MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 20 Januari 2018 11:35
Harga Tinggi, Belum Tentu Inflasi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan sebelumnya memastikan harga cabai di Berau masih bisa dikendalikan. Dengan catatan, produktivitas petani dan luasan lahan tanam cabai lebih dimaksimalkan. Selain dapat memastikan harga tetap stabil, juga untuk mengurangi risiko kenaikan inflasi.

Meski begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Berau Hobel Purba menyampaikan, saat ini untuk perhitungan inflasi Berau masih belum dilakukan dan masih mengikuti perhitungan Provinsi Kaltim. “Daerah tidak menghitung inflasi, sementara ini masih tetap menggunakan data inflasi Kaltim,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Sementara ini, BPS hanya melakukan survei harga perkampungan. Untuk harga cabai tiung misalnya, pada bulan November 2017 berkisar pada Rp 3 juta per 100 kilogram. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar Rp 500 ribu pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018 ini.

“Kami survei harga cabai tiung dari produsen utama di Sambaliung. Sejak bulan Desembaer sampai Januari ini, masih Rp 3,5 juga per 100 kilogramnya. Jadi sekilonya Rp 35 ribu,” ungkapnya.

Dijelaskan Hobel, pada dasarnya semua komoditas bahan pangan turut mempengaruhi inflasi. Hanya saja, untuk bisa melihat itu, diperlukan perimbangannya masing-masing. Kalimantan misalnya, dengan biaya hidup yang memang cukup tinggi, akan dibutuhkan perimbangan yang tinggi pula untuk mengetahui seberapa tinggi terjadinya inflasi. Harga cabai tersebut pun, merupakan harga normal di Berau yang biasa didapat penjual melalui produsen utama.

“Kalau hanya melihat harga yang mengalami kenaikan, bisa saja kita bilang mungkin inflasi daerah juga naik. Tapi kita tidak bisa berdasar dari itu saja,” ujarnya.

Hanya saja, jika melihat perhitungan provinsi yang menggunakan diagram timbangnya masing-masing, bisa jadi malah mengalami penurunan. Mengingat inflasi Kaltim merupakan akumulasi dari berbagai daerah, sehingga di Kabupaten Berau tidak begitu terlihat signifikan besaran inflasi yang terjadi.

“Misalnya harga cabai dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 4 juta, terus data itu kita kirim ke provinsi, jelas perhitungannya sudah dipengaruhi oleh daerah lain kan. Bisa jadi akhirnya Berau ketutupan. Jadi tidak begitu terlihat apakah terjadi inflasi seperti yang kita pikir atau tidak,” pungkasnya. (*/ech/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 20:29

Tunjukkan Potensi Perikanan

TALISAYAN - Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat di Kampung Talisayan…

Senin, 12 November 2018 20:27

17.000 Ha Lahan Sawit Belum Punya STDB

TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan Kabupaten Berau mendata luasan lahan…

Sabtu, 10 November 2018 14:26

Harga Mahal, Dukung Pembangunan Pabrik Semen

BIDUKBIDUK – Harga semen di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk…

Sabtu, 10 November 2018 13:59

Penyerapan Beras Lokal, Masih Bekutat dengan HPP

TANJUNG REDEB - Ada beberapa alasan sampai saat ini, Badan…

Sabtu, 10 November 2018 13:56

Tingkatkan Perekonomian dari Sektor Pertanian

TALISAYAN - Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi andalan masyarakat…

Kamis, 08 November 2018 09:41

Pembangunan Pabrik Semen di Bidukbiduk Menunggu Ini...

SAMARINDA – Setelah sempat mengalami pro dan kontra terkait rencana…

Kamis, 08 November 2018 09:33

Wilayah Pesisir Belum Tuntas

TANJUNG REDEB – Distribusi beras sejahtera (Rastra) untuk keluarga penerima…

Kamis, 08 November 2018 09:17

Penuhi Tuntutan Buruh

TANJUNG REDEB – Penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Perusahaan Bongkar…

Senin, 05 November 2018 12:09

Arahkan ASN Beli Beras Lokal

PERTANIAN merupakan salah satu sektor penting yang harus menjadi perhatian.…

Senin, 05 November 2018 12:08

Agresif Dorong Sektor Pariwisata

BATU PUTIH - Potensi pariwisata yang ada di wilayah pesisir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .