MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 13 Februari 2018 00:18
Target PAD RPH dan RPU Naik
REALISASI: Melampauinya target PAD dari hasil RPH dan RPU di tahun 2017, pada tahun 2018 targetnya dinaikkan.

PROKAL.CO, GUNUNG TABUR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di Kecamatan Gunung Tabur tahun 2017 melampaui target.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim Suharjana mengatakan, meskipun tupoksi RPH dan RPU, bukan penghasil PAD, tapi mampu melampaui target yang ditetapkan. Untuk RPH mencapai Rp 87.440.000 dari target yang ditetapkan Rp 80.000.000, RPU mencapai Rp 131.565.000 dari target Rp 90.000.000.

"Dengan tercapainya target tahun 2017, maka pada tahun 2018 akan dinaikkan. Untuk target RPH jadi Rp 87 juta dan RPU jadi Rp 108 juta," jelasnya, Senin (12/2) kemarin.

Disampaikannya, dalam sehari RPH bisa memotong 5 sampai 6 ekor sapi sedangkan hari besar seperti Idulfitri bisa mencapai 35 ekor sapi.

Menurutnya Mustakim ini,  UPTD RPH dan RPU memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan daging sapi yang akan diedarkan di pasaran untuk dikonsumsi masyarakat, dengan mengutamakan, Asli, Segar, Utuh, dan Halal (ASUH). Bahkan sapi yang dipotong diawasi satu per satu.

"Pemotongan hewan ternak di RPH, dagingnya pasti terjamin, karena diperiksa dahulu sebelum dipotong. Hal itu agar masyarakat mengonsumsi daging  yang berkualitas dan tidak terjangkit penyakit berbahaya,” ujarnya.

Sehingga hasil dari sapi yang dipotong, lanjut dia, meskipun tidak dikonsumsi oleh masyarakat, dijamin tidak berbahaya kepada manusia maupun lingkungan. Di samping itu hasil dari sapi yang dipotong mampu diolah dan tidak ada yang dibuang. Sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan.

"Seperti kulit sapi misalnya, ada pembeli dari Surabaya, Jawa Timur untuk diolah lagi menjadi kerajinan. Sedangkan kotoran sapi banyak diminta oleh masyarakat sekitar RPH untuk diolah menjadi pupuk kompos," pungkasnya. (sin/app)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*