MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Pedagang Sebut Tak Ada Larangan

Terkait Mahalnya Harga BBM Eceran di Talisayan

MASIH BERTAHAN: BBM jenis premium tingkat pengecer di wilayah Kecamatan Talisayan dijual seharga Rp 10 ribu per botol.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yakni Rp 10 ribu per botol dipatok para pedagang eceran di wilayah KecamatanTalisayan, dianggap kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah maupun aparat oleh sejumlah pengendara.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang pedagang berpangkalan di Jalan Raja Alam, Kampung Talisayan, yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku, selama ini tidak ada larangan menjual BBM jenis Premium Rp 10 per botol.

"Tidak ada yang protes ketika membeli. Jika pun ada, itu orang iri saja. Bahkan, aparatur kecamatan dan kampung maupun polisi sering beli sama saya. Enggak ada melarang atau mengatakan mahal," katanya kepada Berau Post, kemarin.

"Apalagi saya jualnya sampai full (penuh) botol. Itu lewat se-liter. Wajar dong dijual 10 ribu," sambungnya.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya yang juga tak mau menyebutkan identitasnya tersebut. Ia mengungkapkan, selama ini memang tidak ada larangan terkait hal tersebut.

"Enggak ada larangan. Jika dilarang, enggak mungkin harga sama semua," tuturnya.

Apalagi, pengambilan BBM tidak hanya di Agen Penjualan Minyak Solar (APMS). Dijatahnya para pengantre, membuat pedagan terpaksa mengambil BBM dari Tanjung Redeb yang dipesan melalui angkutan antarkecamatan.

"Ongkos angkutan sama BBM-nya Rp 180 ribu. Kalau dijual Rp 8 ribu per botolnya rugi lah kami. Lebih baik gk usah menjual," pungkasnya.

Jika nantinya ada larangan maupun teguran, agar pedagang dapat menujual BBM sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 8 ribu per liter, dirinya akan mematuhinya. Dengan catatan, semua pedagang harus merata ditertibkan.

"Mau tidak mau, diikuti. Tapi harus adil. Satu ditertibkan, semua harus tertib. Terutama kouta antrean bensin bisa ditambah," pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 00:10

50 Sertifikat Lahan Warga Kayu Indah Bermasalah

BATU PUTIH - Sengketa puluhan Hektare (Ha) lahan bersertifikat di Kampung Kayu Indah, Kecamatan Batu…

Minggu, 20 Mei 2018 00:10

Satlantas Awasi Balap Liar saat Ramadan

TANJUNG REDEB - Menyikapi adanya aksi balapan liar terjadi pada bulan Ramadan ini, Satlantas Polres…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:42

Pemasangan PJU Diharapkan Merata

BIDUKBIDUK-Masyarakat kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk, berharap lampu penerangan jalan umum…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:40

Bulog Laksanakan Operasi Pasar

TANJUNG REDEB – Mengantisipasi gejolak kenaikan harga besar saat Ramadan atau menyambut Idulfitri,…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:39

Kelola Anggaran Harus Transparan

TALISAYAN - Dalam mewujudkan pemerintahan bersih dan sehat dari korupsi, serta pelayanan maksimal kepada…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:38

Rekomendasikan Izin Dicabut

TANJUNG REDEB - Terhitung sejak 14 Mei lalu hingga 14 juni mendatang, Tempat Hiburan Malam (THM) yang…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:37

Naik Motor Wajib Pakai Helm

MENYIKAPI banyaknya pengendara yang tak menggunakan helm pada saat pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:36

Petani Berau Banyak Dapat Alsintan

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan mencapai kedaulatan pangan, petani khususnya…

Jumat, 18 Mei 2018 00:08

Ditargetkan Selesai sebelum Idulfitri

TALISAYAN – Penanganan perbaikan jalan poros Kecamatan Talisayan, menggunakan dana Corporate Social…

Jumat, 18 Mei 2018 00:06

Program Kotaku Terus Dilanjutkan

TANJUNG REDEB - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) kembali berlajut di tahun ini. Sebagai implementasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .