MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 12 Februari 2018 09:47
Mahal, Harga BBM Eceran Dikeluhkan Warga
MASIH MAHAL: Harga BBM premium tingkat eceran di Kecamatan Talisayan mencapai Rp 10 ribu per botol.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Persoalan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di pengecer Kecamatan Talisayan, lagi-lagi dikeluhkan warga. Instansi terkait dinilai tak mengambil tindakan atas masalah ini

Seperti yang dikatakan Hardianto, pengemudi mobil. Tak tanggung-tanggung, para pengecer membanderol harga BBM Rp 10 ribu per botol. Parahnya lagi, meski berada di sekitar Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) Talisayan, harga jual sama dengan perkampungan yang berada di ujung Kecamatan Talisayan.

“Harga ini di luar dari kata masuk akal. Jika mengambil di APMS, harga bensin hanya Rp 6.500 per liter. Memang itu pekerjaan mereka untuk mendapatkan pundi rupiah, tapi menjalankannya dengan logis dong. Kalau segitu keterlaluan,” katanya kepada Berau Post, Minggu (11/2).

Lanjut pria yang kesehariannya disapa Anto itu, jika dibandingkan dengan Kecamatan Bidukbiduk, para pedagang eceran BBM lebih tertib aturan. Meski mengacu pada UU Minyak dan Gas Bumi (Migas), penjualan BBM tanpa izin dilarang atau ilegal. Jika melihat sisi tertib aturan, jauh berbeda dengan pengecer di Talisayan.

Letak geografis, Kecamatan Bidukbiduk merupakan wilayah terujung pesisir selatan Berau. Namun, para pengecer menjual BBM dengan harga standar Rp 8 ribu per botol.

“APMS di sana baru saja beroperasi akhir tahun lalu. Tapi, pengecer dapat menyesuaikan harga di Tanjung Redeb. Kenapa di Talisayan tidak bisa. Padahal hal ini sudah berlansung sejak bertahun-tahun lalu,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Jefry, pengguna jalan lainnya. Menurutnya, tingginya harga yang dipatok para pengecer, tidak semua salah mereka. Jika ada ketegasan dari pemerintah sejak dulu, hal tersebut tidak bakal terjadi.

“Karena para pengecer ini  sudah berada di fase nyaman. Tidak ada larangan meski ada aturan. Saya pun begitu, jika tidak dilarang, saya lakukan. Contonya, ketika kita berkendara wajib mengenakan helm, jika tidak bakal ditilang. Dari pada ditilang, mau tak mau digunakan,” paparnya.

“Begitu juga dengan situasi ini. Jika ada tindakan, harga BBM tak mungkin mahal. Mencapai ini, perlu ketegasan,” tambahnya.

Sementara, Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid belum bisa memberikan keterangan pasti. Namun, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Talisayan untuk menindaklanjuti tingginya harga BBM di Talisayan.

“Kami akan melakukan pertemuan membahas ini. Apakah nantinya dilakukan imbauan dulu, jika mengulang baru dilakukan penertiban. Kita tunggu kesepakatan dalam pertemuan nanti. Keputusan nantinya akan saya informasikan kembali,” pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .