MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 13 Februari 2018 00:18
Target PAD RPH dan RPU Naik
REALISASI: Melampauinya target PAD dari hasil RPH dan RPU di tahun 2017, pada tahun 2018 targetnya dinaikkan.

PROKAL.CO, GUNUNG TABUR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di Kecamatan Gunung Tabur tahun 2017 melampaui target.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim Suharjana mengatakan, meskipun tupoksi RPH dan RPU, bukan penghasil PAD, tapi mampu melampaui target yang ditetapkan. Untuk RPH mencapai Rp 87.440.000 dari target yang ditetapkan Rp 80.000.000, RPU mencapai Rp 131.565.000 dari target Rp 90.000.000.

"Dengan tercapainya target tahun 2017, maka pada tahun 2018 akan dinaikkan. Untuk target RPH jadi Rp 87 juta dan RPU jadi Rp 108 juta," jelasnya, Senin (12/2) kemarin.

Disampaikannya, dalam sehari RPH bisa memotong 5 sampai 6 ekor sapi sedangkan hari besar seperti Idulfitri bisa mencapai 35 ekor sapi.

Menurutnya Mustakim ini,  UPTD RPH dan RPU memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan daging sapi yang akan diedarkan di pasaran untuk dikonsumsi masyarakat, dengan mengutamakan, Asli, Segar, Utuh, dan Halal (ASUH). Bahkan sapi yang dipotong diawasi satu per satu.

"Pemotongan hewan ternak di RPH, dagingnya pasti terjamin, karena diperiksa dahulu sebelum dipotong. Hal itu agar masyarakat mengonsumsi daging  yang berkualitas dan tidak terjangkit penyakit berbahaya,” ujarnya.

Sehingga hasil dari sapi yang dipotong, lanjut dia, meskipun tidak dikonsumsi oleh masyarakat, dijamin tidak berbahaya kepada manusia maupun lingkungan. Di samping itu hasil dari sapi yang dipotong mampu diolah dan tidak ada yang dibuang. Sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan.

"Seperti kulit sapi misalnya, ada pembeli dari Surabaya, Jawa Timur untuk diolah lagi menjadi kerajinan. Sedangkan kotoran sapi banyak diminta oleh masyarakat sekitar RPH untuk diolah menjadi pupuk kompos," pungkasnya. (sin/app)


BACA JUGA

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…

Minggu, 22 April 2018 12:30

Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi…

Minggu, 22 April 2018 12:29

GELIAT PERTANIAN !!! Berau Programkan 10 Ribu Ha Jagung

TANJUNG REDEB - Meskipun perkebunan kelapa sawit semakin eksis, namun tak mempengaruhi sektor pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .