MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:37
COP : Pelajaran Terbaik Adalah Penjara

Pembunuhan Orangutan Pernah Terjadi di Berau

KELUARKAN PELURU: Hasil otopsi terhadap Kaluhara 2 di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang beberapa waktu lalu. COP hanya mampu mengeluarkan 48 butir peluru dari 130 butir yang bersarang di tubuh Orangutan itu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus pembunuhan Orangutan di Kutai Timur beberapa hari lalu, membuat publik Indonesia terbelalak. Pasalnya, Orangutan yang diberi nama Kaluhara 2 itu, tewas dengan 130 butir peluru tersarang di badannya.

Tim Centre for Orangutan Protection (COP) yang dibantu Polres Bontang, Polres Kutai Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun hanya berhasil mengeluarkan 48 peluru saat otopsi di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang Selasa (6/2) lalu.

Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani mengatakan, penyebab kematian sementara Orangutan itu diperkirakan karena adanya infeksi luka yang telah menimpanya. Ia juga menerangkan, 130 peluru yang berada di tubuh Kaluhara 2 itu merupakan sejarah baru dalam konflik antara Orangutan dan manusia.

“Lemahnya penyelesaian kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terulang,” katanya kepada Berau Post, Jumat (9/2).

Sebab, pembantaian terhadap mamalia dilindungi itu tidak sekali ini saja terjadi. Bahkan di Berau pun pernah terjadi pada 2013 lalu, Tercatat, 6 ekor Orangutan tewas dengan dugaan dibunuh (lihat grafis).

Lambannya kasus penanganan hukum yang dilakukan pihak berwenang pun membuat para “predator” pemburu Orangutan menjadi penyebab masih terjadinya kasus serupa. Dicontohkan Dhani–sapaan akrabnya- seperti Mei 2016 lalu, kasus serupa dengan lokasi yang tidak terlalu jauh berbeda, hingga kini belum terungkap.

“Semestinya kasus ini menjadi hal yang memalukan bagi lota semua. Karena saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan strategi dan rencana aksi konservasi Orangutan secara nasional,” ujarnya.

Meskipun sedikit merasa pesimistis, tapi pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KHLK agar kasus ini bisa terungkap. “Pengalaman dua pekan lalu pembunuhan Orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah bisa terungkap oleh Polda Kalteng. Sehingga kami meyakini ini hanya persoalan keseriusan dari pihak penegak hukum dalam menyelesaikan kasus,” ucapnya.

Dhani juga mengungkapkan dalam rentan waktu enam tahun silam atau sejak 2012 lalu, di Kalimantan Timur terdapat enam kasus yang berkaitan dengan orangutan. Dan lokasinya pun berbeda-beda. “Kalau dirata-rata setahun sekali,” tuturnya.

Kembali menyangkut perihal hukum, ia mengatakan hukuman yang diberikan kepada para pelaku kejahatan hewan yang dilindungi tidak cukup berat atau kurang tegas.

Padahal, apabila para pelaku diberi hukuman berat, maka menurutnya akan menimbulkan rasa jera terhadap pelaku.

Tidak hanya bagi pelaku, namun efek jera juga bakal menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya. “Kami percaya pelajaran terbaik buat pelaku bukan di kelas ketika sosialisasi, tapi penjara,” tandasnya. (arp/rio)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 19:52

Pupuk Kepedulian Menjaga Urat Nadi Perekonomian

Persoalan sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan sejak dulu.…

Senin, 12 November 2018 19:49

AJ dan SN Hanya Wajib Lapor

TANJUNG REDEB – Berkas perkara perusakan bus karyawan di Kampung…

Senin, 12 November 2018 19:44

Siapkan Genset 80 kVA, Antisipasi Pemadaman Listrik Mendadak saat SKD CPNS

TANJUNG REDEB – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri…

Senin, 12 November 2018 18:39

Bakal Lepas dari Krisis Anggaran

TANJUNG REDEB - Tahun depan, Kabupaten Berau diperkirakan bakal lepas…

Minggu, 11 November 2018 17:57

UMK 2019 Disepakati Rp 3.120.996

TANJUNG REDEB -  Dewan Pengupahan Kabupaten Berau telah menetapkan besaran…

Minggu, 11 November 2018 17:53

Sebut Sikap KPU Sudah Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Berau,…

Minggu, 11 November 2018 17:46

Jangan Pernah Hukum Anak

TANJUNG REDEB – Mendisiplinkan anak-anak tak perlu dengan kekerasan, banyak…

Sabtu, 10 November 2018 13:41

Kini Berwenang Menyelesaikan Sengketa Pemilu

Sekitar lima bulan lagi, masyarakat akan memilih wakil mereka di…

Sabtu, 10 November 2018 13:37

Bulan Ini, Beasiswa Berau Gemilang Cair

TANJUNG REDEB – Sebanyak 845 mahasiswa dan 756 pelajar SMA…

Sabtu, 10 November 2018 13:09

Tegaskan PTT Harus Netral

TANJUNG REDEB – Persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang turut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .