MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 20 Januari 2018 11:35
Antisipasi Kenaikan Harga

Bulog Siap Datangkan 450 Ton Beras

JAGA KESTABILAN HARGA: Suwarsono (kanan), memperlihatkan stok beras di gudang Bulog.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau menggelar operasi pasar. Hal tersebut dilakukan guna menekan harga beras yang saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Staf Kakansilog Tanjung Redeb Suwarsono menjelaskan, Bulog juga segera mendatangkan 450 ton beras asal Sulawesi. Jumlah tersebut menurutnya akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Berau dalam lima bulan.

"Kita akan tetap akan melakukan koordinasi dengan Bulog pusat untuk menambah cadangan beras agar bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2018,” katanya kepada Berau Post kemarin (19/1).

Hal itu sebagai langkah antisipasi kenaikan harga beras sepanjang tahun ini, terutama saat mendekati hari besar keagamaan.

Sementara untuk distribusi kedatangannya, diakui kerap terkendala karena cuaca buruk. Ditambah lagi, menurut informasi yang diterimanya, sejumlah petani di Pulau Jawa dan Sulawesi terancam gagal panen. Kondisi ini membuat seluruh daerah di Indonesia, harus melakukan antisipasi untuk memastikan cadangan berasnya masing-masing.

"Distribusinya tidak dapat dilakukan sekaligus, selain karena kapasitas gudang yang kurang memadai, juga untuk menghindari kerusakan jika terlalu lama berada di dalam gudang," ujarnya.

Dijelaskannya, beras yang saat ini berada di gudang Bulog, diprediksi mencukupi hingga 6 bulan. Namun pihaknya tetap menyediakan cadangan, agar tidak terjadi gejolak karena kesulitan maupun melambungnya harga beras di pasaran.

Dikatakan, tahun 2017 lalu, pihaknya juga membeli beras produksi petani lokal. Namun untuk tahun ini, hal itu belum dapat dipastikan. Sebab, antara pihaknya dengan petani belum mencapai kesepakatan harga, karena yang ditawarkan petani masih lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP).

"Saat ini harga beras petani lokal masih sekitar Rp 9 ribu per kilogram, sedangkan HPP Rp 7.300 per kilogram. Jika ada kesepakatan dari petani, kami siap untuk membelinya,” pungkasnya. (sin/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .