MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:37
COP : Pelajaran Terbaik Adalah Penjara

Pembunuhan Orangutan Pernah Terjadi di Berau

KELUARKAN PELURU: Hasil otopsi terhadap Kaluhara 2 di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang beberapa waktu lalu. COP hanya mampu mengeluarkan 48 butir peluru dari 130 butir yang bersarang di tubuh Orangutan itu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus pembunuhan Orangutan di Kutai Timur beberapa hari lalu, membuat publik Indonesia terbelalak. Pasalnya, Orangutan yang diberi nama Kaluhara 2 itu, tewas dengan 130 butir peluru tersarang di badannya.

Tim Centre for Orangutan Protection (COP) yang dibantu Polres Bontang, Polres Kutai Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun hanya berhasil mengeluarkan 48 peluru saat otopsi di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang Selasa (6/2) lalu.

Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani mengatakan, penyebab kematian sementara Orangutan itu diperkirakan karena adanya infeksi luka yang telah menimpanya. Ia juga menerangkan, 130 peluru yang berada di tubuh Kaluhara 2 itu merupakan sejarah baru dalam konflik antara Orangutan dan manusia.

“Lemahnya penyelesaian kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terulang,” katanya kepada Berau Post, Jumat (9/2).

Sebab, pembantaian terhadap mamalia dilindungi itu tidak sekali ini saja terjadi. Bahkan di Berau pun pernah terjadi pada 2013 lalu, Tercatat, 6 ekor Orangutan tewas dengan dugaan dibunuh (lihat grafis).

Lambannya kasus penanganan hukum yang dilakukan pihak berwenang pun membuat para “predator” pemburu Orangutan menjadi penyebab masih terjadinya kasus serupa. Dicontohkan Dhani–sapaan akrabnya- seperti Mei 2016 lalu, kasus serupa dengan lokasi yang tidak terlalu jauh berbeda, hingga kini belum terungkap.

“Semestinya kasus ini menjadi hal yang memalukan bagi lota semua. Karena saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan strategi dan rencana aksi konservasi Orangutan secara nasional,” ujarnya.

Meskipun sedikit merasa pesimistis, tapi pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KHLK agar kasus ini bisa terungkap. “Pengalaman dua pekan lalu pembunuhan Orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah bisa terungkap oleh Polda Kalteng. Sehingga kami meyakini ini hanya persoalan keseriusan dari pihak penegak hukum dalam menyelesaikan kasus,” ucapnya.

Dhani juga mengungkapkan dalam rentan waktu enam tahun silam atau sejak 2012 lalu, di Kalimantan Timur terdapat enam kasus yang berkaitan dengan orangutan. Dan lokasinya pun berbeda-beda. “Kalau dirata-rata setahun sekali,” tuturnya.

Kembali menyangkut perihal hukum, ia mengatakan hukuman yang diberikan kepada para pelaku kejahatan hewan yang dilindungi tidak cukup berat atau kurang tegas.

Padahal, apabila para pelaku diberi hukuman berat, maka menurutnya akan menimbulkan rasa jera terhadap pelaku.

Tidak hanya bagi pelaku, namun efek jera juga bakal menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya. “Kami percaya pelajaran terbaik buat pelaku bukan di kelas ketika sosialisasi, tapi penjara,” tandasnya. (arp/rio)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 00:09

Baru Buka Tiga Hari, Depo Air Isi Ulang Diseruduk Truk

TANJUNG REDEB - Sebuah truk pengangkut barang dengan nomor polisi DW 9799 BB, menabrak sebuah depo pengisian…

Minggu, 20 Mei 2018 00:07

Anugerah Besar, Wabup Turut Memberikan Nama

Pukul 18.00 Wita, Jumat (18/5) lalu, menjadi saat paling bahagia Bagi Paijo, Warga RT 01 Kampung Tabalar…

Minggu, 20 Mei 2018 00:05

Airnya Gatal dan Aromanya Tak sedap, Limbah TPA Genangi Permukiman Warga

TANJUNG REDEB – Keberaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga di Jalan Sultan Agung terus menuai…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:36

Dibebankan Retribusi, Disperindagkop Prioritaskan PKL Lama

TANJUNG REDEB - Meskipun pembangunan pusat wisata kuliner di Jalan SA Maulana masih berjalan, Kepala…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:35

Dividen Perusda Menurun, PAD Selalu Naik

 TANJUNG REDEB – Selain menyoroti kinerja beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Panitia…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:33

Kecewa, Warga Ancam Tutup TPA

TANJUNG REDEB – Ketegasan Bupati Berau Muharram yang menolak permintaan masyarakat agar Tempat…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:31

Gubernur Kutuk Aksi Terorisme

GUBERNUR Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak, mengutuk keras tindakan terorisme yang mengatasnamakan…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:27

Terkena Pengaruh Lingkungan, Diikuti Orangtua dan Keluarga

Tinggal di lingkungan masyarakat muslim, membuat hati Yandi Kurniawan tergerak untuk mengenal lebih…

Jumat, 18 Mei 2018 00:13

Sempat Ditentang Orangtua, Sedih ketika Mendengar Azan

Hidup di tengah keluarga yang berbeda keyakinan, tidak membuat Masitha menyesali keputusannya saat memilih…

Jumat, 18 Mei 2018 00:05

Pengamanan Bandara Diperketat

TANJUNG REDEB - Serangan teroris yang membabi-buta di beberapa daerah, membuat pengamanan fasilitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .