MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 08 Februari 2018 11:56
Nelayan Talisayan Tak Gunakan Cantrang
CARA TRADISIONAL: Penggunaan cantrang yang dilarang untuk aktivitas menangkap ikan, memang tak pernah digunakan nelayan di Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan, tidak menimbulkan polemik bagi nelayan di Talisayan. Pasalnya, ujar Kepala UPTD Perikanan Wilayah IV, Sri Yani, nelayan di Talisayan dan sekitarnya memang tidak mengandalkan cantrang dalam aktivitas penangkapan ikan.

Dijelaskan Sri, cantrang merupakan alat tangkap aktif yang penggunaannya bisa sampai ke dasar perairan. Sistem pengoperasiannya dengan menebar tali secara melingkar yang diikuti dengan penurunan jaring, seperti menjadi perangkap baik ikan dan biota laut lainnya.

“Ukurannya juga bervariatif, tergantung kebutuhan dan ukuran kapal,” katanya kepada Berau Post, Selasa (6/2) lalu.

Penggunaan alat tersebut, lanjut dia, memang sangat tak ramah bagi ekosistem bawah laut. Terutama terumbu karang.

Alat penangkap ikan tak ramah lingkungan tersebut, katanya, memang banyak digunakan nelayan di Pulau Jawa.

“Kalau di Kabupaten Berau, terutama di Talisayan, nelayannya tidak mempergunakan alat itu. Karena alat itu dapat menggerus dasar perairan. Otomatis, terumbu karang akan rusak karena ikut terangkat,” jelas Sri.

Ia mengatakan, nelayan di Talisayan menggunakan tiga metode penangkapan. Yakni bagan, gill net atau jaring insang, serta pancing. Diakuinya, alat tangkap jenis trawl juga pernah dipergunakan oleh nelayan setempat. Namun semenjak turunnya larangan menggunakan alat pancing tidak ramah lingkungan tersebut, sesuai amanat Permen No 71/2016 tentang pembagian jalur dan alat tangkap. Pihaknya sudah meminta nelayan untuk mengganti dengan jaring milenium yang ramah lingkungan.

“Ada sekitar 6 alat trawl kami ganti dengan alat tangkap jaring milenium yang dipergunakan nelayan. Ya, kalau nelayan di sini masih menggunakan metode semi tradisional,” jelasnya.

Sri menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan monitoring, mulai dari jumlah nelayan, kapal, maupun alat tangkap. “Karena anggaran kami minim, jadi kami hanya sebatas melaporkan untuk ditindaklanjuti Dinas Perikanan,” pungkasnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Peringati HUT RI, RT 08, 10 dan 29 Gelar Berbagai Lomba

TANJUNG REDEB – Memperingati HUT ke-73 RI, warga RT 10 Jalan Pembangunan Kelurahan Gunung Panjang,…

Senin, 20 Agustus 2018 13:27

TERNYATA..!! Di Kabupaten Ini, Titik Api Terbanyak di Kaltim

TANJUNG REDEB - Dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,  ada 11 titik…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

PATUT DICONTOH..!! Bersihkan Pantai dan Tanam Mangrove

TALISAYAN - Dalam menindaklanjuti instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, tentang…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:17

17 Agustus, Ini Pesan Penting Bupati Berau

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengimbau kepada masyarakat Berau, khususnya agar dapat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:15

BPJS Diminta Beri Kebijakan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, berharap Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS)…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:24

Talisayan Diminta Berbenah

TALISAYAN –Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng, minta kelompok…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:23

Pemuda Harus Merdeka dari Narkoba

TALISAYAN – Peringati hari kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, Camat Talisayan David Pamuji,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:22

DMPK Berhentikan Dua Kakam

TANJUNG REDEB – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dua Kepala Kampung (Kakam) diberhentikan.…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:43

7 Orang Langsung Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:42

Tinjau Pemondokan di Arafah dan Mina

TANJUNG REDEB - Sudah lebih sepekan seluruh jamaah haji asal Berau berada di Tanah Suci. Walau sempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .