MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 09 Februari 2018 13:18
Pengunjung Sayangkan Pantai Kotor
BUTUH KEPEDULIAN: Menjaga kebersihan Pantai Talisay bukan sekadar tanggung jawab aparat kampung dan kecamatan. Warga setempat maupun pengunjung juga harus peduli untuk menjaga kebersihan salah satu objek wisata di Talisayan tersebut.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Keberadaan sampah yang memenuhi bibir Pantai Talisay, Kecamatan Talisayan, mengurangi keindahan lokasi wisata tersebut. Kondisi itu juga membuat pengunjung kurang nyaman saat bermain atau mandi di pinggir pantai.

Seperti yang diutarakan Edi, warga Tanjung Redeb. Dirinya sengaja mampir dengan niat ingin menikmati keindahan pantai, usai bersilaturahmi ke rumah keluarganya di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk, beberapa waktu lalu.

Namun sesampainya di lokasi, dirinya sempat kaget melihat banyak sampah yang berserakan di sepanjang pantai. Terutama bangkai kayu dan ranting maupun batang pepohonan.

"Semestinya ada perhatianlah dari pemerintah setempat, agar objek wisata yang cukup dikenal tetap terjaga kebersihannya,” kritik Edi.

Selain tak nyaman dipandang, bangkai patahan kayu maupun ranting pohon, sangat membahayakan pengunjung ketika bermain di pantai.

 

"Kalau terinjak bisa luka. Terutama anak-anak, jika bermain lupa akan bahaya," tuturnya.

Sementara, salah seorang nelayan setempat, Isman, mengungkapkan banyaknya sampah yang berserakan di tepi pantai, merupakan kiriman dari muara sungai.

Pasalnya, Kampung Talisayan diapit dua muaran sungai yakni, Sungai Kiam dan Sungai Bakil di Kampung Dumaring.

"Itu kan banyak sampah dari ranting pohon, biasanya hanyut saat sungai banjir, terus masuk ke laut dan balik lagi ke tepi pantai karena terseret ombak. Perkiraan saya hampir semua tepi pantai sama. Apalagi di sini ada beberapa muara sungai," paparnya.

Sedangkan keberadaan bangkai kapal yang menghiasi pantai tersebut, dirinya kurang mengetahui penyebabnya. Namun dirinya menduga, kapal tersebut sudah tidak dapat dipergunakan atau hancur karena ombak saat cuaca buruk. Akhirnya, ditinggalkan begitu saja sama pemiliknya.

"Saya kurang tahu. Karena saya belum lama pindah ke sini,” pungkasnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 14:11

Honorer 2005 Berharap Segera Diangkat

TANJUNG REDEB – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 49…

Jumat, 22 Februari 2019 14:09

Warga Bidukbiduk Bersih-Bersih Pantai

BIDUKBIDUK – Masyarakat Kecamatan Bidukbiduk dari beberapa kampung, bergotong royong…

Jumat, 22 Februari 2019 14:08

Tembudan Susun Perkam Kewenangan Kampung

BATU PUTIH - Pemerintah Kampung Tembudan menyusunan rancangan Peraturan Kampung…

Jumat, 22 Februari 2019 14:06

Arus Pendek Kerap Jadi Penyebab Kebakaran

TANJUNG REDEB - Musibah kebakaran cukup ‘menghantui’ masyarakat Berau dalam…

Kamis, 21 Februari 2019 00:27

Tabalar Ulu dan Buyung-Buyung Masih Terisolasi

TABALAR –Sejumlah wilayah di Kabupaten Berau memang sudah didukung dengan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:26

Disdukcapil Janji Akan Jemput Bola

TANJUNG REDEB – Permudah masyarakat melakukan perekaman data kependudukan khususnya…

Kamis, 21 Februari 2019 00:19

Belum Serah Terima, Bangunan Pasar Tradisional Menganggur

TALISAYAN – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, bangunan pasar…

Kamis, 21 Februari 2019 00:18

Jalan Menuju Pesisir Rawan Tertimbun Longsor

TALISAYAN – Masyarakat pesisir selatan Berau diimbau agar tetap waspada,…

Rabu, 20 Februari 2019 18:10

Butuh Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

SAMBALIUNG – Kampung Long Lanuk yang berada di Kecamatan Sambaliung,…

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

Perbaikan Pipa Distribusi Dilakukan Bertahap

TALISAYAN – Pipa jaringan sistem penyediaan air minum Instalasi Pengolahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*