MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 09 Februari 2018 13:33
Perbup Terbit, Walet Rumahan Untungkan Daerah
TINGKATKAN PAD: Salah satu sarang burung walet rumahan yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pengusaha sarang burung walet rumahan akhirnya bisa bernafas lega. Hal ini setelah terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Izin Pengelolaan dan Pengusahaan Sarang Burung Walet di Luar Habitat Alami.

Dikatakan, Kepala Bidang Perizinan, Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Anang Saprani, Perbup yang mengatur izin walet tersebut telah diterbitkan sejak lima bulan terakhir atau tepatnya 20 September 2017.

“Perbup ini terbitnya bersamaan dengan dua Perbup lainnya. Yaitu Perbup pemutihan IMB dan pelimpahan perizinan dan kewenangan,” katanya kepada Berau Post, Selasa (6/2) lalu.

Perbup terkait walet ini dijelaskannya memiliki pedoman Peraturan Daerah Berau Nomor 4 tahun 2003 tentang Pengelolaan dan Pengusahaan Sarang Burung Walet Pasal 3 Ayat 2.

Pihak pengusaha dikatakannya sangat antusias setelah Perbup ini diterbitkan. Apabila sudah mendapatkan izin, maka pengusaha sudah tidak dianggap ilegal dan menyalahi aturan. Sehingga saat membawa hasil panen sarangnya, mereka tak perlu khawatir lagi. “Namun nanti setelah terbit surat izinnya, pihak pengusaha wajib melaporkan kegiatan usahanya secara tertulis setiap tiga bulan,” ujarnya.

Dilegalkan bukan berarti pengusaha bisa seenaknya. Sebab, dalam Perbup itu juga diatur tentang membunyikan suara burung walet. “Dan selalu mengikuti aturan yang ditetapkan, seperti jam berapa membunyikan suaranya dan frekuensinya juga sudah diatur. Tidak sembarangan,” tambahnya.

Tidak hanya perihal perizinan usaha. Mantan Sekretaris Kecamatan Gunung Tabur ini juga mengungkapkan bahwasanya pada saat panen, pihak pengusaha wajib melaporkan atau menyampaikan kepada DPMPTSP Berau.

Sehingga diungkapkan Anang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima dalam usaha sarang burung walet sangatlah besar. “Jadi mereka ini harus memiliki IMB yang mengharuskan pemilik membayar retribusi. Dan untuk panen sarang walet juga, pengusaha harus membayar pajak kepada daerah,” tandasnya. (arp/rio)


BACA JUGA

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…

Senin, 31 Desember 2018 14:21

Harga Daging Ayam Capai Rp 42 Ribu Per Kg

TANJUNG REDEB – Harga daging ayam di Pasar Sanggam Adji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*