MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 08 Februari 2018 12:08
Lebih Sering Dilanggar, Dishub Setop Penggunaan Traffic Lights dengan Penghitung Waktu Mundur
TAK EFEKTIF: Traffic lights dengan penghitung waktu mundur sudah tidak difungsikan karena tetap sering dilanggar pengendara.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau menilai Traffic Lights Countdown Timer atau lampu lalu lintas penghitung waktu mundur, kerap disalahgunakan pengendara remaja.
Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Abdurrahman, traffic light countdown timer, sebenarnya sangat bermanfaat bagi pengendara saat berlalu lintas. Dengan alat tersebut, pengendara bisa memperkirakan ketika akan berhenti atau tetap berjalan saat melintas di persimpangan jalan.
Namun sebaliknya, alat tersebut terkadang juga memicu pengendara melanggar lalu lintas. Ia mencontohkan, ketika lampu sedang berwarna merah namun durasinya akan segera berakhir, tak sedikit pengendara yang berada di barisan depan langsung memacu kendaraannya. Padahal durasi lampu merahnya baru akan berakhir. Begitu juga situasinya ketika lampu hijau segera berakhir.
“Bukannya melambat, tetapi semakin mempercepat laju kendaraan. Keadaan ini bukan tidak mungkin dapat menimbulkan kecelakaan,” ucap Abdurrahman ketika ditemui di ruang kerja, Selasa (6/2).
Dari evaluasi tersebut, pihaknya menilai traffic light dengan timer waktu sudah tidak efektif.

“Traffic light countdown timer juga sudah tidak dipergunakan lagi di kota-kota pada umumnya. Seperti di Samarinda dan kota besar lainnya. Sebab bayak yang salah gunakan, terutama pengendara kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Malah lanjut dia, lampu lalu lintas dengan timer, juga kerap dijadikan sarana untuk balapan liar. “Banyak remaja yang kebut-kebutan, balapan liar. Waktu pada lampu lalu lintas dijadikan sarana menghitung waktu start,” sambungnya.

Hal senada diutarakan Yono, warga RT 10 Kelurahan Teluk Bayur. Menurutnya, traffic light countdown timer lebih baik ditiadakan. Karena lebih sering dilanggar pengendara.

“Soal gini, kalau pakai angka detik itu terkadang empat atau lima kendaraan kebanyakan menyelonong, kami sering duduk di persimpangan jalan dan melihat sebagian pengendara nakal. Alangkah bagusnya tidak pakai angka detiklah, pakai yang biasa saja,” pungkas Yono. (*/sli/udi)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*