MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 13 Februari 2018 00:18
Target PAD RPH dan RPU Naik
REALISASI: Melampauinya target PAD dari hasil RPH dan RPU di tahun 2017, pada tahun 2018 targetnya dinaikkan.

PROKAL.CO, GUNUNG TABUR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di Kecamatan Gunung Tabur tahun 2017 melampaui target.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim Suharjana mengatakan, meskipun tupoksi RPH dan RPU, bukan penghasil PAD, tapi mampu melampaui target yang ditetapkan. Untuk RPH mencapai Rp 87.440.000 dari target yang ditetapkan Rp 80.000.000, RPU mencapai Rp 131.565.000 dari target Rp 90.000.000.

"Dengan tercapainya target tahun 2017, maka pada tahun 2018 akan dinaikkan. Untuk target RPH jadi Rp 87 juta dan RPU jadi Rp 108 juta," jelasnya, Senin (12/2) kemarin.

Disampaikannya, dalam sehari RPH bisa memotong 5 sampai 6 ekor sapi sedangkan hari besar seperti Idulfitri bisa mencapai 35 ekor sapi.

Menurutnya Mustakim ini,  UPTD RPH dan RPU memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan daging sapi yang akan diedarkan di pasaran untuk dikonsumsi masyarakat, dengan mengutamakan, Asli, Segar, Utuh, dan Halal (ASUH). Bahkan sapi yang dipotong diawasi satu per satu.

"Pemotongan hewan ternak di RPH, dagingnya pasti terjamin, karena diperiksa dahulu sebelum dipotong. Hal itu agar masyarakat mengonsumsi daging  yang berkualitas dan tidak terjangkit penyakit berbahaya,” ujarnya.

Sehingga hasil dari sapi yang dipotong, lanjut dia, meskipun tidak dikonsumsi oleh masyarakat, dijamin tidak berbahaya kepada manusia maupun lingkungan. Di samping itu hasil dari sapi yang dipotong mampu diolah dan tidak ada yang dibuang. Sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan.

"Seperti kulit sapi misalnya, ada pembeli dari Surabaya, Jawa Timur untuk diolah lagi menjadi kerajinan. Sedangkan kotoran sapi banyak diminta oleh masyarakat sekitar RPH untuk diolah menjadi pupuk kompos," pungkasnya. (sin/app)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:04

Optimistis, Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Kampung

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Tunggal Bumi kian serius menjadikan sektor pariwisata sebagai senjata…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:10

Harga Cabai Tiung Mendadak Turun

TANJUNG REDEB – Hingga kemarin (16/2), harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami…

Jumat, 16 Februari 2018 10:34

Produksi Jagung Meningkat Tiap Tahun

TANJUNG REDEB - Hasil perkebunan jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Berau.…

Jumat, 16 Februari 2018 10:32

Musim Penghujan, Petani Khawatir Gagal Panen

TALISAYAN – Petani di Kecamatan Talisayan, berupaya memaksimalkan hasil panennya. Namun, dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 10:08

Diskoperindag Minta Koperasi Laksanakan RAT

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Berau, Wiyati kembali mengimbau…

Kamis, 15 Februari 2018 10:06

Kembangkan Produk Batik Khas Berau

TANJUNG REDEB – Hasil tenunan batik biasanya lebih kepada untuk menunjukkan ciri khas daerah.…

Rabu, 14 Februari 2018 13:27

Kuota Elpiji Subsidi Bertambah

TANJUNG REDEB – Kuota elpiji 3 kilogram (kg) Kabupaten Berau tahun ini bisa dipastikan bertambah…

Selasa, 13 Februari 2018 00:16

KEREN !!! Tiga Ribu Nelayan Berau Ikut Asuransi

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan jaminan perlindungan atas risiko nelayan di Indonesia, salah…

Senin, 12 Februari 2018 09:59

Maksimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

TANJUNG REDEB – Untuk memantapkan program kerja tahun 2018, Dinas Pertanian dan Peternakan Berau…

Senin, 12 Februari 2018 09:58

Tahun Ini Ditarget 1.000 Ekor

TANJUNG REDEB – Program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik ternak, melalui Upaya Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .