MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:37
Tidak Ada Satu SD Penuhi Standar
Grafis

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pendidikan di Kabupaten Berau tampaknya harus perlu berbenah. Dinas Pendidikan (Disdik) Berau dengan gamblang menjelaskan, tidak ada satu pun sekolah dasar (SD) di Bumi Batiwakkal-sebutan Kabupaten Berau- yang memenuhi standar. Terdapat delapan poin standar utama yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Kelembagaan SD Mardiatul Idalisah pun tak memungkiri hal tersebut. Ia menjelaskan, salah satu persoalan, mengapa SD di Berau tidak memenuhi standar nasional, karena minimnya sarana dan prasarana (sarpras). Padahal kebutuhan akan sarpras diperlukan perhatian khusus.

Diwakili oleh Kepala Seksi Sarpras Bidang Pembinaan dan Kelembagaan SD Disdik Berau, Ichwanul Jaya mengungkapkan, bahwa masih sangat banyak yang perlu dibenahi.

Dari jumlah 156 SD Negeri yang ada di Berau, semuanya kekurangan sarpras dan fasilitas penjunjang sekolah. Bahkan SD yang berada di tengah kota, saat ini diklaim masih kekurangan kurang lebih 60 ruang kelas.

Sementara yang di pelosok Berau, siswa SDN 001 Kelay di Muara Lesan misalnya, harus menerima keadaan belajar di sebuah balai kampung yang disekat untuk membagi kelas yang satu dengan lainnya.

“Bisa dicek sendiri, keadaan sekolah yang berada di kota pun memprihatinkan. Apalagi yang di pelosok dengan akses yang sulit. Bahkan ada yang masuk hutan dulu," jelasnya kepada Berau Post, Jumat (9/2).

 Dilema lainnya, yakni, masih banyak sekolah-sekolah yang menerapkan sistem dua shift. Bahkan salah satu sekolah di Talisayan, menerapkan sistem tiga shift. Penyebabnya karena keterbatasan ruang kelas.

“Itu pun meja kursinya bergantian. Jadi orangtua tidak bisa hanya mengantar, tetapi memastikan si anak mendapatkan meja kursi dan membantunya memindahkan dari kelas satu, ke kelas yang lain," beber Kasi yang akrab disapa Iwan ini.

Keterbatasan ini, kemudian diperparah dengan kondisi keuangan daerah yang defisit. Pemangkasan dana hampir di segala bidang. Tak terkecuali Disdik. Imbasnya, beberapa sekolah harus menunggu untuk perbaikan.

“Kami tidak bisa salahkan itu (pemangkasan anggaran, Red). Jika diminta yang prioritas, kami ajukan yang prioritas dan biayanya tidak sedikit,” ujarnya. (*/ech/rio)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 19:52

Pupuk Kepedulian Menjaga Urat Nadi Perekonomian

Persoalan sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan sejak dulu.…

Senin, 12 November 2018 19:49

AJ dan SN Hanya Wajib Lapor

TANJUNG REDEB – Berkas perkara perusakan bus karyawan di Kampung…

Senin, 12 November 2018 19:44

Siapkan Genset 80 kVA, Antisipasi Pemadaman Listrik Mendadak saat SKD CPNS

TANJUNG REDEB – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri…

Senin, 12 November 2018 18:39

Bakal Lepas dari Krisis Anggaran

TANJUNG REDEB - Tahun depan, Kabupaten Berau diperkirakan bakal lepas…

Minggu, 11 November 2018 17:57

UMK 2019 Disepakati Rp 3.120.996

TANJUNG REDEB -  Dewan Pengupahan Kabupaten Berau telah menetapkan besaran…

Minggu, 11 November 2018 17:53

Sebut Sikap KPU Sudah Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Berau,…

Minggu, 11 November 2018 17:46

Jangan Pernah Hukum Anak

TANJUNG REDEB – Mendisiplinkan anak-anak tak perlu dengan kekerasan, banyak…

Sabtu, 10 November 2018 13:41

Kini Berwenang Menyelesaikan Sengketa Pemilu

Sekitar lima bulan lagi, masyarakat akan memilih wakil mereka di…

Sabtu, 10 November 2018 13:37

Bulan Ini, Beasiswa Berau Gemilang Cair

TANJUNG REDEB – Sebanyak 845 mahasiswa dan 756 pelajar SMA…

Sabtu, 10 November 2018 13:09

Tegaskan PTT Harus Netral

TANJUNG REDEB – Persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang turut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .