MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 08 Februari 2018 11:56
Nelayan Talisayan Tak Gunakan Cantrang
CARA TRADISIONAL: Penggunaan cantrang yang dilarang untuk aktivitas menangkap ikan, memang tak pernah digunakan nelayan di Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan, tidak menimbulkan polemik bagi nelayan di Talisayan. Pasalnya, ujar Kepala UPTD Perikanan Wilayah IV, Sri Yani, nelayan di Talisayan dan sekitarnya memang tidak mengandalkan cantrang dalam aktivitas penangkapan ikan.

Dijelaskan Sri, cantrang merupakan alat tangkap aktif yang penggunaannya bisa sampai ke dasar perairan. Sistem pengoperasiannya dengan menebar tali secara melingkar yang diikuti dengan penurunan jaring, seperti menjadi perangkap baik ikan dan biota laut lainnya.

“Ukurannya juga bervariatif, tergantung kebutuhan dan ukuran kapal,” katanya kepada Berau Post, Selasa (6/2) lalu.

Penggunaan alat tersebut, lanjut dia, memang sangat tak ramah bagi ekosistem bawah laut. Terutama terumbu karang.

Alat penangkap ikan tak ramah lingkungan tersebut, katanya, memang banyak digunakan nelayan di Pulau Jawa.

“Kalau di Kabupaten Berau, terutama di Talisayan, nelayannya tidak mempergunakan alat itu. Karena alat itu dapat menggerus dasar perairan. Otomatis, terumbu karang akan rusak karena ikut terangkat,” jelas Sri.

Ia mengatakan, nelayan di Talisayan menggunakan tiga metode penangkapan. Yakni bagan, gill net atau jaring insang, serta pancing. Diakuinya, alat tangkap jenis trawl juga pernah dipergunakan oleh nelayan setempat. Namun semenjak turunnya larangan menggunakan alat pancing tidak ramah lingkungan tersebut, sesuai amanat Permen No 71/2016 tentang pembagian jalur dan alat tangkap. Pihaknya sudah meminta nelayan untuk mengganti dengan jaring milenium yang ramah lingkungan.

“Ada sekitar 6 alat trawl kami ganti dengan alat tangkap jaring milenium yang dipergunakan nelayan. Ya, kalau nelayan di sini masih menggunakan metode semi tradisional,” jelasnya.

Sri menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan monitoring, mulai dari jumlah nelayan, kapal, maupun alat tangkap. “Karena anggaran kami minim, jadi kami hanya sebatas melaporkan untuk ditindaklanjuti Dinas Perikanan,” pungkasnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 14:11

Honorer 2005 Berharap Segera Diangkat

TANJUNG REDEB – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 49…

Jumat, 22 Februari 2019 14:09

Warga Bidukbiduk Bersih-Bersih Pantai

BIDUKBIDUK – Masyarakat Kecamatan Bidukbiduk dari beberapa kampung, bergotong royong…

Jumat, 22 Februari 2019 14:08

Tembudan Susun Perkam Kewenangan Kampung

BATU PUTIH - Pemerintah Kampung Tembudan menyusunan rancangan Peraturan Kampung…

Jumat, 22 Februari 2019 14:06

Arus Pendek Kerap Jadi Penyebab Kebakaran

TANJUNG REDEB - Musibah kebakaran cukup ‘menghantui’ masyarakat Berau dalam…

Kamis, 21 Februari 2019 00:27

Tabalar Ulu dan Buyung-Buyung Masih Terisolasi

TABALAR –Sejumlah wilayah di Kabupaten Berau memang sudah didukung dengan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:26

Disdukcapil Janji Akan Jemput Bola

TANJUNG REDEB – Permudah masyarakat melakukan perekaman data kependudukan khususnya…

Kamis, 21 Februari 2019 00:19

Belum Serah Terima, Bangunan Pasar Tradisional Menganggur

TALISAYAN – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, bangunan pasar…

Kamis, 21 Februari 2019 00:18

Jalan Menuju Pesisir Rawan Tertimbun Longsor

TALISAYAN – Masyarakat pesisir selatan Berau diimbau agar tetap waspada,…

Rabu, 20 Februari 2019 18:10

Butuh Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

SAMBALIUNG – Kampung Long Lanuk yang berada di Kecamatan Sambaliung,…

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

Perbaikan Pipa Distribusi Dilakukan Bertahap

TALISAYAN – Pipa jaringan sistem penyediaan air minum Instalasi Pengolahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*