MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 13 Februari 2018 00:18
Target PAD RPH dan RPU Naik
REALISASI: Melampauinya target PAD dari hasil RPH dan RPU di tahun 2017, pada tahun 2018 targetnya dinaikkan.

PROKAL.CO, GUNUNG TABUR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di Kecamatan Gunung Tabur tahun 2017 melampaui target.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim Suharjana mengatakan, meskipun tupoksi RPH dan RPU, bukan penghasil PAD, tapi mampu melampaui target yang ditetapkan. Untuk RPH mencapai Rp 87.440.000 dari target yang ditetapkan Rp 80.000.000, RPU mencapai Rp 131.565.000 dari target Rp 90.000.000.

"Dengan tercapainya target tahun 2017, maka pada tahun 2018 akan dinaikkan. Untuk target RPH jadi Rp 87 juta dan RPU jadi Rp 108 juta," jelasnya, Senin (12/2) kemarin.

Disampaikannya, dalam sehari RPH bisa memotong 5 sampai 6 ekor sapi sedangkan hari besar seperti Idulfitri bisa mencapai 35 ekor sapi.

Menurutnya Mustakim ini,  UPTD RPH dan RPU memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan daging sapi yang akan diedarkan di pasaran untuk dikonsumsi masyarakat, dengan mengutamakan, Asli, Segar, Utuh, dan Halal (ASUH). Bahkan sapi yang dipotong diawasi satu per satu.

"Pemotongan hewan ternak di RPH, dagingnya pasti terjamin, karena diperiksa dahulu sebelum dipotong. Hal itu agar masyarakat mengonsumsi daging  yang berkualitas dan tidak terjangkit penyakit berbahaya,” ujarnya.

Sehingga hasil dari sapi yang dipotong, lanjut dia, meskipun tidak dikonsumsi oleh masyarakat, dijamin tidak berbahaya kepada manusia maupun lingkungan. Di samping itu hasil dari sapi yang dipotong mampu diolah dan tidak ada yang dibuang. Sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan.

"Seperti kulit sapi misalnya, ada pembeli dari Surabaya, Jawa Timur untuk diolah lagi menjadi kerajinan. Sedangkan kotoran sapi banyak diminta oleh masyarakat sekitar RPH untuk diolah menjadi pupuk kompos," pungkasnya. (sin/app)


BACA JUGA

Kamis, 05 Juli 2018 13:37

Kerajinan Tangan Tradisional Mulai Ditinggalkan

TANJUNG REDEB – Meski kerajinan anyaman tangan kini sudah tidak sepopuler dulu, tapi tidak membuat…

Kamis, 05 Juli 2018 13:34

KOK BISA..!! Harga Ikan Mahal di Kampung Nelayan

TALISAYAN - Meskipun sejumlah kampung di pesisir selatan Berau dikenal sebagai daerah penghasil ikan…

Kamis, 05 Juli 2018 13:32

Modal untuk UMKM lewat Dana Bergulir

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan kemudahan akses pembiayaan berupa dana bantuan untuk Usaha Mikro…

Kamis, 05 Juli 2018 13:31

Juni, Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG REDEB - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Cuaca Tak Menentu, Pembuat Bata Merugi

TANJUNG REDEB - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan para pengrajin batu…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Harga Sawit Turun, Petani Tak Khawatir

BATU PUTIH - Menurunnya harga hasil perkebunan tidak hanya lada saja. Saat ini, harga kelapa sawit di…

Sabtu, 30 Juni 2018 12:18

Tingkatkan PAK Lewat Sektor Perikanan

TALISAYAN – Tingkatkan Pendaptan Asli Kampung (PAK) Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 29 Juni 2018 10:57

Harga Lada Selalu Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, disebutkan harga lada saat…

Selasa, 26 Juni 2018 12:15

Bantuan Sapi Diganti Program Inseminasi Buatan

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan…

Senin, 25 Juni 2018 11:57

Disperindagkop Dukung Peningkatan Kualitas Produk IKM

TANJUNG REDEB - Kabar baik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .