MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 08 Februari 2018 11:56
Nelayan Talisayan Tak Gunakan Cantrang
CARA TRADISIONAL: Penggunaan cantrang yang dilarang untuk aktivitas menangkap ikan, memang tak pernah digunakan nelayan di Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan, tidak menimbulkan polemik bagi nelayan di Talisayan. Pasalnya, ujar Kepala UPTD Perikanan Wilayah IV, Sri Yani, nelayan di Talisayan dan sekitarnya memang tidak mengandalkan cantrang dalam aktivitas penangkapan ikan.

Dijelaskan Sri, cantrang merupakan alat tangkap aktif yang penggunaannya bisa sampai ke dasar perairan. Sistem pengoperasiannya dengan menebar tali secara melingkar yang diikuti dengan penurunan jaring, seperti menjadi perangkap baik ikan dan biota laut lainnya.

“Ukurannya juga bervariatif, tergantung kebutuhan dan ukuran kapal,” katanya kepada Berau Post, Selasa (6/2) lalu.

Penggunaan alat tersebut, lanjut dia, memang sangat tak ramah bagi ekosistem bawah laut. Terutama terumbu karang.

Alat penangkap ikan tak ramah lingkungan tersebut, katanya, memang banyak digunakan nelayan di Pulau Jawa.

“Kalau di Kabupaten Berau, terutama di Talisayan, nelayannya tidak mempergunakan alat itu. Karena alat itu dapat menggerus dasar perairan. Otomatis, terumbu karang akan rusak karena ikut terangkat,” jelas Sri.

Ia mengatakan, nelayan di Talisayan menggunakan tiga metode penangkapan. Yakni bagan, gill net atau jaring insang, serta pancing. Diakuinya, alat tangkap jenis trawl juga pernah dipergunakan oleh nelayan setempat. Namun semenjak turunnya larangan menggunakan alat pancing tidak ramah lingkungan tersebut, sesuai amanat Permen No 71/2016 tentang pembagian jalur dan alat tangkap. Pihaknya sudah meminta nelayan untuk mengganti dengan jaring milenium yang ramah lingkungan.

“Ada sekitar 6 alat trawl kami ganti dengan alat tangkap jaring milenium yang dipergunakan nelayan. Ya, kalau nelayan di sini masih menggunakan metode semi tradisional,” jelasnya.

Sri menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan monitoring, mulai dari jumlah nelayan, kapal, maupun alat tangkap. “Karena anggaran kami minim, jadi kami hanya sebatas melaporkan untuk ditindaklanjuti Dinas Perikanan,” pungkasnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:39

P2TP2A Usulkan Perbup tentang Penjualan Lem

TANJUNG REDEB - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mengusulkan pembuatan…

Sabtu, 17 November 2018 11:34

RS Pratama Tangani 7 Kasus DBD

TALISAYAN – Memasuki musim hujan, Direktur Rumah Sakit Pratama Talisayan Nusyamsi, imbau warga…

Sabtu, 17 November 2018 11:33

Tegakkan Tiang Listrik Pekan Depan

TANJUNG REDEB - Perusahan Listrik Negara (PLN) Area Berau, memastikan segera menindaklanjuti terkait…

Sabtu, 17 November 2018 11:32

Terkendala Alat Bukti dan Keterangan Saksi

TANJUNG REDEB - Kasus dugaan pencabulan oleh terlapor berinisial R terhadap RH (14) warga Suaran, Sambaliung…

Sabtu, 17 November 2018 11:31

Sisa Kotoran Parit Masih Basah

TANJUNG REDEB – Bekas pengerukan drainase oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau…

Jumat, 16 November 2018 13:13

Minta Pemkab Sediakan Lahan

TANJUNG REDEB – Wakalpolda Kaltim Brigjen Pol Lukman Wahyu Harianto mendorong pemerintah daerah…

Jumat, 16 November 2018 13:11

Bensin Sulit di Talisayan

TALISAYAN- Kelangkaan bensin di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya, juga berdampak pada sejumlah wilayah…

Jumat, 16 November 2018 13:09

Waspada Berkendara saat Hujan

BIDUKBIDUK - Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat…

Jumat, 16 November 2018 12:13

Tangkal Paham Radikal, Tanamkan Nilai Pancasila

TANJUNG REDEB - Menangkal potensi masuknya pemahaman radikal di Kabupaten Berau, terus dalam pengawasan…

Jumat, 16 November 2018 12:10

Kebersihan Nilai Tambah untuk Pulau Wisata

BUPATI Muharram terus mengajak seluruh masyarakat di pulau-pulau wisata, agar sadar dalam menjaga kebersihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .