MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 00:07
PH Sebut Wajar JPU Banding

Kasus Pembunuhan Berencana oleh Terdakwa Laminyo

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara kasus pembunuhan berencana terhadap H Samir, dengan terdakwa Laminyo, Supriadi dan Wahyudin, disebut telah mengajukan memori banding ke pengadilan. Hal tersebut juga dibenarkan Penasihat Hukum (PH) ketiga terdakwa tersebut, Penny Isdhan Tommy SH dan Abadullah SH.

Banding ditempuh JPU karena putusan Majelis Hakim memberi vonis 20 tahun penjara kepada ketiga terdakwa pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb 25 Januari lalu, lebih rendah dari tuntutan JPU yakni penjara seumur hidup.

Tommy menilai, keputusan JPU mengajukan banding sangat wajar. Dan pihaknya siap menghadapinya. “Wajarlah jaksa banding. Karena tuntutan seumur hidup kemudian diputus hanya 20 tahun. Sangat wajar jika jaksa banding,” katanya kepada Berau Post kemarin (12/2).

Tapi dari kacamatanya, vonis 20 tahun penjara juga cukup pantas bagi ketiga kliennya. “Karena menurut kami, itu (vonis 20 tahun) sudah selayaknya untuk klien kami. Dari tuntutan seumur hidup kemudian turun menjadi 20 tahun, menurut kami sudah pantas,” katanya.

Dari informasi yang diterima Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kaltim, Tanjung Redeb, kemarin (12/2) telah mendapat pemberitahuan memori banding dari PN Tanjung Redeb.

“Nanti biasanya berkas itu dikirim ke Pengadilan Tinggi Kaltim untuk diperiksa. Dan disidangkan di Pengadilan Tinggi,” jelasnya.  

Namun, sidang banding tersebut lanjut dia, berbeda dengan sidang perkara yang digelar di PN Tanjung Redeb. Karena sifatnya hanya memeriksa putusan Majelis Hakim PN Tanjung Redeb.

“Ada tiga kemungkinan putusan. Bisa lebih ringan, bisa lebih berat, atau sama saja. Artinya, jika Majelis Hakim berpandangan 20 tahun itu masih terlalu berat, bisa jadi putusannya lebih ringan. Atau kembali menyesuaikan tuntutan JPU yakni seumur hidup. Atau bisa jadi Majelis Hakim nanti menguatkan keputusan pertama yakni 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara pihak JPU hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi. Nanang, JPU yang ditunjuk untuk memberikan keterangan kepada media, tidak masuk kantor karena sakit. (*/mar/udi)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Bakal Gunakan Desain Lama

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 21 Januari 2019 14:15

KPU Tunggu Inkrah

TANJUNG REDEB – Salah satu calon legislatif (caleg) Berau, telah…

Senin, 21 Januari 2019 14:13

Awalnya Tak Tertarik, Kini Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Menjadi petani atau pembudidaya tambak Udang Windu, sebelumnya tak pernah…

Minggu, 20 Januari 2019 13:06

Diduga Sakit, Wahab Ditemukan Tak Bernyawa

GUNUNG TABUR -  Warga kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur,…

Minggu, 20 Januari 2019 13:05

Penabrak Portal Setor Rp 35 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan Abdurrahman, mengaku sudah mulai…

Minggu, 20 Januari 2019 13:04

Simbolis, Motivasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Euforia atas raihan trofi Adipura di Bumi Batiwakkal, masih berlanjut.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:02

PBB Berau Belum Tahu

AKSI pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono turut diduga…

Minggu, 20 Januari 2019 13:00

Oknum Caleg Jadi Tersangka

TALISAYAN– Tiga pelaku pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:10

KENAPA INI..?? Kepala Kampung Dihajar Warga Sampai Babak Belur

TALISAYAN – Kepala Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Sugiono, jadi…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:09

Kepala Kampung Ditangkap Polisi, Gaji dan Tunjangan Distop

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*