MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 00:14
Sulit dengan Aturan Berubah-ubah

Penuhi Standar Nasional untuk Sekolah Dasar

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menilai, tidak adanya SD di Berau yang memenuhi delapan standar pendidikan, justru karena seringnya perubahan standar dan aturan yang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kebanyakan sekarang itu berubah-ubah. Seperti halnya ada penambahan, tahun ini sudah kita penuhi, tapi tahun depannya berubah lagi,” katanya kepada Berau Post, Senin (12/2).

Apalagi, ujar dia, alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau untuk pendidikan, diyakini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, melalui Bidang Pendidikan dan Kelembagaan SD, menyatakan bahwa tidak satu pun SD di Berau, yang sudah memenuhi delapan standar pendidikan.

Dijelaskan Kepala Bidang Pendidikan dan Kelembagaan SD Mardiatul Idalisah, delapan standar yang dimaksud yakni, standar kompetensi kelulusan, proses, tenaga pendidik dan kependidikan (PTK), sarana prasarana, pembiayaan, pengelolaan, isi, dan penilaian.

“Bahkan SD yang di pusat kota pun tidak ada yang memenuhi delapan standar itu,” ujar Mardiatul.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Berau Suharno mengatakan, tidak adanya SD di Berau yang berstandar nasional, seharusnya membuat Pemkab Berau lebih perhatian dan serius terhadap dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Keterbatasan anggaran menurutnya, bukan menjadi alasan.

Disdik Berau diminta bisa memilah dan menentukan pembangunan bidang pendidikan yang prioritas. “Dunia pendidikan harus dinomorsatukan,” katanya.

Selain itu, minimnya APBD Berau 2018 ini, harusnya menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, tidak membuat pemkab patah arang.

Ia berpendapat, masih ada sumber-sumber pendanaan lain yang bisa dimaksimalkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kalau perlu CSR harus lebih banyak diarahkan ke sarpras pendidikan daripada ke arah lain yang tidak perlu mendesak,” ucapnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Bakal Gunakan Desain Lama

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 21 Januari 2019 14:15

KPU Tunggu Inkrah

TANJUNG REDEB – Salah satu calon legislatif (caleg) Berau, telah…

Senin, 21 Januari 2019 14:13

Awalnya Tak Tertarik, Kini Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Menjadi petani atau pembudidaya tambak Udang Windu, sebelumnya tak pernah…

Minggu, 20 Januari 2019 13:06

Diduga Sakit, Wahab Ditemukan Tak Bernyawa

GUNUNG TABUR -  Warga kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur,…

Minggu, 20 Januari 2019 13:05

Penabrak Portal Setor Rp 35 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan Abdurrahman, mengaku sudah mulai…

Minggu, 20 Januari 2019 13:04

Simbolis, Motivasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Euforia atas raihan trofi Adipura di Bumi Batiwakkal, masih berlanjut.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:02

PBB Berau Belum Tahu

AKSI pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono turut diduga…

Minggu, 20 Januari 2019 13:00

Oknum Caleg Jadi Tersangka

TALISAYAN– Tiga pelaku pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:10

KENAPA INI..?? Kepala Kampung Dihajar Warga Sampai Babak Belur

TALISAYAN – Kepala Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Sugiono, jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*