yang berguna. Dengan modal ilmu agamanya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

Ular Bikin Listrik Padam

TANJUNG REDEB - Masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya tampak gusar siang kemarin (22/2). Penyebabnya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun…

Jumat, 23 Februari 2018 11:24

Oknum PNS Residivis Sabu Kembali Dibekuk

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau,  bekerja sama dengan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:22

Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan

Sukses di perantauan, tak membuat Aji Bambang Kusuma lupa dengan kampung halaman. Putra daerah, asli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .