MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 08 Februari 2018 11:56
Nelayan Talisayan Tak Gunakan Cantrang
CARA TRADISIONAL: Penggunaan cantrang yang dilarang untuk aktivitas menangkap ikan, memang tak pernah digunakan nelayan di Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan, tidak menimbulkan polemik bagi nelayan di Talisayan. Pasalnya, ujar Kepala UPTD Perikanan Wilayah IV, Sri Yani, nelayan di Talisayan dan sekitarnya memang tidak mengandalkan cantrang dalam aktivitas penangkapan ikan.

Dijelaskan Sri, cantrang merupakan alat tangkap aktif yang penggunaannya bisa sampai ke dasar perairan. Sistem pengoperasiannya dengan menebar tali secara melingkar yang diikuti dengan penurunan jaring, seperti menjadi perangkap baik ikan dan biota laut lainnya.

“Ukurannya juga bervariatif, tergantung kebutuhan dan ukuran kapal,” katanya kepada Berau Post, Selasa (6/2) lalu.

Penggunaan alat tersebut, lanjut dia, memang sangat tak ramah bagi ekosistem bawah laut. Terutama terumbu karang.

Alat penangkap ikan tak ramah lingkungan tersebut, katanya, memang banyak digunakan nelayan di Pulau Jawa.

“Kalau di Kabupaten Berau, terutama di Talisayan, nelayannya tidak mempergunakan alat itu. Karena alat itu dapat menggerus dasar perairan. Otomatis, terumbu karang akan rusak karena ikut terangkat,” jelas Sri.

Ia mengatakan, nelayan di Talisayan menggunakan tiga metode penangkapan. Yakni bagan, gill net atau jaring insang, serta pancing. Diakuinya, alat tangkap jenis trawl juga pernah dipergunakan oleh nelayan setempat. Namun semenjak turunnya larangan menggunakan alat pancing tidak ramah lingkungan tersebut, sesuai amanat Permen No 71/2016 tentang pembagian jalur dan alat tangkap. Pihaknya sudah meminta nelayan untuk mengganti dengan jaring milenium yang ramah lingkungan.

“Ada sekitar 6 alat trawl kami ganti dengan alat tangkap jaring milenium yang dipergunakan nelayan. Ya, kalau nelayan di sini masih menggunakan metode semi tradisional,” jelasnya.

Sri menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan monitoring, mulai dari jumlah nelayan, kapal, maupun alat tangkap. “Karena anggaran kami minim, jadi kami hanya sebatas melaporkan untuk ditindaklanjuti Dinas Perikanan,” pungkasnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 00:10

50 Sertifikat Lahan Warga Kayu Indah Bermasalah

BATU PUTIH - Sengketa puluhan Hektare (Ha) lahan bersertifikat di Kampung Kayu Indah, Kecamatan Batu…

Minggu, 20 Mei 2018 00:10

Satlantas Awasi Balap Liar saat Ramadan

TANJUNG REDEB - Menyikapi adanya aksi balapan liar terjadi pada bulan Ramadan ini, Satlantas Polres…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:42

Pemasangan PJU Diharapkan Merata

BIDUKBIDUK-Masyarakat kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk, berharap lampu penerangan jalan umum…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:40

Bulog Laksanakan Operasi Pasar

TANJUNG REDEB – Mengantisipasi gejolak kenaikan harga besar saat Ramadan atau menyambut Idulfitri,…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:39

Kelola Anggaran Harus Transparan

TALISAYAN - Dalam mewujudkan pemerintahan bersih dan sehat dari korupsi, serta pelayanan maksimal kepada…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:38

Rekomendasikan Izin Dicabut

TANJUNG REDEB - Terhitung sejak 14 Mei lalu hingga 14 juni mendatang, Tempat Hiburan Malam (THM) yang…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:37

Naik Motor Wajib Pakai Helm

MENYIKAPI banyaknya pengendara yang tak menggunakan helm pada saat pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:36

Petani Berau Banyak Dapat Alsintan

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan mencapai kedaulatan pangan, petani khususnya…

Jumat, 18 Mei 2018 00:08

Ditargetkan Selesai sebelum Idulfitri

TALISAYAN – Penanganan perbaikan jalan poros Kecamatan Talisayan, menggunakan dana Corporate Social…

Jumat, 18 Mei 2018 00:06

Program Kotaku Terus Dilanjutkan

TANJUNG REDEB - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) kembali berlajut di tahun ini. Sebagai implementasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .