MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:37
COP : Pelajaran Terbaik Adalah Penjara

Pembunuhan Orangutan Pernah Terjadi di Berau

KELUARKAN PELURU: Hasil otopsi terhadap Kaluhara 2 di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang beberapa waktu lalu. COP hanya mampu mengeluarkan 48 butir peluru dari 130 butir yang bersarang di tubuh Orangutan itu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus pembunuhan Orangutan di Kutai Timur beberapa hari lalu, membuat publik Indonesia terbelalak. Pasalnya, Orangutan yang diberi nama Kaluhara 2 itu, tewas dengan 130 butir peluru tersarang di badannya.

Tim Centre for Orangutan Protection (COP) yang dibantu Polres Bontang, Polres Kutai Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun hanya berhasil mengeluarkan 48 peluru saat otopsi di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang Selasa (6/2) lalu.

Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani mengatakan, penyebab kematian sementara Orangutan itu diperkirakan karena adanya infeksi luka yang telah menimpanya. Ia juga menerangkan, 130 peluru yang berada di tubuh Kaluhara 2 itu merupakan sejarah baru dalam konflik antara Orangutan dan manusia.

“Lemahnya penyelesaian kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terulang,” katanya kepada Berau Post, Jumat (9/2).

Sebab, pembantaian terhadap mamalia dilindungi itu tidak sekali ini saja terjadi. Bahkan di Berau pun pernah terjadi pada 2013 lalu, Tercatat, 6 ekor Orangutan tewas dengan dugaan dibunuh (lihat grafis).

Lambannya kasus penanganan hukum yang dilakukan pihak berwenang pun membuat para “predator” pemburu Orangutan menjadi penyebab masih terjadinya kasus serupa. Dicontohkan Dhani–sapaan akrabnya- seperti Mei 2016 lalu, kasus serupa dengan lokasi yang tidak terlalu jauh berbeda, hingga kini belum terungkap.

“Semestinya kasus ini menjadi hal yang memalukan bagi lota semua. Karena saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan strategi dan rencana aksi konservasi Orangutan secara nasional,” ujarnya.

Meskipun sedikit merasa pesimistis, tapi pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KHLK agar kasus ini bisa terungkap. “Pengalaman dua pekan lalu pembunuhan Orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah bisa terungkap oleh Polda Kalteng. Sehingga kami meyakini ini hanya persoalan keseriusan dari pihak penegak hukum dalam menyelesaikan kasus,” ucapnya.

Dhani juga mengungkapkan dalam rentan waktu enam tahun silam atau sejak 2012 lalu, di Kalimantan Timur terdapat enam kasus yang berkaitan dengan orangutan. Dan lokasinya pun berbeda-beda. “Kalau dirata-rata setahun sekali,” tuturnya.

Kembali menyangkut perihal hukum, ia mengatakan hukuman yang diberikan kepada para pelaku kejahatan hewan yang dilindungi tidak cukup berat atau kurang tegas.

Padahal, apabila para pelaku diberi hukuman berat, maka menurutnya akan menimbulkan rasa jera terhadap pelaku.

Tidak hanya bagi pelaku, namun efek jera juga bakal menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya. “Kami percaya pelajaran terbaik buat pelaku bukan di kelas ketika sosialisasi, tapi penjara,” tandasnya. (arp/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:04

Lumba-Lumba Terdampar saat Laut Surut

TANJUNG REDEB – Nelayan dan masyarakat Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, dibuat kaget melihat…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:03

Tak Mengharap Imbalan, Manfaatkan Surau Tak Bernama

Dengan segala keterbatasannya, Syawal tetap ingin berbuat sesuatu yang berguna. Dengan modal ilmu agamanya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

Ular Bikin Listrik Padam

TANJUNG REDEB - Masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya tampak gusar siang kemarin (22/2). Penyebabnya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun…

Jumat, 23 Februari 2018 11:25

Perusahaan Harus Ambil Peran, Perbaiki Kerusakan Poros Sambaliung-Talisayan

TANJUNG REDEB – Desakan untuk memperbaiki kondisi jalan poros Sambaliung-Talisayan juga disuarakan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:24

Oknum PNS Residivis Sabu Kembali Dibekuk

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau,  bekerja sama dengan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:22

Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan

Sukses di perantauan, tak membuat Aji Bambang Kusuma lupa dengan kampung halaman. Putra daerah, asli…

Kamis, 22 Februari 2018 11:42

Beri Edukasi soal Obat-obatan, Malah Dianggap Mempersulit

Tanggung jawab besar harus diemban Meliana Kurniawaty. Sebagai seorang apoteker, Meliana sudah disumpah…

Kamis, 22 Februari 2018 11:41

Beri Deadline Sebulan

SAMBALIUNG – Kondisi ruas jalan poros Kecamatan Sambaliung menuju Talisayan, masih mengalami kerusakan.…

Kamis, 22 Februari 2018 11:33

Jaringan Jadi Kambing Hitam, Pelayanan Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Terhambat

TANJUNG REDEB - Lambannya proses pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau KTP-el di Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .