MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 Februari 2018 11:33
Sudah Biasa Terjatuh, Akan Mendatangi Tiap Rumah

Mengintip Persiapan Imlek Para Kelompok Barongsai Remaja

TEKUN BERLATIH: Kelompok remaja berlatih barongsai untuk memeriahkan perayaan Imlek di Klenteng Tri Dharma, Jalan Kapten Tendean, Rabu sore (7/2)

PROKAL.CO, Tersisa delapan hari lagi, Imlek dirayakan. Pergantian tahun baru pada kalender Cina itu, tak hanya dirayakan di Tiongkok. Di Berau pun, perayaan atas asimilasi budaya itu mulai terasa saat ini.

 

 

AGUS PRASETYO, Tanjung Redeb

 

EMPAT remaja bersemangat di balik barongsai bergerak ke kanan atau ke kiri. Terkadang melompat. Memperlihatkan atraksi. Mengikuti irama tabuhan musik.

Di Klenteng Tri Dharma, Jalan Kapten Tendean, Tanjung Redeb, 30 orang remaja tekun berlatih. Bersiap jelang perayaan Imlek pada 16 Februari. Sekaligus Cap Go Meh yang merupakan puncak perayaan dari pergantian tahun kalender Cina.

Di tahun “Anjing Bumi” mendatang, diharapkan berkah dan rezeki akan dilimpahkan. Merayakan tahun itu dengan kebahagiaan melalui pertujunkkan barongsai, diharapkan mampu menambah kemeriahannya.

Erdi salah seorang pelatih barongsai mengungkapkan, sangat bersemangat menyambut Imlek tahun ini. Bahkan tidak hanya atraksi barongsai yang disiapkan, pernak-pernik Imlek seperti makanan khas dan pakaian cheongsam pun telah disiapkannya.

Khusus untuk atraksi barongsai, Erdi bersama anak didiknya telah mempersiapkan diri sejak lama. “Sudah lama latihan dari jauh hari sih. Sekarang hanya memperlancar latihan saja,” ujarnya kepada Berau Post, Rabu (7/2).

Atraksi barongsai ini ujarnya, merupakan kewajiban dalam menyambut Imlek. Seperti garam tanpa sayuran, Imlek tak lengkap tanpa atrakasi barongsai. Apalagi, Imlek hanya dirayakan sekali dalam setahun.

Pada tahun ini, ujar Erdi, atraksi barongsai akan dilakukan dari rumah ke rumah. Sehingga, seluruh warga Berau terutama yang bermukim di Tanjung Redeb bisa merasakan semangat yang sama pada perayaan Imlek seperti di Tiongkok.

Senada, Robin, pelatih barongsai, mengutarakan semangat dirinya menyambut Imlek dan Cap Go Meh. Anak didiknya bahkan telah berlatih selama empat bulan hanya untuk momen pergantian tahun baru kalender Cina ini. “Sudah sekitar 4 bulan kami latihan secara maksimal,” terangnya.

Latihan selama itu ujar Robin dilakukan demi menghindari kesalahan yang fatal. Bukan hanya sekadar membuat atraksi menjadi luar biasa. Atau menyelaraskan gerakan dengan irama musik.

“Terutama demi menghindari kesalahan seperti terjatuh,” ujarnya.

Mengenai persoalan yang dihadapi mempersiapkan atraksi barongsai ini, Robin mengaku tidak terlalu banyak mengalami kendala. Hanya soal mengatur jadwal latihan anak didiknya yang kerap berbenturan dengan jam sekolah.

“Palingan kendalanya masih banyak yang sekolah. Sehingga terkadang bentrok dengan jadwal latihan. Selain itu kendalanya cuaca yang terkadang tiba-tiba hujan,” terangnya.

Ditemui ditempat yang sama, Depril, yang berlatih barongsai, sejatinya telah melakukannya sejak 3 tahun terakhir. Terjatuh saat latihan maupun atraksi pun telah menjadi “makanan” baginya. Tapi, terjatuh bagi Depril membuat atraksinya kini menjadi lebih baik.

“Sudah tidak terhitung berapa kali jatuh dalam latihan. Tapi itu bukan menjadi penghalang saya dan teman-teman lainya. Apa lagi nanti kami ada rencana untuk atraksi barongsai door to door,” ujarnya.

Depril juga mengutarakan harapannya agar seluruh masyarakat yang merayakan imlek mendapat berkah tahun ini. “Selain rencana kami yang mengadakan atraksi barongsai, seluruh masyarakat yang merayakan imlek mendapat berkah, kesehatan, rezeki,” pungkasnya (*/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:11

Keluarga Bantah Serangan Jantung dan Stroke

SAMARINDA - Foto Nusyirwan Ismail terbaring sakit membuat heboh jagad maya kemarin (23/2). “Tumbangnya”…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:10

Oknum Ketua RT Kena OTT

TANJUNG REDEB – Tim Saber Pungli Berau berkasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09

Sandal Hanyut, Nyawa Melayang

TANJUNG REDEB – Sungai Merancang makan korban. Busman (23), warga RT 6, Kampung Merancang Ulu,…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Tim Disiplin Belum Putuskan Sanksi

TANJUNG REDEB – Kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang menjerat Andi, oknum…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:04

Lumba-Lumba Terdampar saat Laut Surut

TANJUNG REDEB – Nelayan dan masyarakat Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, dibuat kaget melihat…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

Ular Bikin Listrik Padam

TANJUNG REDEB - Masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya tampak gusar siang kemarin (22/2). Penyebabnya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun…

Jumat, 23 Februari 2018 11:25

Perusahaan Harus Ambil Peran, Perbaiki Kerusakan Poros Sambaliung-Talisayan

TANJUNG REDEB – Desakan untuk memperbaiki kondisi jalan poros Sambaliung-Talisayan juga disuarakan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:24

Oknum PNS Residivis Sabu Kembali Dibekuk

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau,  bekerja sama dengan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:21

Pengacara Rita: Angka Gratifikasi Cuma Asumsi Jaksa

JAKARTA -Gratifikasi senilai Rp 469 miliar yang didakwakan jaksa kepada Bupati Kutai Kartanegara nonaktif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .