MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 00:14
Sulit dengan Aturan Berubah-ubah

Penuhi Standar Nasional untuk Sekolah Dasar

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menilai, tidak adanya SD di Berau yang memenuhi delapan standar pendidikan, justru karena seringnya perubahan standar dan aturan yang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kebanyakan sekarang itu berubah-ubah. Seperti halnya ada penambahan, tahun ini sudah kita penuhi, tapi tahun depannya berubah lagi,” katanya kepada Berau Post, Senin (12/2).

Apalagi, ujar dia, alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau untuk pendidikan, diyakini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, melalui Bidang Pendidikan dan Kelembagaan SD, menyatakan bahwa tidak satu pun SD di Berau, yang sudah memenuhi delapan standar pendidikan.

Dijelaskan Kepala Bidang Pendidikan dan Kelembagaan SD Mardiatul Idalisah, delapan standar yang dimaksud yakni, standar kompetensi kelulusan, proses, tenaga pendidik dan kependidikan (PTK), sarana prasarana, pembiayaan, pengelolaan, isi, dan penilaian.

“Bahkan SD yang di pusat kota pun tidak ada yang memenuhi delapan standar itu,” ujar Mardiatul.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Berau Suharno mengatakan, tidak adanya SD di Berau yang berstandar nasional, seharusnya membuat Pemkab Berau lebih perhatian dan serius terhadap dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Keterbatasan anggaran menurutnya, bukan menjadi alasan.

Disdik Berau diminta bisa memilah dan menentukan pembangunan bidang pendidikan yang prioritas. “Dunia pendidikan harus dinomorsatukan,” katanya.

Selain itu, minimnya APBD Berau 2018 ini, harusnya menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, tidak membuat pemkab patah arang.

Ia berpendapat, masih ada sumber-sumber pendanaan lain yang bisa dimaksimalkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kalau perlu CSR harus lebih banyak diarahkan ke sarpras pendidikan daripada ke arah lain yang tidak perlu mendesak,” ucapnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .